Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Ulang tahun


__ADS_3

Walau semua terasa sulit namun hidup harus tetap bergulir.


Sepahit apapun takdir hidup kita,kalau kita bisa menerimanya dengan ikhlas maka semua akan terasa lebih mudah.


Terkadang kita berpikir mengapa jalan hidup harus seperti ini,mengapa orang lain bahagia sementara kita tidak.


Mengapa orang lain hidup bersama pasangan yang saling mencintai,sementara kita ? Tidak !


Mengapa orang punya segalanya,tapi kita ? Tidak !


Haruskah kita iri dengan kehidupan orang lain?


Haruskah kita merebut hak orang lain?


Haruskah kita mengejar apa yang bukan takdir kita?


Perjodohan,sepanjang perjalanan hidup manusia hal paling sering terdengar tentang kisah cinta dua insan yang terjebak ikatan perjodohan.


Tentang bagaimana mereka menjalani semuanya.


Tentang bagaimana mereka akhirnya saling menerima,atau justru berpisah dan gagal menjalaninya.


Semua terasa rumit.Perjodohan terkadang jadi hal yang mengerikan.


Banyak dari mereka berpikir ini mustahil.


Bukan jamannya Siti Nurbaya,tapi diantara mereka yang di jodohkan nyata-nya berjalan dengan baik meski mendapat alur yang rumit.


Lalu apakah yang dirasakan Haris?


Bagaimana Divya sekarang,apa dia bahagia? Atau bagaimana keluarganya,sang ibu mertua apakah benar ia sudah bisa menerima sepenuhnya pernikahan Haris ?


Putranya yang menikahi gadis seperti Divya.Cantik ,memang.Pintar ,sudah jelas.Tapi keluarganya siapa ,Rahma bahkan masih belum tahu.


Siapa ayahnya?


Siapa ibunya? Apa itu akan berpengaruh pada kelangsungan pernikahan keduanya.


Malam ini, entah sudah malam ke berapa .Tapi,malam inilah malam yang ditunggu-tunggu Haris setelah sekian lama.


Sekian lama,satu minggu tuan muda !


"Sudah bisa kan malam ini,iya kan? Iya dong ?"


Geli rasanya mendengar bisikan itu berkali-kali terdengar di telinga.Hembusan nafas Haris begitu menggelitik,terasa hingga ke lehernya.


Sejak selesai makan malam tadi kami sempat berbincang di ruang tamu sebentar.Dan yang dia lakukan hanya seperti itu,membisikkan sesuatu yang awalnya tidak Divya pahami.


Mengingat kembali di rumah sakit tadi saat Intan memanggilnya.Ia dibuat geleng kepala.


Kok bisa ya tingkahnya jadi se-bucin ini.Astagfirullah.


"Kenapa malah senyum-senyum begitu,sih? Apa yang lucu sayang"


Kali ini sudah seperti biasa terjebak berdua di dalam kamar,apalagi yang akan terjadi jika bukan~


"Gak apa-apa,memangnya kenapa kalau aku senyum? Gak boleh ya?"


Masih dengan senyum misterius yang tidak dimengerti Haris.Divya bahkan sengaja memainkan kancing baju tidur Haris,sesekali dia juga terkekeh geli seperti melihat sesuatu yang lucu.

__ADS_1


"Hei,sayang ! Kamu sehat,kan?"


Menempelkan telapak tangannya di dahi Divya,memeriksa suhu tubuhnya apakah normal atau tidak.


"Atau ada yang sakit,bilang sama aku!"


"Hahaha...enggak sayang,aku gak sakit kok.Enak aja !"


Jawaban disertai dengusan dan sedikit kekehan,membuat Haris semakin tak mengerti.


"Ok bagus kalau kamu gak kenapa-napa"


Sudah kembali merangkul tubuh Divya yang tadi sempat menjauh.


"Sini ! Kenapa,heum?"


"Kamu tuh yang kenapa?"


"Aku?"


"Ya,kirim chat apa sama dokter Intan?"


"Hahaha"


Haris malah tergelak,mengerti sekarang jika Divya menertawakan isi pesan yang ia kirim pada dokter Intan.


"Malah ketawa.Malu tahu !"


Melengos lagi pura-pura kesal,namun ia tak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.


Dan malam yang mulai merangsek masuk lebih larut lagi.


Kamar kaca yang dulu menjadi saksi pertama cinta mereka berlabuh.Satu sama lain tak mengelak walau masih ada bias masa lalu yang menghantui mereka kala itu.


