Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Rahasia tentang Marisa


__ADS_3

Hari ini Marisa memenuhi janjinya,membawa sang ibu ke istana megah milik keluarga konglomerat Santoso.


Hanya sang ibu saja,sementara Ayah tak bisa ikut dikarenakan harus menjadi tahanan kota,ia bebas bersyarat sampai pelaku yang sebenarnya tertangkap.


Lantas kejahatan apa yang Ayah Marisa lakukan?


Percayalah jika ibu paruh baya ini masih menganga di depan gerbang utama,pintu masuk istana raja sudah dibuka dari awal kedatangan Marisa.


Mereka turun dari taksi beberapa menit lalu.


Ibu masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ini benar rumahnya ,Marisa?"


Menunjuk ragu,mungkinkah anaknya keliru.Ataukah sang putri sedang berkhayal,sejauh apa yang ia tahu putri angkatnya ini memang memiliki tingkat kehaluan yang luar biasa.


"Betul,Bu !"


Marisa sudah mengatakan kalimat itu untuk ketiga kalinya.


"Kamu ndak lagi mimpi ,Ndo ?"


Mata ibu malah makin membelalak ketika deretan penjaga sigap berbaris dengan seragam dan senjata lengkap.


"Ora ,Bu.Pie iki arep mlebu ora ?"


Marisa masih terlihat bersabar menunggu sang ibu menyadari apa yang dilihatnya memang benar-benar nyata.


"Ini rumahnya nak Haris? Istana seperti ini ? Memangnya kita pantas masuk ke tempat megah begini,Risa?"


"Awalnya Risa juga takut,tapi mereka baik kok bu.Mereka terima Risa dengan sangat-sangat baik.Ayo !!"


Marisa sudah memegang tangan Ibu,berjalan masuk kedalam halaman rumah Haris.


Ibu tidak lagi menolak atau mengoceh matanya sibuk mengelilingi sekitar rumah.Taman bunga,air mancur dengan kolam kecil disisi kanan kiri,serta deretan mobil mewah terparkir di tempatnya.


Sesekali ibu berdecak kagum.Ia menatap lurus begitu pintu rumah terbuka lebar,seorang pembantu menyambutnya dengan senyuman.


"Silahkan masuk Nona " Ucap sang pembantu senior itu tersenyum ramah.


Haris sudah menunggunya sejak tadi.Marisa sengaja menolak jemputannya lantaran ibu bersikeras ingin mampir ke rumah sewa putrinya dulu.


Alhasih mereka datang dengan menaiki taksi.


"Selamat sore Ibu" Dengan gaya khasnya Haris menyambut calon ibu mertuanya.


"Selamat datang di kediaman Santoso"


Santoso ?

__ADS_1


"Bu,ibu !" Marisa menggoyangkan pundak ibu ,ibu yang nyaris tak berkedip begitu masuk kedalam istana.Tapi,bukan.Bukan itu yang membuat ibu tertegun melainkan nama Santoso yang baru saja ia dengar.


"Santoso?"


"Iya bu,Tuan Santoso itu ayahnya Haris"


Ucap Marisa mempertegas kebingungan ibunya.


Santoso ?


"Ibu,Ibu kenapa melamun?"


Kali ini Haris meraih lengan ibu paruh baya itu,mengajaknya duduk di sofa.Ibu angkat dari sang kekasih.Ia tak pernah mempermasalahkan status Marisa yang memang tidak mengetahui orangtua kandungnya.


Haris akan dengan senang hati membantu Marisa menemukan mereka.


Marisa sendiri baru tahu bahwa ia bukanlah putri mereka sejak saat Marisa mendesak sang ibu,ia menanyakan kasus apa yang membuat ayahnya sampai harus di penjara.


Ibu mengatakan jika Ayah membantu proses penculikan seorang bayi puluhan tahun lalu.Dan bayi itu ialah dirinya.Namun,sang ayah masih bungkam hingga saat ini mengenai siapa orangtua kandung dari Marisa.Mengingat janjinya pada sang majikan bahwa ia akan melenyapkan bayi itu tanpa jejak sedikitpun.


Sampai detik ini keberanian untuk mengungkap segala apa yang seharusnya di pertanggung jawabkan oleh pelaku yang sebenarnya belum muncul,beliau masih takut.Bagaimana jika Marisa yang sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri benar-benar dibunuh.


