Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 70 Malam yang Indah (Part 1)


__ADS_3

Pukul Sebelas tepat Haris beserta rombongan sudah kembali dari menghadiri acara putra mahkota yang kesombongannya sudah berhasil dijungkalkan begitu saja olehnya.


Kejam.


Pasti dia sekarang sedang meratapi kesalahannya, bukan.


Kesalahannya yang pergi terlalu lama tanpa kabar.


Bodohnya.


Hingga gadis yang ia impikan harus bersanding dengan Pria lain.


Berharap dia kembali ?sudah mustahil.


Tak mungkin bersaing dengan Haris.


Sudah Kalah telak bahkan sebelum berperang.


Jika ,laki-laki yang menjadi suami Divya bukan seorang Haris mungkin saja dia berani.


Divya sudah mandi dan berganti pakaian.


Sementara Haris masih berbincang di bawah dengan Papa nya juga Rudi.


Ya ampun gak nyangka aku,tadi bakal kejadian hal semacam itu.


Divya menghela nafas panjang,


Dia tengah duduk menatap langit malam ,di balkon kamarnya.


Malam yang indah.


Seindah apa yang baru saja terjadi.


"Bagaimana kau suka kejutan ku" Haris mengucapkan itu tepat di hadapan Nando,Ia melingkarkan satu tangannya di pinggang Divya .


Mengecup lembut dahi istrinya itu.

__ADS_1


Divya berusaha tersenyum "Tentu,terimakasih sayang aku pikir..." gadis itu tidak melanjutkan kata-katanya,ketika melirik ke arah Nando yang sedang menatap mereka kesal.


Ia segera mengalihkan pandangannya.


Sebenarnya ada rasa bersalah dihati Divya,tidak seharusnya dia tahu hal ini dengan cara seperti ini.


Namun mengingat kembali kejadian kemarin dan tadi di toilet membuatnya membuang perasaan itu jauh-jauh.


"Kau pikir apa sayang ?heum..?!" Haris samakin mengeratkan tangan yang melingkar di pinggang itu hingga Divya semakin menempel di tubuhnya.


"Kau pikir aku akan membiarkan mu disini ,sendirian...?"


"Setelah kejadian kemarin" satu tangan Haris kini mengangkat dagu hingga Divya mendongak menatapnya,dan satu kecupan singkat mendarat dibibir Divya.


Sontak wajahnya merona merah.


Didepan banyak orang,terlebih dihadapan matanya.


"Eum...Sayang gak usah bahas itu ya" Senyum mengembang di bibirnya sambil hatinya terus mengatakan.


Hentikan sayang


Divya meliha Raisa sedang Duduk menatapnya,


Uuuh kau buat aku iri saja Divya-ku


ia lantas melambaikan tangan.


Dirasa berbahaya jika dia tidak melakukan ini.


"Ra...sini !!" memanggil hanya dengan bahasa bibirnya,tanpa mengeluarkan suara.


Raisa menghampiri,gadis itu menggerakkan halisnya seakan mengatakan,Ada apa?


"Ini loh kamu belum tahu kan suamiku" Menyeting senyumnya agar Raisa mengerti maksudnya,mengedipkan matanya juga.


"Ah iya Vy,aku sampe kaget.gak nyangka deh beneran" Untung saja dia paham maksud Divya.

__ADS_1


Bahaya sama karirnya kalau Nando tahu dia menyembunyikan informasi perihal siapa suami Divya.


Ah gak nyangka aku,Divya sampe inget hal seperti ini,thanks sayangku kamu emang sahabat ku yang paling TOP deh.


"Sayang kenalin ini Raisa,sahabatku di kantor" Divya mengenalkannya pada Haris.bukan tanpa tujuan ,hal ini agar Nando yakin jika Raisa memang belum mengenal suaminya.


Aku tahu kamu menyembunyikan statusku,dan siapa suamiku.


Kalau Nando tahu sekarang dengan cara seperti ini.bukan tidak mungkin,kamu yang dalam bahaya Ra.


"Haris" menyambut uluran tangan Raisa


."Raisa" gadis itu tersenyum girang,kapan lagi bisa menyentuh tangan pangeran tampan di hadapannya itu.begitu dia berpikir.


Ah andai aku ...eh apa aku ini.


Jangan mimpi Ra,please jangan mimpi terlalu tinggi nanti kamu jatoh.


Divya mimpi dulu gak ya,bisa ada di posisi sekarang ini.Aaah mauu...! kapan pangeran tambatan hatiku datang.Tuhan.


Malam pun bergulir indah bagi Divya.


ia membiarkan suaminya itu terus menempel hingga banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan yang berbeda-beda.


Ibu mertuanya juga kini menatapnya hangat membuat segelintir pertanyaan muncul di benaknya,Rahma nampak berbincang akur dengan Nyonya Wiryawan,tentu saja karena mereka memang mengenal dekat satu sama lain.


Entah apa yang mereka bicarakan.


Hingga sampai di akhir acara sang empunya hajat justru terlihat murung.


Nando tak mampu menahan emosinya,raut wajahnya terlihat jelas menunjukkan kesedihan sekaligus kekesalan.


Itu yang membuat Divya enggan menutup mata malam ini.


Ia masih saja duduk di balkon kamarnya,sesekali berdiri di pinggiran pagar menatap langit berbintang.


Walau tak ada bulan muncul namun tetap terlihat indah.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2