Larut dalam suasana penuh kasih adalah hal yang paling membahagiakan,bahkan siapa saja yang merasakannya pasti akan melupakan bahwa mereka pernah berseteru,pernah bermusuhan,dan bahkan pernah saling membenci.


Tinggalkan bagaimana kehidupan mereka saat ini.


Dimana mereka bahagia dengan cara mereka sendiri.


*Ini sudah satu minggu Intan ! Kau pikir aku bisa bertahan lebih dari ini ? Bisa gila aku.


***


Tidak ada yang kekal abadi.Hanya mereka yang saling mencintai dengan tulus segenap hati yang akan kuat menghadapi segala macam cobaan hidup .


Liku kehidupan rumah tangga selalu saja mengalami pasang surut.


Terkadang kita bahagia,terkadang sebaliknya.


Terkadang kita percaya,atau justru salah satu mengkhianati hingga konflik terjadi,membuat pasangan saling memusuhi.


Hari ini hari dimana Divya berulang tahun,entah sudah kali ke berapa ia mendial nomor kedua adiknya.Namun,tak satu pun dari mereka menjawab panggilan.


Kemana mereka?


Sudah dua hari tidak ada kabar.Bahkan terakhir mereka bertemu di rumah sakit.


Ameera dan Dimas datang menjenguk bersama Paman Fram dan bibi Rita kala itu.Rindu rasanya.

__ADS_1


Mendengar penuturan Ameera yang selalu menceritakan apa yang terjadi selama mereka berjauhan.


Ini sudah lebih dari satu minggu aku tidak bertemu dengan kedua adikku.Jika biasanya di hari sabtu aku akan ke rumah paman mengunjungi mereka,sekarang aku bahkan belum mendapat izin keluar rumah.Batin Divya berkeliaran kala melihat langit malam begitu temarang menampakkan cahaya rembulan.


Waktu makan malam pun tiba.Divya menuruni anak tangga sendiri,entah dimana Haris berada saat ini.


Tiba-tiba suara riuh tepuk tangan memenuhi sudut ruangan,sudah ada banyak orang di bawah sana.


Ada Paman dan bibi nya,Ameera dan Dimas.Shila bersama Rudi.Dan tentunya si pemilik istana kerajaan ini,tuan Santoso dan istri.


Gadis yang baru saja merenungkan diri di balkon kamar,merindukan sang adik tersayang nampak menganga tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Dres mini ala rumahan ,dengan rambut yang disisir asal terlihat rapih bahkan wajah polos tanpa riasan,sama sekali ia tak menyakngka dengan kejutan malam ini.


"Waw apa ini?"


Haris membawa kue ulangtahun di kedua tangannya.


"Happy birthday sayangku"


Senyumnya yang selalu merekah,mengeluarkan aura ketampanannya yang luar biasa selalu tak dapat dipungkiri Divya jika Haris begitu sempurna,disusul gelak tawa serta tepuk tangan dengan lantunan lagu selamat ulangtahun.


"Tiup dong lilinnya sayang !" Ucap bibi Rita.


Wanita lembut yang sudah Divya anggap seperti ibu kandung sendiri.


"Iya ayo tiup lilinnya ,kak.Jangan lupa berdo'a buat permintaan dulu" Kali ini Ameera,dengan suara khasnya yang unik tak kalah antusias.


"Makewish,sayang" Haris menyedorkan kue ulangtahun di tangannya ke hadapan Divya.


Keluarga hanya keluarga tapi suasana begitu indah di mata Divya.


Selanjutnya acara makan malam kali ini sangat berbeda,mereka berkumpul.Dua keluarga ini saling berbincang satu sama lain.


Saat setelah makan malam usai,Divya menarik kedua adiknya sedikit menjauh


dari obrolan.


"Kalian berdua"


Menunjuk Ameera juga Dimas bergantian.


"Kenapa gak ada yang angkat telpon kakak? Ayo jawab !"


Sudah bertolak pinggang di hadapan mereka.


Ameera terkekeh Dimas juga tersenyum.


"Tuh !" Tunjuknya dengan isyarat bibir.


"Kakak ipar yang suruh" Jawab mereka kompak.


"Kalian ya ! Bikin kakak khawatir saja"


"Maaf !"


Yang terjadi selanjutnya Divya mengusak rambut kedua adik kesayangan nya itu.


Malampun berlalu dengan diisi canda tawa diantara mereka.

__ADS_1


Memainkan beberapa permainan seperti botol berputar yang ditunjuk akan memilih antara jujur atau tantangan .


__ADS_2