Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 53 Amarah Haris


__ADS_3

Entah kemana pergi nya Haris malam itu,ia keluar meninggalkan Divya dengan emosi.


Gadis itu hanya meringis menahan sakit di pipi nya.tanpa berniat mencari kemana perginya Haris,ia berucap maaf berulang kali dalam hatinya.


Keesokkan harinya barulah Divya mencari keberadaan suaminya.


Dia pasti marah karena ditolak semalam,hingga ia tidak kembali lagi ke kamar sampai pagi ini.


Divya mencari diruang kerjanya, haris tidak ada disana.ia kembali naik ke kamarnya.saat hendak membuka pintu ia menoleh ke samping kanan.


Pintu Ruang galeri yang tak pernah sekalipun ia masuk kedalamnya.


ada apa disana ? entahlah.


Dengan Perlahan Divya membuka pintu yang tidak terkunci itu.


menengok kedalam ruangan dari balik pintu,tak ada haris disana.


Divya memutuskan untuk tetap masuk.


perlahan mulai terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


mungkin Haris sedang mandi.pikirnya.


ia berjalan menyusuri tembok,dilihatnya banyak foto yang terpampang hampir memenuhi setiap sudut ruang.


Apa ini...? dia bahkan masih menyimpan semua ini.lalu kenapa dia berani menyentuh ku Semalam. Divya mengusap dada nya sendiri,demi melihat banyak foto seorang gadis.

__ADS_1


Mungkinkah dia ini Marisa?


wanita yang di ceritakan mbok Jum.


Wanita beruntung yang bisa dicintai Tuan Muda .lalu apa artinya aku...?


Tanpa terasa airmata jatuh menyusuri pipi.


Rasanya sakit sekali melihat ini...


tangannya meraih satu foto .


gadis didalam foto nampak cantik tersenyum manis. ada sedikit kemiripan antara dia dan seseorang di dalam foto itu.dialah Marisa sebuah nama tertulis dengan tanda love di balik frame .


Ia kembali meletakkan foto itu ditempatnya,tangan kiri nya mengusap airmata,memegangi pipi sejenak.


benarkah aku mirip dengan nya? bertanya pada diri sendiri.


Sebuah Gitar,drum dan piano.


melengkapi ruang galeri sekaligus studio mini.


Divya membuka piano tersebut dan mulai memainkannya,bersenandung menyanyikan sebuah lagu...


Haris mendengarkan dari dalam kamar mandi,ia keluar begitu Divya selesai dengan nyanyiannya.keluar,hanya dengan menggunakan handuk kimono yang sedikit tersingkab dibagian dada.


membuat gadis didepan nya gugup,bahkan dengan susah payah ia menelan ludah.

__ADS_1


Suara tepuk tangan Haris,seakan mengintimidasi suasana


"Hebat juga kau rupanya...? "senyum menyeringai yang Divya lihat dibibir pria itu "apa yang kau lakukan ditempat ini?"


bertanya dengan sorot mata tajamnya.


"Aku...aku..."Divya gugup, ia melangkah mundur seiring Haris yang semakin mendekat."Mencari mu" deg.tubuh nya kini menabrak tembok dibelakang nya.


"Untuk apa...?" Haris sudah menahan tubuh Divya ,menghimpitnya hingga tak dapat bergerak."Bukankah kau tidak ingin aku menyentuh mu?" tangannya berada tepat di sisi kanan dan kiri Divya.


"Menyentuh mu seperti ini" menggerakkan tangan kiri nya menyusuri garis wajah istrinya,


Divya memalingkan wajah seranya berucap maaf.


"Maaf...maafkan aku...tapi..."


belum gadis itu menyelesaikan kata-kata nya,haris sudah menyela...


"Tapi apa...?!" ia memukul tembok di samping wajah Divya,membuatnya memejamkan mata ."Sudahlah ...keluar !!!"


menunjuk arah pintu.


"Cepat keluar dari sini bodoh...!!" kembali memaki dan berteriak " Kau lupa perjanjianmu,kalau Kau tidak akan mencampuri urusan ku.seperti yang kau katakan semalam,kau lupa?? Bukankah sudah aku peringatkan untuk tidak datang ke tempat ini,"


Kalau kau tidak ingin sakit hati.melihat semua ini. Haris


"Keluar sekarang juga!!" usirnya lagi ketika melihat Divya hanya menatapnya dan tidak segera meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau mu,tapi...maafkan aku...maaf" hanya itu yang mampu keluar dari mulut Divya,entah atas dasar apa dia berani menolak Haris.


Mungkinkah Divya masih takut,jika suatu saat Marisa wanita Yang di cintai Haris itu kembali .


__ADS_2