Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Ruang Rapat Presdir


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain Raisa yang sudah duduk di kursi kerjanya menerima


sebuah amplop.


Terdapat secarik kertas di dalamnya ,menunjukkan pernyataan


resmi izin cuti kerja selama tiga hari.


Dengan alasan ada urusan keluarga.


Tertanda Divya Veronika Ibrahim.


"Divya kenapa gak kerja ya? Urusan keluarga apa sampe izin tiga hari? Dia juga sama sekali tidak menelpon ku"


gumam Raisa melirik ponselnya yang tergeletak di atas meja.


Ia lalu meraih dan mencoba mendial nomor sahabatnya itu.


Panggilan pertama tidak diangkat walaupun tersambung.


Raisa terus mencobanya kembali entah sampai berapa kali.


Sampai akhirnya Raisa kaget dengan suara panggilan dari bosnya.


"Raisa...!"


Suara Pak Dito memanggilnya, wakil direktur Wiryawan group itu sudah berdiri di depan meja kerja Raisa.


"Eh iya pak.."


Raisa nampak refleks berdiri,ponsel yang masih di genggamnya pun bahkan lupa ia matikan.


"Maaf pak,ada yang bapak butuhkan?" tanya Raisa sedikit gugup .


"Siapkan rapat ,akan ada kunjungan dari nyonya hari ini"


ucap pak Dito memberi komando.


"Baik pak !"


Raisa mematuhi perintah atasannya,selanjutnya ia memeriksa beberapa berkas,merapikannya di meja untuk di bawanya ke ruang rapat nanti.


Beberapa detik kemudian ia kembali teringat dan melihat ponselnya.


Divya angkat telpon ku tadi?


Ah karena pak Dito datang,aku jadi gagal bicara padanya.


Raisa tertegun saat melihat panggilan berjalan beberapa menit ,sayangnya dia bahkan tidak bicara sedikitpun dengan orang yang di telponnya itu.


Kemudian yang ia lakukan adalah segera pergi ke ruang rapat Presdir Wiryawan group,disana sudah duduk beberapa karyawan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Nyonya Wiryawan pemilik perusahaan datang.


Ia mulai menjelaskan maksud kedatangannya ke kantor utama.


Mulai dari memeriksa beberapa laporan


keuangan hingga persentasi pendapatan perusahaan.


"Divya tidak ada?"


tanya nyonya Wiryawan saat matanya tertuju pada kursi kosong di sebelah Raisa.


"Dia izin cuti kerja,bu"


jelas Raisa.


"Kenapa?"


Beliau masih tidak bergeming menatap kursi kosong dan lawan bicaranya bergantian.


"Saya tidak tahu pasti,tapi di surat izin dia menyatakan bahwa ada urusan keluarga"


Raisa menjelaskan sesuai apa yang dia ketahui.


"Berapa lama?"


"Tiga hari"


Bagaimana mungkin ada karyawan seenaknya minta izin cuti,walaupun hanya tiga hari.Dan dengan surat izin resmi,tetap saja .Apalagi hari ini kunjungannya ke kantor.


Karyawan sudah diberi hari libur masing-masing.Kenapa masih


minta nambah.


"Kau tidak tegas Dito,apa ini?!"


Nyonya meminta penjelasan dari pak Dito selaku penanggung jawab sementara perusahaan ini.


"Iya bu,akan tetapi ini sudah di antisipasi lebih dulu oleh nona Divya.Dia sudah menyelesaikan pekerjaannya dua hari yang lalu nona Divya menghadiri rapat di kantor pusat Santoso group,dia juga sudah membuat laporannya,mungkin sudah ada pada sekretarisnya"


jelas pak Dito seranya menunjuk sekretaris Divya,lalu wanita yang di tunjuknya itu


menyodorkan berkas laporan.


Nyonya Wiryawan menerima berkas tersebut dan memeriksanya.


Aku sudah suka pada gadis ini sejak


pertama kali.Dia cerdas dan kinerjanya cepat.


Beliau pun terlihat menghela nafas.

__ADS_1


"Baiklah"


Nyonya kembali tersenyum puas,setelah membaca hasil laporan yang di buat Divya.


"Satu lagi yang ingin saya sampaikan bahwa,putra ku akan kembali pekan depan.Dia pasti bangga melihat kinerja kalian di perusahaan ini.Terimakasih semuanya"


tutur Nyonya Presdir itu menutup rapat.


Setelah kepergian Nyonya Wiryawan dari kantor, Raisa kembali mencoba menelpon Divya,namun tetap


tak mendapat jawaban.


epilog


Beberapa panggilan dari nomor yang sama.


Acara akad begitu hikmat hingga Ameera tak berani mengangkat telpon.


Ponsel memang sengaja Divya titipkan pada Ameera.


Agar tak mengganggunya .


Setelah acara akad selesai


Ameera berjalan menuju meja,mengambil segelas jus.


Ia masih menunggu mungkin saja nomor yang sama akan menghubunginya lagi.


Benar saja tak lama kemudian ponsel kakaknya itu kembali berdering


Ameera lalu menerima panggilan itu, ia berpikir mungkin ini penting,kalau tidak untuk apa menelpon sampai beberapa kali.


"Ya Hallo!"


tak ada jawaban.


"Hallo?!!"


masih tidak ada yang menjawab.


Namun sayup-sayup terdengar suara percakapan dari sebrang sana.


Apa yang dia katakan tadi ya?


Rapat !


Nyonya datang.Nyonya siapa ya?


Ameera menatap ponsel kakaknya.


saat sambungan telpon terputus.

__ADS_1


Raisa nama yang tertera di layar ponsel itu,dia yang berulang kali menghubungi kakaknya sedari tadi.


__ADS_2