Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 58.Kecemburuan Haris (Part 1)


__ADS_3

"Siapa dia itu...!" Haris melempar ponsel kasar kearah Rudi,ia menjatuhkan diri di sofa setelah sampai kembali ke kantor.


"Siapa Tuan?" Rudi menangkap ponsel dengan sigap.


Sepanjang perjalanan pulang ia menangkap gurat kegelisahan di wajah Haris.Mungkinkah dia sedang cemburu?pikirnya.


"Vero...?!" gumam Haris.


"Apa dia biasa dipanggil seperti itu?" tanya Haris.


"Setahu saya tidak Tuan" jawab Rudi " Selama ini hanya ada Dua orang yang memanggilnya vero..salah satunya ya bos nya itu"


Haris bangun dari posisi nya bersandar.


"Kau kenal dia?!"


"Nando..." Rudi menggantung kata -katanya


"Ya berani sekali dia memanggil istriku nama itu" Haris kesal.


Vero...? kenapa rasanya tidak asing dengan nama itu..


"Jujur,mereka memang saling kenal sebelumnya Tuan,mereka pernah dekat dulu.


saya saja sampai kaget melihatnya tadi,sudah lama dia menghilang.tapi bagaimana bisa dia jadi putra Wiryawan?" Rudi merasa kecolongan ia terbiasa tahu segala hal,dan sudah bisa mengantisipasi sebelumnya.


"Kenapa malah tanya itu padaku,pekerjaan mu apa...? begitu saja kau tidak tahu"


Karena memang itu bukan pekerjaan ku kan.Ahh iya harusnya aku lebih keras lagi mencari tahu keberadaan pria itu.


untung saja Divya sekarang sudah menikah, setidaknya dia sudah tidak punya kesempatan.kan?

__ADS_1


"Hei..."Haris melempar bantal karena Rudi malah terlihat melamun."Aku sedang kesal kau malah bengong begitu,Rud"


"Haha..iya tuan " Rudi tergelak " Kau sedang Cemburu ?"


"Cemburu? tidak.untuk apa aku cemburu ! dia saja berani menolak ku"


"Apa tuan masih menahan diri tuan?


setelah kejadian itu.."


malam saat haris keluar dan pulang dalam keadaan mabuk,ia akhirnya menceritakan semuanya pada Rudi keesokan harinya.


"Aku tidak bisa memaksanya kan?!" haris balik bertanya.


"Tunjukkan kalau memang Tuan sudah mulai menerimanya,Divya pasti masih ragu makanya dia menolak,usaha nya lebih keras ,rayu dia" jawab Rudi.


"Lagi pula bisa sekali seorang Haris diam saja melihat wanita seperti Divya" Rudi tergelak.


Haris mengacak-ngacak rambut,mengusap kasar wajahnya. frustasi.


"kau mau aku bicara pada Divya tuan?"


"Bicara apa!"


"Biar aku bantu,kalau kau tidak mampu menaklukkan adikku itu..Hahaha"


Haris mendengus


"Taklukkan dia sebelum ada yang mencurinya dari samping mu,adik iparku"Rudi menepuk bahu Haris ,tawa mereka pecah.


***

__ADS_1


"Mengingat kembali kejadian di restauran membuat haris makin kesal.


Amarah nya sudah memuncak.


Ia terlihat jengah menunggu kedatangan Divya,istrinya itu bahkan belum kembali saat Haris sudah berada di Rumah.


Sementara Divya baru bisa pulang setelah makan malam.


ia terpaksa harus mau memenuhi undangan Nyonya Wiryawan untuk makan malam di rumahnya.


Divya sendiri merasa tidak enak jika harus menolak,namun di sisi lain ia juga bimbang ketika ibunya Nando itu menanyakan statusnya.


"Saya.. saya.."Divya tergagap menjawab pertanyaan ibu Wiryawan.


"ibu...Divya pasti malu kan ibu tanya seperti itu."Nando menimpali.


Gadis itu tertunduk malu campur kesal mungkin.


"Kata Nando kalian sudah saling kenal sebelumnya ya? ibu banyak cerita tentang kamu loh sama nando selama dia diluar negri,sampe-sampe dia tuh tidak sabar pengen cepet pulang,pengen mastiin sendiri kalau Divya yang ibu maksud itu kamu " ucap nyonya Wiryawan .


Baru saja Divya hendak menjawab.Nyonya Wiryawan sudah angkat suara lagi.


sudah seperti lampu hijau bagi Nando saat ibunya mengatakan setuju-setuju saja jika mereka memiliki hubungan spesial kedepannya.


Sontak hal itu membuat Divya semakin resah,setelah acara makan malam ia memutuskan untuk segera pulang.


Divya juga menolak saat Nando berniat mengantarnya pulang.


Walau harus dengan berbagai alasan akhirnya ia bisa pulang sendiri dengan memesan taksi online .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2