Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Pernikahan part 1


__ADS_3

Hari yang membahagiakan tiba.Pernikahan Ameera dengan pria bernama Erik.


Setelah menikah sudah dipastikan Ameera akan diboyong Erik ke kota asalnya,yaitu di Kota S.


Di sana ia bekerja di sebuah perusahaan di bawah naungan perusahaan milik Fram yang kini di pegang Rudi.


Sementara Ameera yang mengambil jurusan desain interior pasti akan segera mendapatkan pekerjaan setelah menikah nanti tentunya atas izin suaminya.


Roda kehidupan berputar dengan adil dan dengan ritme yang sudah tuhan tentukan. Kebahagiaan serta kesedihan datang silih berganti, mewarnai hari-hari setiap insan di muka bumi.


Divya sudah berdiri di bagian paling terdepan dalam mendukung adiknya, keputusan ia menikah setelah lulus kuliah diambilnya dalam kurun waktu yang cukup lama.


Cukup lama Ameera berpikir hingga ia menerima lamaran Erik.


Melihat kesungguhan hati pemuda itu membuat Ameera yakin dialah imam yang baik untuknya.


Perjalanannya mencari jati diri dan kedewasaan, kisah cintanya tidak datar -datar saja ada banyak liku yang menghadang serta mewarnai perjalanannya.


Namun,apakah hanya Ameera yang mengisi hati Erik atau kah ada orang lain ? Sebaliknya apakah hanya Erik yang selama ini menjadi satu-satunya cinta di hati Ameera.


Sedikit melirik kebelakang, ingat dimana Ameera begitu sulit membuka hati untuk pelayan itu.


Pelayan di rumah pamannya yang selalu setia menunggunya.


Ia pernah ragu hanya karena satu ciuman. Laki-laki manapun menginginkan itu dari setiap kekasihnya.


Tapi saat itu Ameera bukan kekasihnya bagaimana mungkin dia berani menyentuh yang bahkan bukan haknya.


Ameera pernah terjebak dua diantara persahabatan dan cinta.


Ia sempat menjalin hubungan persahabatan cukup dekat dengan laki-laki bernama Andra,teman sekelasnya.


Walau hanya sebatas persahabatan namun sepertinya Andra menganggap itu lebih, ia berharap Ameera menerimanya lebih dari sekedar sahabat.


Bagi Ameera Andra memang sosok yang baik.Cukup nyambung ketika di ajak ngobrol, Ameera tidak pernah ragu menceritakan apapun padanya.


Tapi dimata Ameera Andra itu sosok yang manja dan terlalu mengandalkan orang tuanya dalam hal apapun.


Berbeda jauh dengan Erik yang lebih dewasa dan bijaksana. Terlebih hati Ameera memang memilih pria itu.


Pelayan yang ditemuinya hampir setiap waktu.


Adil kah ini bagi Andra? Bagaimana dia sekarang, setelah kejadian hari itu tak pernah ada kabar lagi darinya.


Suatu Hari Di Taman .


Ameera seperti biasa menghabiskan senja di antara bunga -bunga indah di taman yang terletak tidak jauh dari rumahnya.

__ADS_1


Ia duduk bersandar di temani seorang laki-laki masih dengan seragam SMU-nya .Hari itu tidak seperti hari-hari biasanya. Ameera mengunjungi tempat itu bukan di akhir pekan dan bukan pula bersama Erik.


Sepulang sekolah Ameera sengaja melarikan diri sejenak dari pikirannya tentang pria itu, pria yang berani menciumnya sore kemarin.


Bayangan serta kilasannya tidak pernah bisa menghilang dari pikiran Ameera.


Entah kenapa ia begitu marah.


Mungkin wajar karena itu pertama kalinya bagi Ameera si gadis polos.


Andra senantiasa mendengarkan semua ocehan Ameera yang terus mengumpat nama Erik walau ia tidak menceritakan apa yang membuatnya kesal. Saat Andra bertanya apa masalahnya Ameera hanya mengatakan pria itu mengganggu-nya terus-terusan.


"Kenapa kau tidak laporkan dia pada paman mu, Meera? Apa susahnya, iya kan? "


"Ya gak mungkin,apa yang mau aku laporkan coba. " jawaban Ameera memberenggut saat itu.


"Ya kamu bilang dia ganggu kamu"


keluh Andra merasa serba salah.


