Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Rencana perjodohan


__ADS_3

Hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi Divya,ia datang setelah jam makan malam berakhir. Divya


langsung menaiki tangga menuju kamarnya berada,


kamar yang sama dengan Ameera adik bungsunya.


Semoga malam ini bocah itu tidak mengganggu ku,benar-benar capek.


pengen langsung bobo rasanya.


Ameera si bocah yang di maksud.


Sudah


membayangkan tidur di kasur empuknya sepanjang menaiki tangga tadi.


"Hei kak,baru pulang?"


Ameera langsung menyambar dengan pertanyaan begitu pintu terbuka.


Di lihat adiknya yang tengah sibuk memainkan ponsel tengkurap di atas kasur.


"Iya dek,cape aku"


"Sudah makan malam?"


Tanya Ameera perhatian pada kakaknya itu.


"Sudah tadi ,bareng temen kantor"


Divya menjawab lesu,sambil meletakkan tas dan sepatunya asal.


"Hah cewek cowok kak?"


Tanya Ameera kemudian ia terduduk di atas tempat tidurnya.


"Apa..!"


"Temanmu kakak "


"Cewek,lah " Divya memberenggut.


"Aaah kirain cowok"


Ameera cemberut kesal karena harapannya menggoda sang kakak gagal sudah.Diraihnya lagi hp yang digeletakkan di samping di atas bantal.


Setelah itu Divya melengos pergi ke kamar mandi,meninggalkan adiknya yang kembali sibuk dengan ponsel.


Anak itu ! Memangnya kenapa kalau teman pria.

__ADS_1


Aku juga belum kepikiran sampe sana.


Kalau aku menikah kalian bagaimana sekolahnya,


Paman ? Mengandalkan paman terus-terusan juga kan malu.


Pikiran Divya berkeliaran kala harus mengingat kisah hidupnya sendiri,jika boleh egois Divya bukannya tidak mau memikirkan sekedar berpacaran.Siapa laki-laki yang tidak tertarik pada gadis seperti Divya.


Sudah jelas dia cantik,pintar, baik hati pula.


Hanya saja ia merasa bertanggungjawab terhadap masa depan kedua adiknya.


Itulah sebab ia tak mau menjalin komitmen apapun dengan pria manapun.


***


Sementara di tempat lain Rudi sudah memarkikan mobil di sebuah kafe.


Ia datang untuk menemui Ayahnya dan Tuan besar Santoso,setelah mengantar tuan muda Haris.


"Rud,duduklah"


Fram menunjuk sofa di depannya.


"Langsung pada intinya saja,bagaimana perkembangan mereka?"


Santoso langsung to the point bertanya.


Lalu Rudi menceritakan beberapa kejadian saat Divya sengaja di pertemukan dengan Haris.


Dari awal Rudi meminta perusahaan Wiryawan mengajukan kerjasama,dan mengirim Divya menemui Haris di sebuah kafe.


Semua bagian dari rencana Rudi.


Rudi sengaja datang ke kantor dan pamit pergi lagi setelah mengantar Tuannya saat itu,ia memilih menyusul Shila istrinya kerumah sakit.


Alhasil Haris harus menemui kliennya seorang diri.


Menyetir mobil ala tuan Haris yang bisa di bilang ugal-ugalan,sampai insiden di jalan yang membuat kesan pertama mereka kurang baik.


Walaupun itu bukan bagian dari rencana.


"Lalu bagaimana sekarang?" Kali ini Fram yang bertanya.


Rudi menceritakan kejadian kejadian persentase Divya di kantor pusat tadi siang.


Mulai dari awal kedatangan Divya hingga Haris kembali ke ruangannya masih dengan bibir mengulas senyum .


"Baguslah kalau memang sudah ada kemajuan"

__ADS_1


Santoso merasa sedikit lega.


"Selanjutnya bagaimana?"


Pertanyaan Rudi ditujukan pada Ayah dan juga Tuan Santoso.


"Apa tidak sebaiknya segera di pertemukan saja"


Sebenarnya aku yang sudah tidak *t*ahan


melihat mereka bertengkar seperti bocah.


tapi sebelum keduanya benar-benar dipastikan bisa menerima ini,pasti sulit.


Huh kenapa aku benar-benar harus terlibat seperti ini.


"Ya kau benar Rud,Cari alasan yang sekiranya masuk akal"


Akhirnya mereka sepakat menjodohkan Divya dan Haris.


Pertemuan kedua keluarga akan di tentukan pekan depan.


Setelah selesai makan dan minum


ketiganya kembali bersenda gurau hingga larut malam.


"Pah,Om !"


Kali ini Rudi memanggil tuan Santoso layaknya dia saat masih kecil dulu.


Sesekali saat tidak ada orang lain


panggilannya memang seperti itu.


Santoso sudah seperti ayah bagi Rudi sama seperti Fram.Rasa hormatnya sama sekali tak berbeda,terlebih Tuan Santiso juga sangat menyayangi Rudi layaknya beliau menyayangi Haris.


"Kalian tahu mereka berdua itu sudah punya panggilan masing-masing loh"


"Apa?" Serentak Fram dan tuan Santoso penasaran.


"Haris memanggil Divya 'Bodoh',sebaliknya Divya menyebut Haris 'Monster'.Panggilan yang romantis ,bukan?"


Ketiganya langsung tergelak.


Bersambung....


Hallo readers setia,semoga kalian suka cerita nya ya.


jangan lupa like dan komen nya

__ADS_1


kira-kira Divya jadinya sama Haris atau justru Nando kembali lagi .


__ADS_2