
Sementara, di tempat lain Rudi yang sengaja tidak hadir di pertemuan Tuan Haris dan Divya,
memilih mengajak Shila istrinya makan malam romantis di sebuah restauran.
Kembali pada dua insan yang masih saling menatap.
Hah dia?
Diakah laki-laki yang akan menikahi ku?
Batin Divya bergemuruh,tatapan yang menyiratkan ketidaksukaan .Namun seakan terpana pesona pria di hadapannya.
"Hei,Mau sampai kapan kau menatap ku seperti itu"
Haris menjetikkan tangan di hadapan mata Divya,lalu melenggang gagah.
Kembali duduk di sofa.
Memalukan,kenapa aku bisa sampai terpesona begitu sih.
Buat dia makin besar kepala saja.
Divya merinding ketika kembali mengingat tingkah konyolnya tadi.
Selesai mengobrol dan makan malam,Haris dan Papanya pamit pulang.
Ya hanya Mereka berdua entah kemana sang Ibu,nyonya Santoso.
Saat disinggung Bibi Rita tadi tuan besar hanya menjawab sekenanya saja.
"Seperti kau tidak tahu saja Bagaimana dia itu "
Santoso enggan membahas istrinya.
***
"Bagaimana sudah kau putuskan,kau mau menerima Haris,kan?"
Belum lama Haris dan Tuan besar Santoso pergi,paman sudah mencerca Divya dengan pertanyaan.
"Entahlah"
Divya hanya menjawab lesu
" Paman ...kenapa dia mau padaku?" Tanya Divya lirih.
Baginya mana mungkin Haris mau pada wanita seperti Divya,gadis sederhana seperti dia?
Bahkan dia bisa mendapatkannya sepuluh orang sekaligus.
"Tanyakan itu padanya"
Paman hanya tersenyum
"Istirahat lah nak,pergi ke kamarmu,pikirkan keputusan mu baik-baik"
__ADS_1
Titah paman tanpa memaksa Divya menjawab pertanyaannya.
Membiarkan Divya berpikir untuk memberi keputusannya nanti.
"Baik Paman !"
Sudah tidak ada lagi yang ingin Divya tanyakan,seakan sudah putus asa.
Ia melangkah kembali ke kamarnya,
diikuti Ameera .
Sementara Dimas sudah tidak terlihat sejak selesai acara makan malam tadi.
Ia yang memang tidak senang dengan keputusan pamannya memilih pergi keluar.
Divya berdiri di depan meja rias,menatap wajahnya yang menyedihkan di cermin.
Seakan sudah tak punya harga diri.
"Walaupun aku mengakui bagaimana tampannya Haris,tapi aku masih berharap dia kembali.
Dia yang aku tunggu selama ini.
Dia yang selalu ayah ceritakan.
Aku masih berharap dia jodohku."
Gumam Divya lirih. Memangku dagu dengan sebelah tangannya.
Bagaimana jika pernikahan tidak didasari cinta.
Walau cinta akan datang seiring berjalannya waktu.Tapi,
ini Tuan Haris loh,apa dia bisa menerima Divya,rasanya mustahil.
Divya tidak cukup berani untuk menyimpan perasaan lebih pada laki-laki seperti Haris.
Ia kembali tertunduk lesu,
sambil terus menghapus air matanya,
Ayah,ibu,aku harus bagaimana?
Tak ada jawaban.
Sudah pasti tak akan ada.
Huuuh...
Divya bangkit,dan
Memilih pergi ke kamar mandi membersihkan diri,dan berganti pakaian.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian
__ADS_1
Divya merebahkan dirinya di ranjang,menatap langit-langit kamarnya.Sesekali ia memejamkan mata,dan menarik nafas dalam.
"Kak..."
Ameera yang sedari tadi memerhatikan kini menatapnya.
"Heumm"
Jawab Divya malas.
"Kau Yakin?"
Ameera terlihat sedih,ikut merasakan apa yang kakaknya rasakan.
"Menurutmu ?"
Divya malah balik bertanya.
"Aku sih setuju saja,lagi pula apa salah nya dia tampan"
Ameera yang masih polos itu bicara asal,tujuannya hanya sedikit saja membuat sang kakak merasa terhibur.
"Kamu tahunya soal tampan dan gagah saja.Sifatnya kau tidak tahu kan?"
Divya bangkit dari tidurnya duduk bersandar
"Dia itu sombong dan seenaknya "
Sambung Divya lagi,terdengar nada kesal dari ucapannya.
"Oh ya ?! Memang sudah berapa lama kakak mengenalnya?"
Tanya Ameera heran,sejak kapan kak Divya mengenal pria yang hendak dijodohkan dengannya itu.
Setahu Ameera dia tidak pernah sekalipun menceritakan soal pria.
Baik hanya sekedar teman kerja ataupun kekasih.
Divya tidak pernah memperkenalkan laki-laki sebelumnya,kecuali satu pria itu.Pria yang entah kemana menghilangnya.
"Sekitar dua bulan ini"
Divya menimbang berapa lama dia mengenal Haris,dan selama itu mereka selalu bertengkar setiap kali bertemu.
Dia ingat betul kejadian pertama kali di pinggir jalan hingga
tidak sengaja bertemu
di pinggir danau.
Dan ya jalan rusak itu sekarang sepertinya sudah di perbaiki,aku beberapa kali melintas jalanan itu sudah tidak ada air menggenang jika hujan turun,
tidak seperti danau.
tunggu...Bukan dia yang mempebaiki jalanan itu kan???
__ADS_1
bersambung....