Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Lusa


__ADS_3

Hari ini Divya menghadiri rapat perusahaan,di kantor pusat Santoso group.


Rapat yang di hadiri beberapa klien penting itu berjalan selama dua jam lamanya.


Setelah selesai rapat tuan muda Haris Santoso keluar ruangan lebih dulu.


Divya terlihat menghela nafas panjang.


Sesak rasanya harus selalu berhadapan dengan si tuan monster.


Bagaimana tidak,keberadaannya saja sudah seperti mengintimidasi suasana di ruang rapat.Ditambah pula rasa gugup ketika harus berbicara di depannya membuat ia semakin merasa tidak nyaman.


Tring


Suara ponsel Divya berbunyi ketika


dia sudah berada di dalam taksi.


"Siap-siap dua hari lagi BODOH !"


Divya mendengus sebal saat membaca isi pesan yang di terimanya.


Kurang ajar,darimana dia tahu nomor


ponselku.


Dia sengaja tidak membalas pesan itu.


Biarkan saja pesan itu tidak penting baginya.


Beberapa saat kemudian,suara pesan masuk kembali terdengar.


"Ingat lusa bodoh!!"


Ini orang kenapa sih.


Ah kak Rudi nih...Ah !


Divya merasa kesal sendiri


ia lantas memukul-mukul ponsel ke bangku taksi.


Tanpa ia sadari sang sopir memperhatikannya dari balik kaca dashboard.


Eh..Tersenyum Divya saat menatap cermin itu,malu sendiri dengan tingkahnya.


Balas tidak yah.


cuekin saja lah...bodo amat.


Ia kembali memasukan ponselnya ke dalam tas.


Tring

__ADS_1


Terdengar lagi nada pesan untuk yang ketiga kalinya.


Ck apalagi sih.Ya Tuhan !


Divya merogoh kembali ponsel di dalam tas.


"Bodoh,siap-siap dua hari lagi.Ok!"


Bahkan kali ini si pria menjengkelkan itu memakai emoticon kedip satu mata di akhir kalimatnya.


Bukan membalasnya Divya malah dengan kesalnya mengirim semua pesan ke nomor Rudi.


"Lihat ini kak,Tuan mu itu tidak ada kerjaan selain mengganggu ku?!"


isi pesan Divya yang di kirim ke nomor Rudi setelah deretan pesan Haris di kirim kepadanya.


Rudi yang melihat pesan dari Divya hanya menggelengkan kepala sambil berdecak tak percaya .


Tuan muda,kau ?!


Ah,melihat tingkah mu seperti ini saja sudah membuat ku senang dan berharap lebih.Pikir Rudi saat melihat tingkah konyol tuan mudanya yang tersenyum sendiri menatap ponsel.


"Balas pesannya !! Apa saja,atau dia akan marah nanti"


balas Rudi mengirim pesan itu kepada Divya.


Diamembaca isi pesan itu,pesan yang Rudi kirim memintanya untuk membalas pesan Haris.


Haah Baiklah.


Mengetik beberapa kata,


tak lama ia menghapusnya kembali.


Bingung mau balas apa coba pesan seperti ini.Pikirnya.


Mengetik kembali beberapa kata lagi,


"Iya Tuan saya ingat,lusa kita akan menikah ,bukan?! Terimakasih sudah mengingatkan, CALON SUAMI KU!"


Ia menimbang sejenak isi pesan yang akan di kirimnya pada Tuan Haris.


Geli sendiri rasanya membaca ketik kan jarinya itu.Hiiih


Divya sudah turun dan membayar taksi,dia akhirnya mengirim pesan itu setelah masuk ke ruang kerjanya.


Tingkah konyol dia karena kesal


tadi,membuatnya lupa


sampai-sampai sopir taksi


menegurnya bahwa dia sudah

__ADS_1


harus turun .


Baru saja Divya duduk,


terdengar suara ketukan pintu di depan ruang kerjanya.


Raisa ternyata yang datang.


"Bagaimana Vy,meeting nya. lancar?" tanya Raisa begitu ia masuk dan duduk di kursi di depan meja Divya.


"Ya Berjalan dengan baik dan lancar" jawab Divya.


"Syukurlah.Aku berpikir takut tadi,kalau kau bukannya meeting malah berantem sama si tuan tampan itu"


Wajah Raisa nampak berbinar ketika menyebutkan nama Haris yang ia juluki 'tuan tampan',sambil matanya menatap jauh seakan sedang membayangkan sosok yang di sebutnya tadi.


"Hahaha siapa tuan tampan?"


Mau tidak mau Divya berpura-pura tidak mengerti,ia menyibukkan diri dengan merapihkan berkas di atas meja.


"Ah kau ! Calon suamiku" jawabnya polos tanpa keraguan sedikitpun


"Tuan Haris?"


"Iya Divya ku sayang,memangnya siapa lagi yang tampan,sekertarisnya itu.Yaa dia juga tampan tapi,ku dengar dia sudah menikah"


jawab Raisa dengan nada kecewa,dia bahkan tidak tahu siapa Rudi.


"Hahaha.Iya ya ! Memang dia sudah menikah kan?!"


Divya sampai bingung sendiri bagaimana menanggapinya.


Ia hanya mampu menggelengkan kepala demi melihat dan mendengar tingkah sahabatnya itu.


Dan hei apa tadi? Calon suami !!


Bagaimana aku harus memberi tahunya


kalau aku akan menikah dengan orang


yang dia sebut


sebagai calon suaminya itu?


Raisa.Raisa.Kau itu ada-ada saja.


"Kau tahu siapa istri sekertarisnya tuan Rudi,kalau kau tahu pasti kau terkejut Vy?!"


Raisa beralih membahas sekretaris tuan muda.


Haah memangnya apa,siapa?


Istrinya kak Rudi Mba Shila, kan?!

__ADS_1


Apa maksudnya aku akan terkejut jika mengetahuinya,toh aku sudah cukup mengenalnya.Mba Shila wanita yang baik.


__ADS_2