"Kau mau aku ditertawakan paman


apa? "


Lagi-lagi itu bukan solusi menurut Ameera.


"Lalu? "


Tangannya yang terlipat di dada serta wajah masamnya membuat Andra terkekeh geli.


"Kamu bilang aja kalau kamu gak mau dia deket-deket"


"Alasannya? Dia pasti nanyain alasan,kan.Gak mungkin nerima gitu aja"


Pemikiran Ameera memang tidak salah, laki-laki pasti butuh alasan kenapa perempuan yang tadinya dekat tiba-tiba menjauh.


"Bilang aja kita pacaran apa susahnya" jawab Andra mengentengkan.


"Gila apa! Kita? Kau mau aku di amuk sama kedua kakak ku ya? Mereka mana ngizinin aku pacaran sih" seloroh Ameera tidak sependapat.


"Kan pura-pura Meera cantik, cuma buat si Erik itu jauhin kamu. Itu kan yang kamu mau?"


Andra tak mau kalah dengan mengutarakan solusi yang menurutnya benar.


"Tapi, gak harus gitu juga kan caranya, mana bisa kita pura-pura"


keluh Ameera masih tidak mau menerima saran konyol dari temannya itu.

__ADS_1


"Ya kalau gak mau pura-pura ya sudah kita pacaran benaran aja susah amat, aku gak keberatan kok"


suara Andra nyaris tidak terdengar oleh Ameera.


"Hah apa kamu bilang?"


Gadis itu sampai meminta Andra mengulang perkataannya.


"Gak, aku gak ngomong apa-apa. Kamu salah denger kali"


Pengecut ! Kenapa Andra tidak berani menyatakan perasaan dia yang sebenarnya. Bodoh!


Kebodohan itu pula yang membuatnya melarikan diri dan pergi dari kehidupan Ameera .Memilih melanjutkan kuliah di luar negri demi meredam semua rasa yang ia pendam untuk Ameera.


Andra berharap Ameera akan selalu bahagia meski bukan dia yang mendampingi.


Andra pergi juga karena menganggap jika Ameera sebenarnya mencintai pria yang ia panggil dengan sebutan 'kak Erik'


namun gadis polos itu belum bisa menyadari-nya.


Hari ini


Di altar pernikahan sepasang insan tersenyum bahagia, dia lah Ameera.


Berbalut gaun pengantin yang indah.Berwarna biru muda, cantik nan anggun .


Di sisinya berdiri pria tampan nan gagah dengan stelan jas melekat di tubuhnya.


Semua mata tertuju pada mereka berdua , banyak yang memuji pasangan ini karena keserasian keduanya.


Pagi tadi dengan mantap Erik mengucapkan ijab kabul dalam satu tarikan nafas.Dan malam ini resepsi pernikahan pun di gelar begitu mewah.


Divya sampai menangis haru, dan bahagia. Tuntaskah kewajibannya sekarang ?


Kewajiban menjaga dan melindungi adik-adiknya. Divya tentu merasa bangga karena kedua adiknya selalu kuat menghadapi segala macam ujian hidup. Kini mereka akan menempuh ujian dan fase hidup yang sesungguhnya,yaitu menjalankan rumah tangga yang rukun dan bahagia .Seperti banyaknya ujian yang pernah ia lewati semasa awal pernikahannya dengan Haris. Tapi tidak! Ameera pasti jauh lebih bahagia karena pernikahannya bukan atas dasar perjodohan,setidaknya semua akan ia lewati dengan lebih mudah.


Sejenak Divya menatap Haris yang berdiri di sampingnya .Melingkarkan tangan. Menyeka sudut matanya yang berlinang serta menyandarkan kepalanya di bahu pria yang sudah mmencuri hatinya.


"Pegal sayang? " tanya Haris.


Sedari tadi mereka memang berdiri menyaksikan pengantin yang tengah sibuk menyalami para tamu undangan.


Haris dan juga Divya pun sama,banyak di antara mereka tamu-tamu yang datang karena memang mengenal Haris sebagai kakak ipar dari si pengantin.


"Eum " Divya mengangguk.


"Duduk disana yuk! " ajak Haris.

__ADS_1


Haris memapah Divya menuju sofa ,duduk berdua di sana.


Acara yang di gelar di kediaman Fram berjalan cukup meriah.


__ADS_2