Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
85.Ameera Bertemu Nando (Part 1)


__ADS_3

Seminggu yang lalu.


Ameera tengah berjalan-jalan di Taman seperti akhir pekan sebelum-sebelumnya.


Seperti biasa bersama Erik.


Baru saja hendak duduk di salah satu bangku taman,ia dikejutkan dengan suara seseorang yang berteriak .


"DIVYAAAA..." Suara itu nyata terdengar di telinganya.Membuat Ameera mau tak mau mencari sumber suara itu.


Tepat beberapa meter sebelah kiri tempatnya duduk,terlihat seseorang tengah berdiri sambil mengacak rambutnya seakan frustasi.


"Vero...kenapa? kenapa vero ?" Suara yang sesekali terdengar lirih lalu tak lama kemudian berteriak lagi.


"KENAPA !!!"


"Aku tahu aku salah,aku salah"


"Aaaarhh sial" Menendang batu batuan kecil di hadapannya.


Ameera tertegun menatap kelakuan pria itu sambil terus mengingat siapa gerangan dia itu.Mengapa menyebut nama kakaknya?


Perlahan Ameera mendekat,langkah kakinya pelan, ada desir rasa takut sekaligus penasaran di hatinya .


Sejenak ia berhenti,mengerenyitkan dahi tanda ia semakin mengingat wajah pria di hadapannya.


"I itu seperti Kak Nando?" Bertanya pada dirinya sendiri.


"iya bener itu kak Nando " Seru Ameera ketika ia semakin yakin dengan pandangannya.


Ia mendekat ,jarak beberapa langkah ia bicara sambil terus menatap lekat.


"Kak !" Pria itu menoleh terlihat manik coklat itu yang sedikit berlinang,


"Kakak,Kak Nando bukan?" Tanya Ameera ragu.


"Eu...eum bukan ya?" Semakin ragu ketika pria itu hanya mengernyitkan dahi tanpa menjawab pertanyaannya.


"Maaf mungkin saya salah orang" Sudah hendak melangkah pergi namun pria itu memanggilnya.


"Tunggu ! kamu siapa? " Tanya nya.


"Jadi bener kakak ini kak Nando?" Tanya Ameera lagi.


"Ya" Jawabnya singkat.


"Oh ya ampun,berarti bener ya ! Kirain aku salah, Kak. Aku Ameera kak,kakak inget aku?" Seru Ameera .

__ADS_1


"Ameera?" Nando kembali mengernyitkan dahi mengingat nama yang disebut gadis di hadapannya.


"Iya kak,aku Ameera.Adiknya kak Divy.


Kakak inget?" Jelas Ameera mengenalkan diri sebagai adik dari wanita yang baru saja Nando teriaki namanya.


"Ah iya Ameera !" Saat akhirnya ia mengingat gadis itu.


"Iya kak,yang suka di ancam kak Divy kalau dia habis ketemu Kakak,atau Meera gak sengaja mergokin kalian berdua di taman" Ameera mengingatkan kembali moment enam tahun yang lalu.


"Jangan bilang ibu kalau kakak ketemuan sama kak Nando,awas kamu !" Menirukan suara Divya ketika mengancamnya lantas tergelak.


"Ah iya iya aku inget !" Nando bersorak membenarkan,tangannya terangkat menunjuk-nunjuk saat Ameera mengingatkan hal itu.


"Kamu dulu masih kecil banget,hahaha.Masih segini kan dulu ya?" Tangannya kembali mengudara di samping perutnya,mengisyaratkan jika dulu Ameera tingginya bahkan tak sampai batas dadanya.


"Sekarang kamu sudah makin besar ya,makin mirip Divya"


"Haha iya Kak,aku kan di kasih makan jadi makin gede" Ameera kembali tergelak.


"Iya bener makin cantik pula sampe pangling kakak gak ngenalin kamu" Nando lantas menatap lekat Ameera yang nampak semakin beranjak dewasa dan semakin terlihat cantik.


"Duduk di situ yuk ,Kak!" Menunjuk tempat biasa ia menghabiskan waktu senja di akhir pekan. Terkadang bersama Erik.


"Meera kesini sendiri" Tanya nya kemudian setelah keduanya duduk di bangku taman.


"Sama temen Kak,tapi lagi beli minuman" Ameera celingukan mencari Erik yang masih belum juga datang.


