
"Astaga aku bisa terlambat ini"
Divya berjalan setengah berlari dari parkiran setelah turun dari ojol,sesekali melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
Masuk ke dalam sebuah gedung megah,gedung perkantoran milik Santoso Group.
Merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Ia berjalan menuju ruang rapat yang di agendakan hari ini,setelah bertanya pada petugas resepsionis,gadis itu menaiki lift.
Ruang rapat ada di lantai empat.itu yang di informasikan petugas tadi.
Divya menunggu di dalam lift dengan gelisah,sesekali mengatuk-ngatuk kaki nya ke lantai lift.
Bagaimana jika aku terlambat,habislah aku.
tapi tidak,seharusnya tidak.
kembali melirik jam tangan.
"Besok jadwal rapat di kantor Haris,kau tidak lupa kan?! Sebaiknya Datanglah lebih awal ,jangan sampai terlambat,kau mengerti ?!Rudi mengingatkan nya kemarin saat berkunjung kerumah.
" Haris tidak pernah mengampuni siapapun yang tidak mematuhi aturan,walau hanya terlambat satu detik saja"
Glek..
Peringatan itu yang membuatnya tak bisa tidur semalaman.
Pria itu,sekejam itukah?
tapi kenapa?
seperti tidak punya hati saja?
walau aku adik kak Rudi sekalipun,dia akan tetap menghukum ku,begitu?
Ah ya dia kan memang tidak pernah tahu kalau aku adik kak Rudi.
Kak Rudi hanya mengaku kenal dengan ku dan bukan aku ini sepupunya.Dia bahkan melarang ku mengakui hal ini.
Tapi kenapa...?
__ADS_1
pikiran-pikiran ini terlintas beberapa kali di kepala Divya.
Pintu lift terbuka..
Ia bergegas ,tak lupa mengetuk pintu sebelum masuk..
Dibuka nya pintu dan benar saja semua orang sudah berada diruangan.
Sorot mata tajam langsung tertuju padanya,Tuan Haris menatap jengah.
Apa,apa aku terlambat? tidak kan,masih ada waktu 10menit,kan..?
Sebaiknya datanglah lebih awal.Apa maksudnya datang jauh sebelum rapat di mulai?
datang sebelum si tuan monster ini?
tapi ,,aku kan bisa di bilang tamu disini.Harusnya bisa sedikit memaklumi.
Aaa kenapa aku baru mengerti maksud ucapan kak Rudi sekarang,
habislah aku...
Langkah Rudi terhenti ketika Tuan Haris mengangkat tangannya,seperti mengatakan,
sudah biarkan saja.
Rudi yang paham dengan maksud Tuan nya mengangguk tanda mempersilahkan Divya masuk.
Apa,apa itu? dia tidak marah ?ah syukurlah.
Jangan hiraukan makhluk itu Divya ,ayo masuk dan tunjukkan apa yang bisa kamu lakukan ,biarkan dia melotot.jangan menatapnya,jangan menatapnya.
terus menguatkan diri.
Setelah memperkenalkan diri,Divya memulai persentase nya.
Menjelaskan detail Produk yang akan di pasarkan hingga wilayah peredarannya nanti ,yang akan meliputi seluruh penjuru Indonesia.
Ada dari mereka yang memberi beberapa pendapat,disela-sela penjelasan nya.
__ADS_1
Divya senantiasa terlihat santai menanggapi,dijawabnya lugas setiap pertanyaan dari rekanan kerja diruang rapat.
Haris yang mendengar apa yang di sampaikan gadis itu nampak tersenyum,
Rudi menangkap setiap ekspresi wajah tuan nya,
Ia tersenyum melihat Haris seakan tersihir pesona Adiknya itu.
Divya sesekali meliriknya dan sial pandangan mereka bertemu.
Haaa bagaimana ini,kenapa dia menatap ku begitu sih? jangan panik Divya ,sedikit lagi,ayo tarik nafas.
Mencoba menguatkan diri lagi.
Sudah seperti mau melahirkan...
Tangannya kembali menunjuk layar besar di depan ruang rapat,menunjuk detail produk, sudah seperti guru yang sedang menerangkan pelajaran kepada muridnya.
Hingga meeting selesai,bukan hanya Divya yang nampak lega.Rudi pun sama.
Ia merasa bangga pada adiknya,
Dia begitu pintar mengatasi situasi.
Walau tahu tak mudah berhadapan langsung dengan Tuan Muda Haris Santoso.
Disamping itu ia juga merasa bahagia,setidaknya tadi melihat sedikit saja senyum di wajah Haris.
Senyum tipis dibibir Haris masih terlihat hingga ia memasuki ruang kerjanya.
Akhirnya semua berjalan lancar.
aku sudah bisa bernafas lega kan?
Sudah seperti menyelami lautan saja rasanya.Huh.
epilog
" Aku pikir ini kesalahan terbesar perusahaan Wiryawan Group dengan mengirim gadis ceroboh yang bahkan tak tahu waktu seperti itu,tapi ternyata persentase nya luar biasa" ucap salah satu staf di perusahaan Haris ,yang ditimpali komentar komentar yang tak kalah sama dari para staf lainnya.
__ADS_1
bersambung...