Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Tentang Presdir Wiryawan Group


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 wib,berita kedatangan istri Presdir sudah tersebar keseluruh jajaran staf perusahaan sejak jam makan siang.


Semua karyawan sudah bersiap menyambut.


Berdiri sejajar, dengan urutan wakil direktur di bagian paling awal, selanjutnya Raisa,Divya dan yang lain nya.


"Ra,ngerasa aneh gak? "


Divya masih saja dengan pertanyaannya,kali ini berbisik sangat pelan.


"Apa?"


"Kita baru saja membicarakan ini bukan?! sekarang dia datang,apa gak aneh ya? jangan-jangan ada yang nguping pembicaraan kita tadi"


Khawatir jika ini memang karena ucapannya di kantin.


Raisa hanya mengedipkan mata,memberi tanda agar Divya berhenti bicara yang bukan-bukan,


toh kalau pun benar,kami akan tahu sebentar lagi, begitu pikir nya.


Ada konsekuensi dari setiap kesalahan yang di perbuat.


Beberapa saat kemudian terdengar suara deru mobil di depan pintu masuk kantor.


Semua sigap ambil posisi.


Suara langkah kaki mengintimidasi hingga seketika ruangan kantor ini terasa hening tanpa suara,bahkan untuk bernafas saja dilakukan sepelan mungkin .


"Selamat siang, bu?" sapa Pak Dito.

__ADS_1


"Siang" W.anita berusia kira-kira lima puluh tahunan namun masih terlihat awet muda itu menjawab,sedikit tersenyum dan melirik para pegawai nya.lalu melangkahkan kaki menuju ruang Presdir.


Pak Dito berjalan di belakang nya,diikuti yang lain.


Setelah Ibu Presdir duduk, semua staf penting perusahaan juga duduk rapih di kursi masing-masing.


"Selamat siang,bu.Apa gerangan yang membawa ibu datang hari ini ke kantor?" Pak Dito mulai membuka pembicaraan.


"Ya seharusnya memang masih satu minggu jadwal berkunjung.Jika memang saya harus patuh dengan jadwal yang saya buat sendiri, karena kapan pun saya mau,saya pasti datang ke tempat ini,tanpa harus mengikuti jadwal" Kata kata wanita itu berkelas dan penuh wibawa.


Memang jika menurut pada jadwal berkunjung masih terhitung sekitar satu minggu lagi,per dua bulan sekali nyonya Wiryawan selalu datang ke kantor,selain karena sudah menyerah kan semua tanggungjawabnya kepada Dito


Beliau juga sibuk dengan urusan pekerjaannya yang lain.


Memiliki bisnis butik dan salon kelas atas,berkumpul dengan banyak kalangan sosialita juga salah satu alasan kesibukannya.


" Iya memang benar,Bu.Kami hanya sedikit terkejut saja" Dito tesenyum,mata nya sudah berkeliling ke arah para staf meminta persetujuan.


"Perkenalkan Pada ku"


"Iya betul Bu,memang ada.Dibagian,Kantor pusat satu staf baru,yang lain nya ada tujuh tersebar di kantor cabang dan pabrik" Bapak wakil Direktur sudah mulai menjelaskan.


" Mana?"


"Ini Bu,Divya namanya dibagian manajer marketing" melirik kartu pegawai yang tersemat di saku kiri nya.


Gadis itu mengangguk dan tersenyum ketika namanya disebutkan.


"Bagaimana kinerja nya?" melanjutkan Interogasi nya.

__ADS_1


Deg.Divya sudah terlihat gelisah.


"Baik Bu,sangat baik"


Hah sangat baik pak Dito bilang..Huuuh


sudah bisa bernafas lega.


"Nona Divya ini selain cantik,muda,dia sangat pintar,dalam dua bulan saja dia sudah mendapatkan banyak tender,berhasil meyakinkan para klien dengan hanya satu kali pertemuan,padahal ini kali pertama nya dia bekerja."


Dito menjelaskan dengan penuh kekaguman.


Bangga akan kinerja yang ditunjukkan Divya.


Ibu Presdir yang sedari tadi mendengarkan hanya menatap gadis yang di puji puji Dito,senyumannya sudah terlihat sedikit bersahabat.


"Dan yang paling membanggakan,ide-ide baru nya yang tak kalah hebat,dia menyarankan agar perusahaan mengambil gebrakan dengan mengeluarkan produk baru,sekarang sedang dalam proses,dan untuk periklanan serta masalah ekspor impornya kami mengajukan kerja sama dengan perusahaan ternama,Yaitu Santoso Group."


"Apa Santoso Group...?! Bagaimana mungkin,berkali kali kontrak kerjasama kita ditolaknya,produk kita tidak pernah masuk pada standar perusahaan mereka"


Nyonya Wiryawan seketika kaget mendengar nama Santoso Group,yang notabene nya memang perusahaan kelas atas,setiap produk yang akan dipasarkan nya harus memenuhi standar yang mereka tetapkan.


"Itulah sisi hebatnya,bahkan kami semua disini sampai tidak percaya jika Divya mampu melakukan hal se mustahil itu"


Semua serentak memberi Applause pada karyawan baru bernama Divya Veronika Ibrahim,dimata mereka dia tidak hanya cantik dan pintar,tapi juga ramah serta baik hati.


Gadis yang diberi penghargaan hanya tersenyum manis,berdiri seranya berterima kasih.


"Terimakasih semua nya,ini bukan apa-apa tanpa kerjasama tim,semuanya disini ikut andil terhadap kesuksesan perusahaan ini,kita sama-sama bekerja keras"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2