Disaat bersamaan Ameera menoleh kebelakang.


"Hei,kenapa bengong ?" Tegur Ameera saat melihat Erik hanya berdiri mematung. "Sini !!" Menjentikkan tangannya.


"Ah...i iya" Jawab Erik tergagap.


"Lama ih,haus tau !" Dengus Ameera,berpura-pura kesal.


"Haha iya maaf,antri tadi.Nih !!" Erik tersenyum seraya menyodorkan cup minuman dan camilannya pada Ameera.


"Ini...siapa, Meer ?"


"Ah iya sampe lupa saking hausnya, kak Nando mau minum ?" Menyodorkan cup minuman itu padanya.


"Tidak,terimakasih .Meera saja yang minum" Nando menolak .


"Ayo minum katanya haus !" Imbuhnya sambil tergelak kecil.


"Hehe..iya" Ameera menyedot minuman itu sejenak sebelum ia kembali bicara.

__ADS_1


"Ini kak Erik, kenalin " Saat Erik sudah duduk di bangku berhadapan dengan Ameera dan juga pria asing itu.


"kak Erik nih temen aku kak,terus ini kak Nando temen lama kak Divy dulu" Mengenalkan Nando pada Erik.


"Hai,Erik kak" Seru Erik memperkenalkan diri,ia mengulurkan tangannya yang langsung disambut hangat oleh pria asing bernama Nando itu.


"Hai, saya Nando" Ucapnya mengukir senyum.


"Tau ada temen kak Divya aku beli tiga tadi minumnya,Ameera gak ngomong sih" Ujar Erik basa basi.


"Aku juga gak sengaja ketemu kak Nando disini,sudah lima tahun lebih ya kak? dulu aku masih SD kelas 6 kalo gak salah pas kakak deket sama kak Divya.


Gak nyangka bisa ketemu disini" Jelas Ameera panjang lebar.


"Lima tahun lebih?" Erik nampak tak percaya.


"Iya hampir enam tahun kak Nando ngilang kayak setan,padahal kak Divya udah nyari kakak kemana-mana"


Ameera meyakinkan,ada nada kesal dibalik ucapannya itu.


"Iya...maaf kakak memang salah,tapi ngomong-ngomong kamu kok masih bisa ngenalin kakak padahal kan sudah lama ya ?" Nando baru menyadari jika ingatan Ameera begitu kuat.


"Oh itu,itu soalnya Meera punya foto kakak"


"Foto?" Nando mengernyitkan dahi.


"Kakak inget foto kakak berdua sama kak Divya? sebenernya foto itu sudah kak Divya robek terus di buang ke tempat sampah,tapi karena sayang aku pungut lagi..hehe"


"Siapa tahu bisa ketemu lagi kan sama kakak,eh ternyata bener ketemunya sekarang.Tapi kak Divya nya sudah..." Ameera refleks menggigit bibirnya sendiri.Tak tahu harus mengatakannya seperti apa.


"Divya sudah menikah" Timpal Nando,meneruskan perkataan Ameera .


"Iya kan? itu yang mau kamu bilang ke kakak"


"Kak Nando sudah tahu yah?!"


"Apa kak Nando juga sudah menikah?" Tanya Ameera kemudian.


"Belum ! " Tersenyum getir.


"Kakak masih suka sama kak Divya?" Ameera dengan polosnya menanyakan hal itu,Erik mengerlingkan mata mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut gadis itu.


Duh kamu ini polos atau gimana sih,kenapa nanya begitu? Erik.


Nando hanya tersenyum menanggapinya.


"Menurut kamu?" Dan justru balik bertanya.

__ADS_1


"Menurut Meera sih..." Ameera tak berani melanjutkan kata-katanya ia tersadar ketika Erik menatapnya tajam,seakan memberi sinyal buruk jika ia terus membahas masa lalu kakaknya yang bahkan sudah bersama orang lain.


"Tapi,kakak juga sih kenapa pergi tanpa pamit ke kak Divya,kan kasian kak Divya nyariin,sampe ngedatengin kakak perempuanya kak Nando di desa.Tapi mereka gak tahu juga kakak pergi kemana" Keluh Ameera menceritakan apa yang terjadi setelah kepergiannya yang tiba-tiba.


__ADS_2