Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Kembali ke kantor.


__ADS_3

"Divyaaa...!" suara teriakan Raisa terdengar di area parkir.


"Kemana aja sayangku...Aku rainduu kamu tau," seranya menghampiri dan


memeluk erat Divya yang baru saja turun dari taksi.


"Aku libur dua hari saja kau sudah rindu,Ra? Bagaimana kalau aku libur sebulan,haha" Divya balas memeluk sahabatnya itu dengan tawa bahagia.


"Eh iya kau izin tiga hari kan?


Tapi kenapa sudah masuk hari ini?" tanya Raisa begitu menyadari Divya sudah kembali bekerja dalam dua hari, ia pun melepas pelukannya.


"Eum itu karena~


Urusan ku sudah selesai,jadi aku bisa masuk hari ini," Divya tersenyum meyakinkan, ia yang tak terbiasa berbohong nampak sedikit gugup.


" Masuk yuk !" ia lantas mengajak Raisa segera masuk ke dalam gedung perkantoran.


"Cerita dulu ! Kau dari mana saja dua hari ini ?" selidik Raisa begitu penasaran.


"Ya,iya nanti aku ceritakan." tak ingin berlama-lama di parkiran, Divya sudah berjalan menggandeng tangan Raisa memasuki area kantor.


Baru saja ia masuk ke ruangannya Raisa sudah kembali melempar pertanyaan yang sama seperti saat di luar tadi. Gadis tidak sabaran ini begitu ingin tahu apa yang dilakukan Divya selama dua hari kemarin.


"Kamu kemana kemarin, Vy?"


Alih alih menjawab Divya malah menatap sahabatnya lekat,mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan,dengan tatapan nanar. Entah darimana Divya harus memulai kisah tragis ini. Rasa bimbang menyelinap ke dalam relung hatinya. Haruskah ia menceritakan segalanya?


"Aku bingung mau cerita apa, Ra" seranya menjatuhkan diri di atas kursi.


Divya yang nampak resah menarik nafas berat serta membuangnya kasar.


" Bingung gimana? Tinggal ngomong aja sih,kemarin darimana ? Pergi kemana? Urusan apa? Ya itu juga kalau boleh aku tahu, kalau kamu keberatan ya tidak apa-apa,Vy." Raisa cemberut, ia mungkin bilang tidak apa-apa,tapi melihat sikapnya seakan dia akan kecewa jika Divya tidak mau cerita membuatnya menjadi semakin gelisah .


"Aku ~aku~" dengan ragu ia mulai menjawab.

__ADS_1


"Ok ! tapi ini rahasia ya? Jangan ada yang tahu selain kita berdua,kau paham ! " Divya setengah mengancam.


Raisa ,dia hanya mengangguk .


"Aku tuh, kemarin~ abis, " Divya menggantung kata-katanya. Merasa gusar harus mengatakan apa yang terjadi dalam hidupnya.


"Nikah" imbuhnya pelan.


"APAA ! Ni-nikah !" sontak Raisa terkejut.


"Eh.Ssuutt ,aduuh..! Jangan teriak. Dibilangin ini rahasia. " Divya memberi isyarat telunjuk di bibirnya mendengar suara Raisa yang cukup keras.


" Yang bener kamu ?!" kali ini Raisa memelankan volume suaranya.


Divya hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Kenapa aku tidak diundang Vy ." protes nya.


"Jangankan mengundang, aku bahkan tidak ingin ada yang tahu tentang ini. Kalau bukan karena kau sahabat ku,aku tidak ingin cerita ini." Divya tertunduk lesu.


" Hei,tapi kenapa?" tanya Raisa.


"Aku nikah tuh dipaksa,dijodohkan,Ra. " jelas Divya sejujurnya .


"Oh ya ! Dengan siapa ?"


"Kau pasti kaget kalau tahu siapa yang menikahiku Ra." ucap Divya membuat Raisa semakin penasaran.


"Hah memangnya siapa?" tanya Raisa begitu antusias menunggu jawaban Divya.


"Yang Kau bilang calon suami mu, " Divya tersenyum tipis.


"Hah siapa? Memang aku pernah mengatakannya ya?!" Raisa yang bingung mendengar jawaban Divya hanya mampu mengkerutkan dahi.


"Tempo hari kau bilang begitu padaku,"

__ADS_1


Raisa terlihat mengingat sesuatu.


"Oh iya-iya aku ingat. What ! Kamu serius ,Vy ?"


"Iya" jawab Divya kembali menganggukkan kepala


"Aku mungkin kena karma karena sering meledeknya."


"Itu ,itu gimana ceritanya,bisa kayak gitu vy?"


Raisa semakin bingung. Bagaimana mungkin tuan Haris mau dijodohkan dengan Divya. Walaupun dia tahu Divya gadis yang cantik dan manis,tidak hanya itu Divya juga baik hati,pintar pula.


Tetapi,pria sekelas tuan Haris, rasanya mustahil. Dia bahkan bisa mendapatkan wanita seperti Divya sepuluh orang bahkan mungkin lebih.


Tak habis pikir Raisa ketika semua pertanyaannya terjawab di depan meja kantin,saat makan siang tadi.


Dia masih melangkah menatap kagum sahabatnya ketika memasuki kembali area kantor.


Seandainya aku wanita yang beruntung itu,bisa menikah dengan laki-laki sekelas tuan Haris.


Aaaa bahagianya.


jerit hati Raisa.


Kamu gak tahu sih,bagaimana Haris.


Dia itu menikahi aku hanya untuk kesenangannya saja.


Batin Divya merasakan kekesalan sendiri.


"Semalam saja dia sulit memejamkan mata,karena harus tidur satu ranjang dengannya .


Pintar sekali dia mempermainkan hati seorang gadis.


Dia tahu aku tersiksa dengan situasi seperti itu.

__ADS_1


Dia malah tergelak bahagia,kurang ajar!"


gadis itu bersungut-sungut sebal.


__ADS_2