
Malam itu Divya mengikuti haris masuk kedalam kamar.
Tanpa bicara apapun ia bergegas membersihkan badan dan berganti pakaian.
Setelah selesai di lihatnya haris sedang terduduk di sofa,menatap lekat kearah ia berdiri.
Tak sedikitpun Divya merasa terganggu dengan pandangan Haris,sudah selama menikah ia melihatnya seperti itu.
Sudah terbiasa.
"Pulang dengan siapa?" Haris bertanya tanpa merubah ekspresi wajahnya.
"Dimas.."jawab Divya.
"Dia tidak mampir dulu kesini?"
"Tidak" senyum mengembang dibibir seksi nya "Aku menyuruh nya langsung pulang"
"Kenapa"
"Eh ...aku pikir kau tidak akan suka" Divya menjawab sambil terus menyisir rambutnya.
"Dia adikku juga kan...?!"
Eh apa sih dia ini...?
"Kenapa kamu pulang malam begini sih." entah itu pertanyaan atau protes.
tidak jelas.
"Memangnya kenapa? kalau aku pulang malam.tidak pulang juga bukan urusanmu kan?" Divya menatap tajam ke arah haris."Sesuai perjanjian kita,aku tidak akan mencampuri urusan mu dan kamu tidak akan mencampuri urusan ku"
"Entah sampai kapan aku hidup seperti ini" ia sudah berdiri hendak melangkah menuju tempat tidurnya.
__ADS_1
"Kenapa? kau bosan...?"Haris sudah berdiri melangkah mendekati Divya
Kau pikir apa memang nya Tuan.
"Kau mau hidupmu tidak membosankan?" tanya haris mengintimidasi tangan nya sudah mencekal pinggang Divya hingga tubuh gadis itu sedikit membusung kedepan,menempel pada tubuh kekarnya. "Lupakan perjanjian itu...nikmati saja statusmu saat ini"
"Apa maksudmu ?!" Divya menatap Haris yang nampak serius. Ia sendiri tidak berusaha melepaskan diri.
"Ya...nikmati statusmu sebagai istriku" Jawab Haris,jemarinya sudah menyentuh rambut Divya.menyelipkannya ke belakang
telinga,menyusuri garis wajah gadis di depannya,menatap dengan tatapan menusuk,penuh gairah.
Deg.Jantungkuuu..Divya
kenapa dia menatapku seperti ini sih.
Tangan Haris meraih tengkuk Divya,mencium bibirnya sekilas.
Jika dapat terdengar entah senyaring apa suara detak jantung mereka berdua.
Haris melanjutkan aktivitasnya,mencium kembali bibir seksi Divya,mencium nya lebih dalam lagi.ciuman yang beralih menjadi lumatan.
Divya memejamkan mata,tanpa disadari lenguhan keluar begitu saja dari mulutnya,membuat Haris semakin merasakan hasratnya.
Haris melepas sejenak ciumannya memberi kesempatan Divya mengambil nafas,sembari melihat gelagat yang ditunjukan gadis dihadapannya.terpaksa atau sama menikmatinya.
Seakan tak memberi kesempatan Divya untuk berpaling,Haris sudah menggendongnya merebahkan tubuh gadis itu di atas ranjang.
menindih tubuh seksi Divya dengan tubuh kekarnya.
kembali mencium bibir,hingga beralih ke leher,menyusuri setiap inci,lekuk tubuh yang indah itu.
Jantung Divya berdegup kencang.
__ADS_1
takut takut ia ingin melepaskan diri.
dibuka mulutnya hendak berucap.
Ssstttt...haris berbisik
tangannya sudah tak terkendali lagi.
sudah m****** gundukkan kembar di dada Divya.
"Sayang...please jangan sekarang ya..."Divya masih berusaha melepaskan diri.
"Heuummm" Hanya itu yang keluar dari mulutnya sambil terus melanjutkan aktivitasnya.
"Sayang..." suara yang terkesan mendesah membuat Haris samakin bergairah.
Aaah Bagaimana ini.
kalau aku menolak apa dia tidak akan merasa tersinggung.
"Sayang aku gak bisa malam ini please...ok...! lain kali aja yah" kali ini Divya mendorong tubuh haris.
Plaakkk tamparan keras mendarat di pipi Divya.Emosi Haris meluap ketika Hasratnya tak terpenuhi.
ia beranjak turun dari atas tempat tidur,meraih pakaian yang sudah teronggok dilantai.
keluar kamar dan membanting pintu kamar dengan kasarnya...
Sial. !!! Haris
Maafkan aku suamiku...
bersambung...
__ADS_1