Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Bertemu di pinggir Danau


__ADS_3

"Dek,kamu mau tau gak,ada tempat yang bagus banget buat sekedar jalan-jalan ngilangin penat,nenangin diri atau cari inspirasi,Mba sering kesana loh,kak Rudi juga suka tempatnya"


Ucap Mba Shila memberi tahu Divya dan adik-adiknya malam itu ketika


berkunjung ke rumah Paman.


"Dimana Mba?"


Divya penasaran,apa memang ada tempat bagus di kota seperti ini,yang bahkan untuk sekedar bernafas saja terlalu sesak oleh polusi.


"Danau,kakak juga suka tempatnya" Jawab kak Rudi memberi tahu lokasi dimana danau itu berada.


"Setiap hari ada saja yang datang,apalagi kalau akhir pekan pasti ramai"


Imbuhnya.


"Oh ya..!!"


Divya antusias mendengarnya


"Aku suka banget main di pinggir danau,kakak inget kan waktu aku kecil dulu,kita sering pergi bersama ke Danau"


"Ya karena itulah kakak dan mba memberi tahu mu tentang tempat ini, paling tidak kau akan merasa tenang setelah penat bekerja,iya kan?!"


Rudi ingat betul adiknya ini sejak kecil memang suka sekali duduk di pinggir danau,


lebih-lebih jika rekreasi dan makan bersama di bawah pohon rindang,


ia selalu terlihat ceria.


"Iya kak,terimakasih ya info nya


Kapan-kapan aku maen kesana,kebetulan kan tempatnya gak jauh juga dari kantor"


Divya bersemangat,rasanya tak sabar ingin melihat danau indah dengan airnya yang tenang.


Karena rasa penasarannya yang besar di tambah hari ini akhir pekan ia memutuskan untuk mengunjungi tempat yang dikatakan Rudi.


Danau buatan yang cukup luas,dengan pemandangan hijau yang menakjubkan. dan taman bermain di sekitarnya,


ada juga kolam renang dan kolam ikan.


Setibanya di tempat itu,


Divya merasakan hawa sejuk dari tumbuhan yang ditanam dan ditata sedemikian rupa.


Ia memejamkan mata merasakan


hembusan angin sore,


lalu membuka matanya kembali dan nampak binar jingga di upuk barat,

__ADS_1


tanda matahari mulai tenggelam.


Suasana sore yang sepi,hanya ada beberapa orang saja.duduk bersantai di bangku taman.


Divya berjalan menuju salah satu pohon di pinggir danau tersebut ,kali ini matanya manangkap sosok yang seperti tak asing baginya.


Ia terus mendekat,memastikan apa yang di lihatnya itu benar.


Dan saat jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa langkah lagi,Divya berhenti.


Matanya masih fokus menatap pria yang memakai jaket hoody dengan penutup kepala.


Pria itu sedang asik melempar batu-batu kecil ke permukaan Air.


Hei aku tidak salah lihat kan,apa yang dia lakukan disini?


Aku pikir pria seperti dia tidak punya waktu termenung di pinggir danau seperti itu?


Divya memicingkan matanya,


benar saja pria yang di depannya memang Tuan Haris,dilihat dari samping pun pria tampan itu memang Haris,Haris Santoso.


"Hei Bodoh,sedang apa berdiri disana Hah !"


Suara itu...?!


Divya yang tersadar akan suara Haris, terlonjak kaget.


ditujukan padanya.


"Kau tertangkap basah menatapku begitu!"


Lagi-lagi si Tuan muda ini bicara dengan nada tinggi,sambil menunjuk-nunjuk.


Ah sial...!


Divya tak punya kesempatan berlari.


Kini jangankan untuk berlari sekedar


memalingkan pandangannya saja sudah terlambat.


"Ah ya,Tuan,ti~tidak ! Aku pikir tadi~itu~"


Gadis itu gagap menjawab.Bingung mencari alasan.


"Kau harus menerima hukuman mu nanti,berani membuntuti ku sampai kesini !"


Ancam Haris tanpa alasan yang tidak masuk akal.Membuntuti ?


Apa,apa ini

__ADS_1


ini kan tempat umum,tuan.


"Sekarang apa lagi alasan mu?


mau ku hukum,mau kontrak kerjasama


kita batal?"


Ancaman Haris kini beralih ke persoalan kerjasama perusahaan mereka,bibirnya menyeringai seakan mendapat korban,padahal dia sendiri tertangkap basah.


Harusnya aku memotret nya tadi atau bila perlu ku rekam,untuk ku pakai sebagai senjata melawannya,


kenapa lupa begini sih.


Tenangkan dirimu Divya,pakai saja ponsel di tangan mu itu,toh dia tidak akan tahu.iya kan?


"Jangan hukum saya Tuan,jangan batalkan kontraknya"


Divya meringsut mundur dengan kedua tangan terkatup di depan dada.


"Lantas...!!"


Pria itu malah semakin melotot,tatapan matanya seakan hendak mencabik-cabik Divya sekarang.


"Saya tidak membuntuti Tuan,sungguh !Saya kesini~"


"Aku tidak butuh alasan mu !"


Haris sudah memotong kata-kata Divya sebelum gadis itu memberi alasan lain.


" Kau sudah tertangkap basah,lihat nanti apa yang bisa ku lakukan padamu"


Haris menuding Divya dengan telunjuknya.


"Ok silahkan,memangnya mau apa? Ini kan tempat umum,siapapun bisa ada disini, tuan"


Divya yang merasa terpojok kini malah balik menantang.


"Wah..wah..wah sudah berani melawan ku rupanya"


Tuan muda nan tampan sudah membuka penutup kepalanya,bertepuk tangan sambil terus berjalan mendekati gadis di depannya.


Divya berusaha menghindar,ia mundur seiring langkah Haris yang maju


mendekat.


Huuh.


Divya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


Ia terus gelisah nyaris tak bisa memejamkan mata mengingat kejadian tempo hari di danau itu.

__ADS_1


Sementara Ameera sudah terlelap di sampingnya.


__ADS_2