"Tidak,tidak melamun nak Haris.Hanya~"


Ah entahlah bagaimana menggambarkan keterkejutan Ibu melihat bukti nyata dari apa yang diceritakan Marisa kepadanya.


Jangan kaget kalau nanti ibu melihat langsung keadaan keluarga Haris.


Lalu kenapa memilih Marisa sebagai cintanya,apa yang dilihat laki-laki hebat ini dari Marisa.


Cinta,itulah sesuatu kasat mata yang sulit diterjemahkan dalam bahasa ilmiah.Tidak serta merta cinta datang dari mata turun ke hati.Tidak semua seperti itu.Begitu rumit untuk digambarkan.


"Marisa sayang sudah datang ,Nak "


Sapa Rahma berjalan menghampiri mereka.Di ikuti Santoso di belakangnya.


"Iya tante"


Marisa seperti biasa ia akan dengan segera meraih dan menyalami tangan sang calon mertua.


"Ini I Bu Mu !"


Sungguh Rahma dibuat terperanjak melihat wanita yang mungkin seusianya,hanya karena beda kasta saja dari segi penampilan terlihat lebih tua.


Wajah Rahma saat ini mungkin sudah memucat.


"Nyonya !"


"Tuan !"

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama bagi keduanya saling mengenali satu sama lain.


Bahkan Santoso juga,tak kalah kaget melihat sosok wanita yang sudah hampir dua puluh lima tahun ini menghilang,tak ada yang berubah dari wajahnya,mungkin hanya kerut yang mulai muncul di beberapa titik.


"Kamu ! "


"Kamu itu Inah,kan?" Tanya Tuan Santoso memecah ketegangan.


"Loh Papa kenal sama ibunya Marisa?"


Haris sontak berdiri.


"Bagus dong kalau Mama Papa sama Ibu sudah saling mengenal"


"I iya Haris" Mama masih nampak gugup meski berusaha memaksakan senyumnya.


Sore itu sebelum masuk jam makan malam mereka isi dengan obrolan-obrolan ringan.


Mulai dari bi Inah yang ternyata dia pengasuh Haris dahulu sebelum mbok Jum.Bersama suaminya yang bekerja di kebun milik Santoso bi Inah mengasuh Haris sampai usia tiga tahun.


Entah karena hal apa keduanya memutuskan untuk berhenti bekerja,sudah sekian lama tidak bertemu hingga keluarga Santoso pindah kota.


Dan hari ini takdir kembali mempertemukan mereka.


Untuk sekali lagi Tuan Santoso begitu terbuka,sejak dulu Ibu Inah yang memang mengenal tuan Santoso itu sosok yang baik bahkan setelah sukses seperti sekarang pun beliau tidak berubah.


Hanya saja ada dua orang yang tak bisa berbaur pada situasi yang sama saat ini yaitu,Rahma dan Ibu Marisa.Keduanya saling memandang tidak suka.


"Jadi ibu pengasuhku dulu?"


Haris melempar pertanyaan saat Papa nya selesai bercerita .


"Wah dunia itu memang sempit ya ?"


"Iya Ris, kau benar dunia memang sempit buktinya takdir kembali mempertemukan kita"


Ucap Tuan Santoso membenarkan perkataan Haris.


"Tapi,Inah bukankah dulu kau bilang bahwa kalian sulit mendapatkan keturunan.Saat itu kamu dan suamimu sudah hampir enam tahun menikah,bukan.Apa setelah berhenti bekerja padaku kalian memiliki Marisa?"


Pertanyaan yang sontak membuat wajah Rahma memerah.


"I iya tuan,setelah saya berhenti bekerja sama tuan saya hamil Marisa"


Ibu menjawab sedikit gugup diawal,ia juga nampak mencegah Marisa yang hendak mengatakan sesuatu.Ya Marisa baru saja mau mengatakan jika dia hanyalah anak angkat.


Selesai berbincang sebentar Santoso meninggalkan tempat,Haris juga mengajak Marisa pergi ke teras rumah.


Menyisakan Rahma dan ibu Marisa di ruang tamu.

__ADS_1


Menegangkan,apa yang akan terjadi diantara mereka setelah melihat situasi tadi saja sudah memanas .


Kilasan demi kilasan masa lalu kembali berseliweran di kepala Rahma,sukses membuatnya tak dapat memejamkan mata.


__ADS_2