Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Kejutan balas dendam


__ADS_3

Dia yang tak kuasa melihat kebahagiaan di wajah gadisnya bersama pria yang tak asing di matanya,tawa riang serta interaksi mereka mampu membuat tubuh kekarnya terasa remuk,lemas tak berdaya.


Dia berbalik hendak meninggalkan tempat namun tubuhnya tak sengaja menabrak seorang wanita hamil yang datang dari arah belakang.


Saat baru saja ia hendak meminta maaf wanita itu justru menyapanya lebih dulu.


"Tuan !"


"Tuan Haris !"


"Saya Raisa"


Ucap wanita itu lagi ketika pria yang menabraknya hanya mengerutkan dahi.


"Raisa ?"


Bahkan Haris lupa dengan nama itu,sejenak ia hanya menatap wanita bernama Raisa .


"Iya Tuan .Saya teman kantornya Divya dulu.Eum istri anda"


"Oh iya . Maaf "


"Tuan kenapa? Tuan baik-baik saja"


Raisa merasa ada yang aneh dengan tuan Haris,disaat bersamaan dia melihat apa yang baru saja di lihat pria malang ini.


Salah paham lagi rupanya.


Raisa tersenyum penuh arti.


"Kebetulan tuan disini ,saya sedang liburan sekalian untuk merayakan ulangtahun putri pertama saya tuan ,jika tuan berkenan bisakah tuan datang ke acaranya nanti malam"


"Putri pertama mu ? Kau sudah menikah ?" Tanya Haris merasa heran.


"Tentu saja"


Raisa menjawab sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Ah iya kau sedang hamil"


Haris mengusap tengkuknya.Tentu saja dia sudah menikah kalau dia mengatakan punya seorang putri dan sedang hamil anak kedua,apalagi !


Pertanyaan bodoh !


"Baiklah,aku usahakan datang nanti !"


Harispun berlalu meninggalkan Raisa yang masih berdiri mematung.


"Ah pasti putriku senang jika tuan datang"


Raisa kembali bersuara ketika Haris sudah beberapa langkah meninggalkannya.


"Kenapa?"


Tanpa Raisa sadari ucapannya justru mengundang pertanyaan lagi bagi Haris.


"Ya tentu saja kami senang jika tuan datang,benarkan ? Tidak harus ada alasan, bukan"


Raisa hanya mampu menahan senyumnya mengingat ini akan jadi kejutan istimewa.

__ADS_1


Setelah itu Haris benar-benar pergi dengan langkah besarnya.


***


Malam hari pun tiba,tepat pukul tujuh tiga puluh malam waktu setempat acara ulangtahun putri Raisa dimulai.


Mengingat ini bukan di tanah air jadi tak banyak tamu undangan yang datang.Hanya beberapa teman dari suaminya yang datang bersama anak dan istri mereka.


Mereka itu para kolega dari suami Raisa yang berasal dari Indonesia,hanya beberapa diantaranya yang berasal dari negara luar .


Ada Chinese juga warga negara kulit putih dan kulit hitam semua berbaur.


Katakanlah ini pertemuan dunia bisnis semua yang datang adalah para petinggi perusahaan.


Ulangtahun putrinya hanya sebagai pengait antar keluarga pengusaha.


Mereka bisa membawa serta putri mereka agar lebih dekat dan mengenal satu sama lain,begitupun para wanita .Para istri bisa bersenda gurau membicarakan apa saja dukungan dibalik kesuksesan suami masing-masing.


Setengah jam setelah acara dimulai Haris baru terlihat melangkah menuju area dimana acara tersebut diadakan.


Ia sendiri sebenarnya ragu,tapi melihat Divya tadi membuatnya yakin untuk datang karena berpikir dia akan ada di acara ini juga.


Benar saja,di depan tempatnya berdiri terpaku ada sosok yang selama ini ia rindukan,dengan gaun pesta berwarna biru terang nya yang nampak anggun dia tengah bertepuk tangan,sosok lain di sampingnya justru membuat airmuka Haris berubah emosi serta rahangnya yang mulai mengeras.


Saat setelah Haris datang,walau dia belum benar-benar sampai di tempat.


Seseorang menghampiri nya.


"Hai Om baik,kau juga datang ke ulangtahun ku?"


Haris yang nampak kaget pun setengah membungkuk mendengarkan gadis yang di temui nya di taman siang tadi.


