
Divya sudah berada diantara mereka yang menghadiri acara Pesta mewah keluarga Wiryawan.
Menyambut kepulangan Sang Pewaris Pranando Wiryawan.
Sebenarnya Divya sama sekali tidak ingin datang ke tempat ini,menginjakkan kaki dikediaman Pria yang bahkan sudah berani melecehkannya ,Cih sesuatu yang sulit ia terima begitu saja.
Gadis itu memang pernah menyimpan rasa Padanya.
Dulu,tapi itu dulu sebelum pria bernama Nando menghilang bak ditelan bumi.
Setelah melewati perdebatan sengit akhirnya Divya harus rela berada di sini, saat ini.
itupun karena Shila istri kakaknya yang menemani nya
Ya,Divya tak habis pikir dengan apa yang dilakukan suaminya.
Haris menyuruhnya pergi,sementara dia entah kemana bersama Rudi.
Aneh bukan ? istrinya sendiri ia biarkan menemui singa yang siap menerkam kapan saja.
Divya sudah duduk bergabung bersama rekan satu kantornya ,tak lupa ia juga memperkenalkan Shila pada rekan-rekannya.
Shila tersenyum ramah,berbaur bersama mereka tanpa rasa canggung.
beberapa menit kemudian acara di mulai.
Suara gemuruh tepuk tangan menggema di seluruh sudut ruangan ketika sang empunya acara memberi sambutannya.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
Nando berjalan menghampiri kerumunan pegawainya di kantor.
Divya nampak tegang melihat langkah kaki pria tersebut,dengan acuh ia menyembunyikan ketegangannya.
bersikap seolah tak melihat kedatangannya.
Beberapa saat kemudian Divya berlalu hendak ke toilet.
Tak lama ia keluar dari dalam toilet dengan mengnarik nafas berat ia melangkahkan kaki hendak kembali kedalam pesta.
Namun,langkahnya terhenti ketika tiba-tiba saja Nando datang mencekal lengannya,menarik paksa gadis itu ke dalam sebuah ruangan di samping toilet.
"Aw...sakit" teriak Divya berusaha melepaskan tangan Nando .
"Apa-apaan sih kamu,lepas...!"
"Apa lagi ?" sentak Divya.
"Aku masih mencintaimu ,tolong beri aku kesempatan " Pria itu menghiba,wajahnya terlihat memelas dengan beberapa memar di sisi kanan dan kirinya.
"Bukankah kau tahu aku sudah menikah ?".jawab Divya acuh.
" Bohong,kau pasti bohong ,kan? kau belum menikah,katakan itu sayang"
"Cih. Sayang katamu..! dari mana saja kau selama ini.aku mencari keberadaanmu.Tapi kau tak pernah menghubungiku barang sekali pun.Dan sekarang kau datang memintaku memberi kesempatan.kesempatan apa?
Sudah tidak ada lagi ! Aku sudah terlanjur membenci mu.
bahkan jika aku belum menikah sekali pun.
__ADS_1
sekarang aku bukan siapa-siapa mu.jadi jangan pernah ganggu hidup ku lagi.kau mengerti !!" Divya berusaha keluar dari situasi yang dianggapnya berbahaya.
"Aku menitipkan surat untukmu lewat Rudi,Kau tidak menerimanya?"
Tak ada jawaban karena saat itu Shila datang mencarinya .Nando dengan sangat terpaksa melepaskan Divya.
Surat?
Kak Rudi.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Shila khawatir,ia sebenarnya tahu jika saat itu Nando mengganggunya,tapi demi kenyamanan Divya ,Shila memilih bungkam. Tak ingin memperpanjang masalah ia lantas membawa Divya kembali bergabung bersama rekan kantornya di pesta itu.
Divya masih terhanyut dengan pikirannya sendiri ketika Shila sudah duduk disampingnya.
Di Pikiran gadis itu masih menyisakan tanda tanya,Apa yang di maksudkan Nando tentang surat? Surat apa,aku tidak pernah menerima satu kabar pun dari laki-laki itu.
Lantas jika memang benar. kemana surat itu?
Seharusnya dia pamit langsung padaku,kan? walaw kami tidak pernah memiliki hubungan apapun.tapi saat itu kami cukup dekat. batin Divya rasa nya ingin menjerit saat ini juga mendapati kenyataan yang seperti ini.
Di sisi lain hatinya sudah menerima kehadiran Haris.Namun pikiran nya masih terganggu dengan datangnya pria dari masa lalunya.Bagaimana jika Nando benar?
Dan saat ini Haris tak ada disana jangankan berdiri disampingnya sebagai suami,dia bahkan tak peduli jika saat ini Divya mungkin saja dalam bahaya .
Kamu di mana Suamiku. lirih Divya menghela nafas berat.
Matanya menatap layar ponsel dengan sendu.
Berharap sedikit saja perhatian Haris untuknya,walau hanya sebuah Chat.
__ADS_1