Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 56.Nando Wiryawan


__ADS_3

Pertemuan nya kembali dengan Pria bernama Nando yang pernah ia kenal dulu,menyisakan bias tanda tanya yang mengganjal di hati Divya.


bagaimana mungkin,ia datang dengan wajah sama namun sikap dan keadaannya kini berbeda, hampir enam tahun yang lalu ia pergi tanpa pamit,bahkan tidak ada kabar apapun.


Selama berbulan-bulan Divya berusaha mencari informasi keberadaannya,namun nihil.


Nando menghilang bak ditelan bumi.


kedua kakaknya yang ia temui pun tak tahu menau perihal kemana perginya adik laki-laki nya itu.


Aneh.


Pertanyaan yang tak mendapat jawaban.


hingga saat ini,saat dia kembali.semua sudah terlambat.


sudah tidak ada tempat di hati Divya,meski berulang kali Pria itu mengatakan jika perasaannya masih tetap sama.


Percuma.


*****

__ADS_1


"Aku pergi demi dirimu,demi memperjuangkan mu.Aku masih berharap saat aku kembali kau masih menunggu ku Vero..."


Nando tak henti-hentinya mengatakan hal yang sama .


"Kau tidak senang aku kembali. ? ayolah sayang ibu mu pasti setuju sekarang" rayu nya saat Divya dipanggil ke ruangan nya kemarin."Aku bukan lagi pria miskin yang pakai motor butut.Aku pastikan akan menemui ibumu,dan melamarmu.dia tidak mungkin menolak ku sekarang" bicara dengan penuh rasa percaya diri.


Divya diam mendengarkan,ia hanya bereaksi ketika tangan Nando bergerak hendak menyentuhnya.


"Apa kau pikir waktu enam tahun itu singkat?


apa kau pikir tidak ada yang berubah dariku.?


kalau kau saja bisa berubah seperti ini maka aku juga mungkin,kan?" Divya menjawabnya dengan memberondong banyak pertanyaan.


"Apa kau sudah menikah? tidak mungkin kan.aku selalu tahu tentang dirimu.bahkan kau tidak pernah berhubungan dengan pria manapun setelah aku pergi ,iya kan? aku tahu karena meskipun aku jauh darimu.aku selalu memastikan kabarmu baik-baik saja,selama aku pergi." Ucap Nando


"Kalau kau tahu bagaimana aku.Lantas mengapa kau membahas ibuku yang bahkan sudah tiada? kau pikir aku baik-baik saja? tidak,ibuku meninggal ayahku bangkrut.dan akhirnya beliau juga pergi.aku tidak baik-baik saja kau tahu? tidak kan? kau tidak tahu itu" dengan tanpa berniat menjawab pertanyaan pertama Nando,Divya berujar tentang bagaimana kehidupan nya selama ini.


banyak hal yang pria dihadapannya lewatkan begitu saja.pikirnya.


"sudahlah jangan bahas ini lagi,disini kantor bukan tempatnya jika harus membicarakan masalah pribadi,aku disini bekerja dan kau bosku sekarang.

__ADS_1


Jika tidak ada yang penting lagi saya keluar dulu,permisi" Divya melangkah memilih pergi meninggalkan Nando di ruangannya.


*****


Hari ini tanpa pemberitahuan tiba-tiba saja Nando mengalihkan Divya dari bagian marketing menjadi Asisten Pribadinya.


terang saja hal itu membuat Divya tidak senang.


"Apa ini pak,bapak kenapa bisa memindahkan saya begitu saja?" protes Divya.


"Karna saya belum punya asisten pribadi,jadi aku menempatkan mu.tidak masalah kan?" Nando menjawab santai.


"Saya lebih suka di bagian pemasaran,itu sudah bidang saya.saya tidak bisa menjadi asisten bapak.Raisa kan sekertaris bapak minta saja dia merangkap sebagai asisten,bisa kan" jawab Divya kesal.


"Sudah lah jangan membantah, kau rangkap jabatan,gajihmu dua bahkan empat kali lipat...dan hari ini jadwalku bertemu dengan seseorang,kau harus ikut" tekan Nando memaksakan kehendak nya.


Apa apaan ini seenaknya saja.


memang nya dia pikir mudah rangkap jabatan apalagi bertentangan seperti ini.


apa dia tidak mampu mencari PA lain apa hah...?!

__ADS_1


__ADS_2