Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 71. Malam Yang indah (Part 2)


__ADS_3

Divya nampak terhanyut dengan pikirannya sendiri,hingga ia tak menyadari Haris suaminya sudah masuk kamar sedari tadi.


Mandi dan berganti pakaian.


Kini Haris tengah memerhatikan istrinya, dengan kedua tangan dilipat di depan dada,bersidekap. menyandarkan tubuhnya di dinding pintu menuju balkon.


Dilihatnya Divya dengan balutan baju tidur yang selama sebulan terakhir sepertinya belum pernah dia pakai. baju tidur terusan


berwarna merah cerah,tanpa lengan dengan bagian bawah sebatas paha,tengah berdiri menengadah menatap langit malam.


nampak begitu menggoda.


Perlahan ia berjalan menghampirinya.


Dengan tiba -tiba Haris memeluk istrinya dari belakang,


membuat gadis itu terlonjak .


"Eh hai ! Astaga sayang" Divya berjengkit kaget." Kamu tuh..." dipukul pelan tangan yang melingkar di perut ratanya.


"Lagi apa?" Desir suara Haris di telinganya membuat jantung Divya berdegup kencang.Hembusan nafasnya terasa hangat.


"Sedang menatap Langit" telunjuknya mengacung ke angkasa." lihat ! Indah kan?".


"Heumm...Seindah dirimu malam ini"


"Oh ya?! Malam sebelumnya bagaimana?" Divya tersenyum geli.


"Selalu indah,sedap dipandang mata.Sayangnya tak bisa ku sentuh bahkan tak bisa ku nikmati" menghela nafas Haris seakan sedang mengeluhkan kebodohannya yang melewatkan keindahan di depan matanya, begitu saja.


"Eum...ok, lalu ? Kamu kapan datang ? tadi bukannya masih di bawah ya?"


"Tadi" Jawabnya sambil terus mengeratkan pelukannya "Kamu tuh fokus menatap langit,aku datang saja tidak dengar" nada suaranya sudah disetting semanja mungkin,menempelkan pipinya di pipi Divya.


"Hahaha iya,mungkin" tersenyum memutar kepalanya menatap Haris dari samping,lelaki itu kini tengah bergelayut manja dipundaknya.


"Eum sayang...?"

__ADS_1


"Apa?"


"Sudah belum?"


"Apanya?" tanya Divya alisnya bertaut tak mengerti .


Haris membalikkan posisi Divya ,kini mereka berdiri berhadapan saling melempar senyum.


"Kau sudah yakin,kan?" ia memegang kedua pipi istrinya itu,menatap lekat wajahnya.


"Dengan?"


"Kesungguhan hatiku" jawab Haris


"Karena aku tidak akan memaksa mu jika kau masih belum yakin" imbuhnya,masih menatap kedua bola mata yang berbinar .senyum mengembang di bibir Divya,dengan sekali anggukkan kepala.


"Aku ...yakin" suara lirih terdengar,dengan rona wajah yang sudah berubah merah.


Seringai bahagia terukir di bibir Haris.


Satu tangan di pinggang istrinya,dan yang satu meraih tengkuknya,memperdalam ciuman.


terus beralih menjadi *******,Divya berusaha mengimbangi Haris dengan deru nafas yang saling beradu.


Melepas sejenak acara mereka di balkon.


di tempat lain Rudi yang sudah mulai merebahkan diri .Penat,setelah acara yang begitu menguras tenaga dan emosi nya.


Begitu ingin tangannya menghajar kembali pria itu, setelah sampai di rumah Shila menceritakan kejadian yang menimpa adik iparnya di toilet saat pesta berlangsung.


Shila baru saja keluar dari kamar mandi.


Rudi memanggilnya " Sayang"


"Heum" jawab Shila sekenanya saja sementara matanya fokus menatap pantulan dirinya di cermin.


"Sayang" Rudi lagi.

__ADS_1


"Apa" Masih sibuk memoles cream malam seperti biasanya.


"Aku pusing nih" keluh Rudi pada istrinya itu.


"Kenapa lagi sih?" Shila berbalik menatap Rudi yang tengah mengeluh pusing sambil mengurut keningnya sendiri.


"Entahlah mikirin Divya sama Haris bikin kepalaku sakit saja,ditambah lagi si Nando itu,ah bener-bener nguras tenaga dan pikiran"


Shila dengan sabarnya mendengarkan keluhan Rudi.


"Ya ...terus,itu sudah jadi tugasmu kan?"


"Memang" huft Rudi menarik nafas membenarkan posisi dari berbaring sekarang sudah duduk di tepian ranjang.


" Kamu kenapa gak bilang tadi,kalau Divya digangguin lagi di toilet?"


"Kau pikir apa sayang,kalau aku mengatakannya,kau pasti emosi belum lagi Haris,kau tahu kalau dia sudah marah kan? aku tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya ? "Shila bicara sambil berjalan menuju ranjang meringsut duduk di sisi Rudi,menarik selimutnya ,hendak merebahkan diri.


"Sayang"


"Heum,apa?" Shila yang baru saja memejamkan mata tersentak karena kini Rudi meringsut berbaring di sampingnya.


Tangannya mulai bermain-main di tubuh Shila,mengusap perut ,meraba dua gundukan kembar milik istrinya.


"Daripada pusing mikirin mereka,toh sepertinya mereka juga sedang bersenang-senang sekarang.Bagaimana kalau kita bikin dedek bayi,heum..?!" alis dia buat naik turun dengan tangan nakalnya yang sudah menggerilya ke mana-mana.


"Huh kamu tuh alasan saja pusing,bilang kalau mau minta jatah" Shila mencubit hidung mancung Rudi, gemas.


"Aaah geli sayang, hentikan!" .Rudi menggelitikinya, jahil.


Sampai akhirnya pertempuran mereka pun dimulai.


Dan mungkin yang di sana, yang tadi mengawalinya di balkon pun sama.


Sama-sama terhanyut dalam buai asmara. Dua pasang insan, melepas dahaga di peraduannya.


Melewati malam panjang ini menjadikannya malam yang begitu indah.

__ADS_1


__ADS_2