Apa ini ? Gadis ini Melodi aku tahu,dia putri Raisa? Batin Haris bertanya-tanya.


"Berapa umurmu sekarang ?"


"Lima tahun Om"


Seranya mengangkat lima jari kehadapan Haris.


"Ini untukmu,eum siapa tadi namanya?"


Haris pura-pura lupa dengan nama anak itu,ia menyerahkan boneka terbungkus plastik transparan sebagai hadiah ulangtahun.


"Melodi Om "


"Ah iya,Melodi nama yang indah"


Haris tersenyum serta mengusap lembut pipi gadis kecil itu.


"Terimakasih Om baik,terimakasih juga untuk boneka nya yang lucu ini"


"Sama-sama anak manis"


"Ohoo Om tampan,kenapa kau hanya memberikan kado untuk kakakku saja.Untukku mana"


Ucap gadis berlesung pipi menghampiri mereka,Haris kembali berdiri tegak ia menatap ke arah Divya yang sama menatapnya dengan tersenyum penuh arti.


Saat pandangan mereka saling bertemu,disaat yang sama Ayah dari Melodi memberi sambutannya.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya para tamu undangan,Terimakasih sudah berkenan hadir diacara kami ini.Sungguh suatu kehormatan bisa mengundang kalian semua disini"


"Mohon maaf saya pakai bahasa Indonesia disini,karena kebanyakan juga orang Indonesia yang hadir"


Seranya tergelak renyah disusul tepuk tangan yang riuh terdengar


Laki-laki yang tengah bicara itu sukses membuat darah Haris semakin mendidih kala melihat ia menggandeng tangan Divya.


"Berada diantara dua wanita hebat,serta dua putri yang cantik-cantik disana"


Tangannya terulur menunjuk Melodi dan Marisa.Kedua gadis kecil yang di sebutkan nya sebagai putrinya.


"Di sebelah kanan saya tentunya seorang yang sangat saya cintai,Raisa istriku"


Seorang penerjemah bahasa pun turut mengikuti apa yang di sampaikannya.


"Dan di sebelah kiri saya,dia siapa ya?"


Canda nya menatap Divya dengan tersenyum.


"Pengusaha wanita hebat,pimpinan perusahaan besar, kalian tentunya sudah tak asing lagi dengan wajah cantiknya, bukan? Dia yang sukses membangun kembali perusahaan setelah kecelakaan yang menimpa suaminya"


Pria itu menatap jauh ke tempat dimana Haris berada.Membuat laki-laki itu seketika menjadi pusat perhatian .


Nyonya Haris Santoso begitu pria itu memanggilnya,meriuhkan kembali tepuk tangan mereka yang hadir disini.


Acara yang bertemakan outdoor di atas hamparan salju ini sukses di gelar dengan sangat meriah.


Ucapan selamat ulang tahun dibarengi deretan kado dari anak-anak pengusaha.Satu hal yang membuat Harus tercengang mengapa pria itu memanggil Divya dengan namanya.


Jika mereka kembali bersama dan membesarkan Melodi serta memiliki satu anak gadis lain harusnya Divya lah yang di perkenalkan sebagai istrinya,bukan Raisa.


Apa dia sudah salah memahami ini?


Dia masih terdiam mematung sampai Divya turun menghampirinya.


Melingkarkan tangan di leher Haris,serta berjinjit membisikkan sesuatu yang terdengar indah.


"Selamat datang sayang,Happy Anniversary"


Haris menatapnya bingung.Dia terdiam hanya terdiam.Seakan terpaku oleh keadaan.


"Kenapa? Kau tidak merindukan ku ?"


"Kenapa menatapku seperti itu?"


"Kenapa tidak membalas memelukku"


Divya menatap mata Haris lekat lekat.


Rasa rindu yang sudah ia tahan selama ini,tadi saat Haris datang rasanya ia ingin berlari memeluknya.Namun itu ia urungkan demi memberi Haris kejutan seperti ini.Divya bahkan melihat wajah Haris yang memerah kala tangannya di genggam menuju podium oleh laki-laki yang selalu dianggapnya MUSUH.


Siapa lagi kalau bukan Pranando Wiryawan.


epilog.


Raisa memberi isyarat jari menandakan


OK! Ketika Haris pergi meninggalkan taman tadi.

__ADS_1


Congratulations untuk kejutannya.


__ADS_2