Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 61. Alasan Divya.


__ADS_3

Kenangan itu akan selalu ada,karena kita pernah melewatinya.entah itu menjadi bayangan kelam di hidup kita sekarang ataupun tidak.tapi semua orang punya masa lalu. seseorang punya hak atas masa lalu mereka.Baik aku ataupun kau.


tapi seperti dirimu menyikapi masa lalu mu maka seperti itulah aku hidup denganmu dan dengan masa lalu ku.entah sampai kapan.tapi percayalah semua itu hanya akan hidup sebagai kenangan tidak lebih.


Kata-kata yang terlontar dari mulut Divya ketika Haris memintanya untuk menjauh dari Pria masalalu nya,Nando Wiryawan.


Malam itu sebelum tidur


Haris meminta istrinya itu untuk resign dari perusahaan .


namun dengan alasan yang tak masuk akal pastilah akan menyisakan tanda tanya,lebih-lebih tak ada yang tahu status nya kini selain sahabatnya ,Raisa.


"Aku pasti akan resign tapi tidak sekarang,sayang" Divya memutar kepala demi menjawab permintaan suaminya .


Ia tengah duduk di depan cermin setelah ritual mandinya selesai.


sudah memakai baju tidur yang tersedia di lemari nya.


Yah sejak dia datang memang pakaian sudah tersedia lengkap ,mulai dari baju kantor,baju untuk dirumah dan baju tidur.walaupun ia membawa beberapa baju ganti juga dari rumah pamannya .


Divya memoles wajahnya seperti biasa,


dengan rangkaian perawatan yang membuatnya selalu tampil cantik,dengan kulit putih mulusnya.


Panggilan sayang kini tak lagi terasa canggung diantara mereka,walaupun satu sama lain belum ada yang menyatakan perasaan mereka masing-masing.Namun ,sikap cemburu Haris mampu membuat pandangan Divya terhadap laki-laki yang terpaksa menikah dengannya itu berubah begitu saja.


Laki-laki yang selalu dingin dan kasar,laki-laki yang sering ia panggil monster itu.kini Divya lebih menerima kenyataan.


kenyataan bahwa Haris sah sebagai suaminya sekarang.


berdamai dengan keadaan karena mungkin inilah takdir yang tertulis dan tidak bisa ia bantah .begitu pikirnya.

__ADS_1


Ia berjalan menuju tempat tidur.


bertanya pada suaminya sebelum ia naik keatas kasur.


"Tidur disini? atau aku yang..." belum selesai ia bicara Haris sudah menyela.


"Yang apa?! tidur di sofa ? tidak perlu.disini saja seperti biasanya.aku juga."


"Kau..." Divya segera duduk naik diatas ranjang ketika Haris sudah melemparkan tatapan tajam padanya,tatapan yang seakan membunuh siapa saja yang melihat nya . Divya selalu saja luluh jika Haris sudah begitu.


"Sini...!" Haris menepuk sisi sebelahnya agar Divya mendekat.


"Ayo sini.." ia kembali menepuk kasur lalu merentangkan tangannya ketika melihat gadis itu hanya terdiam menatap tempat yang Haris tepuk,Agar istrinya itu masuk kedalam pelukannya.


"Sayang...kau bilang apa tadi?"


Haris sudah mulai bicara,tangannya mengusap lembut rambut istrinya.wajah Divya bersandar di dada bidangnya Haris yang duduk bersandar di atas ranjang.degup jantungnya terdengar jelas.


"Apa,bilang apa memangnya?" Divya tidak mengerti maksud suaminya itu.perkataan yang mana yang ia maksud.


"Kau bermimpi jika mengharapkan itu dariku. itu yang kau katakan, bukan?" Haris mencium puncak kepala Divya.


"Memang apa yang kau harapkan? heum...?!" Haris meminta jawaban,


Divya menegakkan


kepala menatap suaminya,


Ia bahkan mungkin menyadari sudah semerah apa sekarang wajahnya,karena malu.


memilih kembali menunduk dan membenamkan wajahnya di dada Haris,

__ADS_1


seranya menjawab "tidak mungkin kau tidak mengerti kan?" jawaban yang sekaligus pertanyaan itu terlontar.


membuat Haris tergelak.


"Hahaha...kau mau aku menyentuh mu.begitu" tanya Haris.


Divya mengangguk.


"kalau begitu ucapkan yang jelas dong,aku tidak mengerti kan jadinya" Haris menggoda.


"Aaah...apa si " Divya mencubit pelan perut suaminya ,rasanya semakin malu digoda seperti itu.


"Mau sekarang?" tanya Haris lagi kali ini menatap wajah istrinya yang sudah duduk tegak di sampingnya,menggerakkan halis menggodanya.


"Hei tidak bisa sudah ku bilang tadi"Divya menepuk bahu Haris,ia memilih menarik selimut merebahkan tubuhnya.


"Hei memangnya masih ya,lama sekali "


Haris yang protes pun mengikutinya,mereka sama-sama tertidur dalam pelukan hangat.


epilog


Divya menunjukkan sesuatu ketika haris meminta jawaban,alasan apa yang membuat istrinya itu menolaknya.


alih-alih menjawab Divya hanya mampu menunjukkan sesuatu dibalik pakaian ganti nya,sesuatu itu benda yang biasa Wanita pakai ketika datang bulan.


Ya pembalut.Haris tahu itu.


Haris berdecak tak percaya hanya karena hal itu ia menampar istrinya.


pasti sakit bukan? bukan tamparan nya lebih dari itu,hatinya yang sakit.

__ADS_1


Nih ini alasanku Sayang.Bagaimana aku bisa melayanimu kalau tamu bulanan ku datang tepat di malam yang sama.itu yang dikatakan Divya.sambil tersenyum malu-malu.


__ADS_2