Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 66 Rencana Rudi


__ADS_3

Dering ponsel untuk kedua kalinya.


kini mau tidak mau Haris harus melihat siapa gerangan yang sudah mengganggu aktifitas nya itu.


Rudi. Nama yang tertera di layar ponsel


"Kau lihat sayang" menunjukkan ponselnya kearah pandangan Divya


" kakak kurang ajar mu ini,mengganggu saja tak tahu waktu" Haris mendengus kesal yang dijawab gelak tawa istrinya.


"Angkat...!" Divya mendorong ponsel dari depan wajahnya.


"Takut nya penting loh itu"


dering kedua berhenti,disusul yang ke tiga.


"Tuh kan" seru Divya.


"Aku angkat dulu.ok !! kamu tidur gih" seranya mencium kening istrinya itu.


"Mau kemana"


"Balkon!!" jawabnya sambil berlalu pergi ke arah balkon.


"Ada Apa?!" tanyanya kesal begitu ia mendial tombol hijau dilayar ponsel.Meletakkan benda pipih itu di telinganya. duduk bersandar di kursi balkon.


"apa aku mengganggu mu Tuan?!" bertanya seolah tidak merasa berdosa.


"Kau pikir" jawab Haris ketus.


"Hahaha" Rudi malah tergelak


"Sialan !"


"Hei adik ipar !"

__ADS_1


"Jangan memaksakan diri,berilah adikku itu sedikit waktu..haha" masih tak berhenti tergelak,mendengar suara Haris yang tengah kesal.


"Heum...Ada apa?" bertanya lagi kali ini terdengar lebih serius.


"Bagaimana Keadaan divya? dia baik-baik saja? apa kau sudah merenungkan apa yang aku katakan tadi siang"


Haris memang menceritakan jawaban Divya ketika ditanya soal masa lalunya bersama Nando.


Seperti kau hidup dengan masa lalu mu seperti itulah aku akan tetap hidup denganmu dan kenangan ku.


Jawaban yang semula tak dimengertinya sama sekali.


"Kau paham maksudku kan? Nando..."


Belum selesai Rudi berkata haris sudah menyambar " Aku mengerti,jangan sebut lagi Nama itu..!!"


"Divya baik-baik saja,dia sudah tidur"


"Kau sendiri bagaimana sudah kau hajar ******** itu?!" Nando yang dimaksud.


"Kalau saja aku tidak merencanakan sesuatu padanya,sudah aku jebloskan dia kedalam penjara" jawab Rudi


"lantas bagaimana jadinya dengan rencanaku" Rudi menjawab kekesalan Haris dengan sebuah pertanyaan yang tidak dipahami Tuannya itu.


"Apa maksudmu?! Rencana apa ?"


"Kau mendapat undangan pesta besok bukan? pesta penyambutan putra Wiryawan" Pertanyaan yang langsung disambar amarah Haris.


"Kau pikir aku mau datang kepestanya besok ?!setelah perlakuannya pada istriku hari ini! sudah gila ya,kau mau aku menghajarnya didepan semua orang?!"


"Tepat sekali sudah aku duga jika Pria bodoh ini tidak akan mungkin mengerti maksudku..Hahaha" Rudi lagi-lagi tergelak senang.


"Hei,Kau...! Tunggu. Apa kau ..."Haris tak melanjutkan kata-katanya ia sudah bisa menebak apa yang dipikirkan Rudi.


"Paham juga kau rupanya,Tuan"

__ADS_1


"Jadi itu tujuanmu memintaku untuk tidak muncul di hadapan si brengsek itu?"


"Ya,jadi bagaimana kau setuju Tuan?"


"Ok..! terserah kau saja kakak ipar, apapun rencana mu aku ikut " pada Akhirnya haris setuju.


"Besok kau mau pergi atau aku yang menyiapkan pakaianmu Tuan?"


"Siapkan saja,ajak istrimu pilihkan baju yang tepat untuk ,Veroku"


"Hahaha" Rudi tertawa renyah demi mendengar Haris memanggil adiknya dengan nama itu.


"Sudah pergi sana!" Haris seakan mengusir seseorang dihadapannya "Istrimu pasti sudah ongkang kaki sambil cemberut menunggu mu"


"Baik Tuan,selamat malam,selamat beristirahat"


Tuutttt.sambungan telpon terputus sepihak tanpa terdengar jawaban lagi dari Haris.


Ia memilih bangkit masuk ke dalam kamar.Dilihat istrinya sudah tertidur pulas.


Perlahan Ia membuka pintu,keluar tanpa suara.


Berjalan menuju ruangan di sebelah kamarnya.


Ruang Gallery.


bersambung...


Sampai disini,bagaimana ceritanya?


aku tunggu saran dan komentar nya ya


Readers


jangan lupa dukung author Vote dan Like nya .

__ADS_1


masukkan juga ke tap novel favorite kalian.


Thanks you😘😘


__ADS_2