Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode. 72. Akhirnya


__ADS_3

Matahari mulai muncul diupuk timur pagi ini,dengan senyumnya menatap dua insan yang masih terlelap setelah melewati malam yang panjang.


Setitik cahaya mulai terasa masuk ke celah mata si gadis,membuatnya beberapa kali mengerjapkan mata.


Hening,tak terdengar suara apapun kecuali suara hembusan nafas Haris di sampingnya.


Berdua dalam satu tempat ,Haris yang hanya memakai celana boxernya masih terlelap, sementara Divya tertidur tanpa sehelai benang pun.


Hanya selimut sebagai penutup tubuh polosnya.


Perlahan Divya membuka mata,Cahaya matahari menerpa pandangannya,dengan langit cerah terlihat diatas mereka.


Melirik Haris sekilas dengan senyum kebahagiaan.


Masih seperti mimpi,berada di tempat ini.tempat yang baru saja mereka jadikan sebagai saksi cinta.


Tempat yang baru Divya datangi semalam.


tempat yang indah,begitu indah walaupun keberadaan nya tak jauh dari kamar mereka.


Tepat sekali ini bukan mimpi.


Gadis berambut panjang dengan hidung yang mancung nyaris sempurna,tersenyum sendiri menyentuh pipi.Seakan ingin meyakinkan diri jika semua yang mereka lewati semalam adalah nyata.


Merona pipinya begitu kilasan malam tadi tergambar jelas di kepalanya.


Detak jantungnya semakin berdebar kala mendapati wajah tampan di sampingnya terlihat bahagia,terlelap dalam senyuman.


Semalam..


Ah membayangkannya saja aku malu.pikir Divya,bersorak girang tanpa suara.Seranya menarik selimut menutup wajahnya ,merasa malu sendiri.


Begitu ciuman Haris semakin dalam semakin dalam lagi dan lagi.Hasrat yang terbendung sedari awal,dia mungkin bukan laki-laki yang baik, dulu.

__ADS_1


Tapi,dia juga bukanlah laki-laki brengsek yang mau merusak kehidupan seorang gadis begitu saja.


Sejak awal Haris memang terlalu penasaran dengan gadis pemberani bernama Divya.


Hingga ia mau saja ketika ayahnya hendak menjodohkan dia dengannya.


Divya juga memiliki paras yang hampir mirip dengan Marisa gadis masalalunya.mungkin Itulah yang menjadi alasan.


Tidak pernah ia duga jika Divya mampu mengalihkan pikiran serta hatinya secepat ini.


Dia tahu Divya belum bisa menerimanya karena itu Haris tak ingin memaksanya.


Sampai malam ini,akhirnya segala hasrat tercurahkan.


Hawa dingin menerpa dua insan yang tengah menikmati sesi pemanasan di balkon.Sesaat kemudian Haris sudah meraih tubuh Divya,menggendongnya menaiki tangga.


"Sayang kenapa kesini" tanya Divya heran.


"Kamu lihat nanti "


"kamu gak tahu?"


"Gak lah,kamu kan yang melarangku naik keatas sini" Jawab Divya dengan cemberut khas nya yang menggemaskan.


"Hahaha...iya juga ya" Haris tertawa ,sudah kembali mendarat satu kecupan di kening Divya .


Sampai di teras atap, Divya nampak takjub dengan keindahan yang ada,langit semakin terlihat jelas bertabur bintang.


Taman kecil dengan air terjun buatan dan kolam ikan kecil.


Bangku dan meja tertata indah di samping sebuah ayunan.


Lampu kerlap kerlip menambah keindahan.

__ADS_1


Di Ujung sana terlihat sebuah bangunan kaca ,mirip sebuah kamar.


Jalan menuju bangunan itu di penuhi taburan kelopak bunga mawar ,dengan lilin disamping kanan dan kirinya,sudah seperti red karpet saja.Divya tersenyum melihatnya.


Bagaimana ada tempat seindah ini dan aku tidak tahu?! Karena dia mengharamkan aku datang ketempat ini? padahal aku bisa saja datang kesini tanpa harus izin darinya, kan?


"Sayang,Kamu..." mata Divya nampak berbinar "Kamu yang siapkan semua ini " seakan tak percaya.


Dia sudah menyiapkan semua ini ?


yang benar saja,kapan?


"Kau suka?"


"Ini indah" Divya mengedarkan pandangan ke setiap sudut.


"Hanya indah?"


"Luar biasa indah,sayang" membalikkan badan menghadap suaminya."Kapan kamu nyiapin semua ini?"


"Itu Rahasia,tidak perlu tahu kapan aku naik keatas sini"


Ya ya Tuan Raja mah apa saja bisa,apa sih yang enggak.


"Bahkan kamu bilang akses jalan ke tempat ini hanya dari kamar kita ,tidak mungkin kamu nyuruh orang lain melakukannya kan,dan itu ! itu apa sayang" Divya menunjuk bangunan itu.


"Itu tempat yang akan jadi saksi cinta kita sayang" Dan Aaaah Haris sudah kembali menggendongnya berjalan menapaki red karpet dari kelopak mawar.


Bersambung


Readers maafkan diriku yang halunya ketinggian.wkwkwk


berikan Cinta dari ibu jari kalian untukku.

__ADS_1


Terimakasih🙏😘


__ADS_2