
Sore hari setelah rangkaian akad nikah selesai,Divya diharuskan ikut ke kediaman Keluarga Santoso.
"Hiks.Kakak jangan tinggalkan aku kak"
Ameera sudah berurai airmata sebelum kepergian sang kakak.
Ia terus memeluk Divya dengan erat.
"Tapi sayang, kakak tetap harus pergi,kan"
Dmencoba memberi penjelasan kepada adik bungsunya.
"Kakak sudah menikah,kau harus paham itu"
Ia mengelus-elus punggung Ameera.
"Gak kak Divya gak boleh pergi"
Ameeta masih tidak mau melepas pelukannya.
"Kakak ipar,tolong jangan bawa kak Divy.Kakak ipar saja yang tinggal disini"
Ameera merengek kepada tuan Haris yang kini sudah resmi menjadi kakak iparnya, sontak perkataan Ameera membuat Divya refleks melepaskan pelukan.
"Meera ..! "
Divya mengedipkan mata memberi isyarat,bahwa orang yang menikahinya bukanlah laki-laki biasa yang bisa memahami mereka.
"Kamu ini bicara apa,kakak janji kakak bakal sering-sering deh main kesini,yah ! Kamu jangan nakal,sekolah yang pinter.Belajar juga yang rajin."
Divya menasehati Ameera,tangannya mengusap lembut pipi adiknya yang basah karena menangis.
Menghapus airmata yang terus mengalir membasahi wajahnya.
"Kakak janji ya ?"
Divya mengangguk tanda ia mengiyakan keinginan adiknya itu,dan berjanji jika ia akan sering menengoknya di rumah paman ini.
Membuat Ameera setidaknya sedikit tersenyum.
"Tapi kak,aku tidak mau tidur sendiri"
Ameera kembali memberenggut sedih kala mengingat jika dirinya tak bisa tidur sendiri tanpa ada yang menemani.Selama ini Ameera memang masih tidur satu kamar dengan kakak perempuannya itu.
"Udah dong dek,kapan kakak di bawa pulang kakak ipar kalau kamu terus nempel begitu"
Kali ini Dimas angkat bicara.
Dimas yang jauh lebih dewasa,sudah bisa menerima kenyataan
__ADS_1
bahwa,kakak perempuan-nya
sekarang sudah menikah,bahkan dia sendiri yang jadi wali nya tadi.
Pada awalnya Dimas memang tidak setuju dengan perjodohan ini.
Bahkan,ia menganggap kakaknya sudah
dijual paman,demi membiayai sekolah dirinya dan Ameera.
Hanya karena Fram banyak berhutang budi pada tuan besar Santoso.
Namun,setelah Divya merasa yakin.Mau tidak mau Dimas juga harus setuju.
"Iya sayang,sudah dong drama air mata nya,mba sampe terharu begini"
Shila juga ikut menimpali perkataan Dimas.
Cih,drama apa ini.memangnya seberapa jauh jarak rumah ini ke rumahku.
Berlebihan.
Haris sudah mulai merasa jengah.
Ia berjalan menuju mobil,memilih
menunggu Divya disana.
Perjalanan pulang ke kediaman keluarga Santoso terasa sangat
berat bagi Divya .
Tak ada percakapan diantara mereka.
Rudi hanya fokus mengendarai mobil,sementara
Divya lebih suka menatap jalanan dari balik jendela dengan tatapan sendu.
Lalu tuan muda ia duduk bersandar sambil memejamkan mata.
Entah dia tertidur atau hanya menutup mata merasakan penat.
Sedangkan tuan dan nyonya Santoso berada di mobil yang berbeda.
Seperti saat datang tadi.
Apa aku salah,menikahkan mereka berdua.
gumam hati Rudi saat menangkap raut sedih di wajah adik sepupunya itu.
__ADS_1
Ia memperhatikan Divya dari balik cermin dashboard.
Sesekali Divya melirik wajah laki-laki di sampingnya,
Laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya saat ini.
Sempurna sekali makhluk ciptaan Tuhan di sampingku ini.
Walaupun untuk itu aku tidak tahu,aku akan bahagia atau akan menderita
sampai saat ini aku masih
tidak percaya dia suamiku.
Divya meraba pipi-nya sendiri memastikan bahwa dia memang tidak sedang bermimpi.
Apalah diriku yang hina dina ini Tuhan.
Mimpi pun tidak menjadi istri orang sekaya Haris.Kalau saja ibu masih hidup
tak terbayangkan bagaimana senangnya ibu memiliki menantu kaya raya.
Gadis itu tersenyum getir.
Aku harus kuat apapun yang terjadi,paman sudah memintaku
untuk melakukan semua ini.
Aku tidak bisa menolak ataupun lari dari kenyataan.
Ayah sudah mewanti-wanti agar menurut kepadanya.
Kuatkan aku Tuhan.
Haris sedikit membuka matanya ketika Divya sedang menatapnya. Tatapan mereka bertemu sesaat,hingga Divya merasa kikuk lalu memalingkan wajahnya.
Situasi yang benar-benar di manfaatkan oleh tuan muda yang menurut Divya agak sedikit gila ini.
"Kenapa? Terpesona dengan wajah tampan ku"
Haris bertanya dengan penuh percaya diri seakan meledek gadis itu.
" Beruntung lah kau bisa menikah dengan ku"
imbuhnya.
Senyum miring pun tercetak di bibir Haris.
Kurang ajar percaya diri sekali dia ini.
__ADS_1
Divya memberenggut kesal demi mendengar semua itu.