
Hari ini tiba ,hari dimana keluarga Wiryawan mengadakan pesta penyambutan kembalinya putra angkat mereka PraNando Wiryawan.
Itu yang akhirnya diketahui Divya beberapa jam yang lalu ,Raisa menelpon dan memberi tahukan kabar tersebut.
"Si Bos itu ternyata anak angkatnya pak Wiryawan loh Vy,aku baru tahu" Ungkapan yang baru saja keluar dari mulut sahabatnya itu,melalui sambungan telpon.
"dan ya sebenernya ada yang mau aku tanyain sama kamu?" ragu-ragu Raisa mengucapkan kalimat itu.
"Apa?"
" Tapi jangan tersinggung,Ya?" Tanya Raisa lagi.Sudah bisa ditebak jika dia sedang menggigit jari telunjuknya sendiri,penuh harap.
"Oke!"
"Serius aku Vy, kamu jangan marah ya "
"Iya,ngomong aja sih"
"Kamu tuh sebenarnya ada hubungan apa sih Vy, sama ...pak bos?"
"Heum...emangnya kenapa? dia ngomong apa sama kamu?" balik bertanya.
"Eh...ya gak apa-apa,gak ngomong apa-apa juga sih,cuman..."Raisa menjeda kalimatnya "Cuman...Aneh aja"
"Aneh gimana?"
"Dia itu kan baru datang ya ke kantor kita,terus udah kayak kenal gitu sama kamu.Panggilan dia juga..."
"Vero..." sela Divya.
"Ya,itu kenapa hayo?!"
"Aku emang pernah kenal sama dia enam tahun lalu" jelas Divya.
"What !! enam tahun lalu ? yang bener aja.
Pantesan dia kecewa banget pas tau kalau kamu tuh udah nikah"
Hening sejenak
"Oh ya Rudi juga,dua itu kakak kamu Vy?"
__ADS_1
"Vy,kamu kok diem aja ?"
masih tidak ada sahutan,Raisa menarik ponsel yang menempel di telinganya.
"Masih tersambung"Gumamnya.
"DIVYA VERONIKA"
"Eh iya apa tadi?" Divya yang kaget mendengar teriakan sahabatnya itu sontak menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kamu ngelamun ya?"
"Enggak" bantah Divya "Dia kecewa ya? buat apa?"
"Yeah nanya aku mana aku tahu" Raisa mendengus."Kamu pacaran dulu?"
"Enggak"
"Hei aku tuh serius nanya nya Divya"
"Ya aku juga serius kok jawabnya,Aku emang gak pernah pacaran sama dia.Cuman..."
"Cuman apa ?!"
"Ck"
"Serius" jawab Divya meyakinkan
"Ya udah ya nanti aku ceritain lagi,gak enak cerita di telpon begini,Oh ya ada yang nanyain aku gak? Hari ini aku gak masuk."
"Ya paling si Bos"
"Terus?"
"Ya terus dia pergi gitu aja,Eh tau gak mukanya pada bengep, memar gitu kaya orang abis di tonjokin.kenapa ya dia ,jadi kasihan ngeliatnya"
Ya Ampun itu pasti ulah kak Rudi.
Tapi Ya itu setimpal dengan perlakuan tak senonohnya padaku kemarin.Divya menggigit bibirnya mengingat kejadian itu.
"Vy?"
__ADS_1
"Heumm,ya kali abis di tonjokin." jawab Divya acuh tanpa ada niat menceritakan kejadian kemarin pada Raisa.
"Vy,Kamu datang gak ke acara si bos nanti,kamu udah baikan kan?" tanya Raisa lagi sebab tadi pagi Divya memang beralasan kurang enak badan.
"Entahlah"
"Owh.. ok"
"Udah dulu ya, Ra.Kayak nya suamiku dateng tuh"
"Owh ya udah,by Vy sampe ketemu nanti di pesta"
"Ok by!!" Sambungan telpon terputus.
Baru saja Divya hendak beranjak masuk kedalam kamar setelah satu jam lamanya ia terduduk di bangku Yang berada di Balkon,denting suara pesan masuk terdengar.
Raisa ? kenapa lagi sih ni anak?
Vy tadi aku kan nanya,Tuan Rudi itu kakak kamu? kenapa gak di jawab.
isi pesan Raisa.
Iya,kenapa? . balas Divya.
Ya enggak,kamu gak cerita sih.Tuan Ganteng itu kakak kamu
Hei buat apa?dia sudah punya istri kali
Aku tahu
Terus
Dia loh yang ngasih tahu pak Nando kalau kamu sudah menikah,sumpah bukan aku
iya iya gak apa-apa,udah saatnya juga dia tahu yang sebenernya.
ok berarti bukan aku yang ingkar janji ya.
Divya hanya menggelengkan kepala.
sambil berlalu keluar kamar setelah menyimpan ponselnya diatas nakas .
__ADS_1
bersambung.