Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 50. Mengunjungi Rumah Paman (Part 1)


__ADS_3

Hari Sabtu ini jadwalnya Divya mengunjungi rumah Fram paman nya.


Lain dari hari Sabtu biasanya kali ini Divya di sibukkan dengan persiapan menyambut kedatangan CEO baru perusahaan yang tertunda selama satu pekan.entah karena kendala apa


kepulangannya ke tanah air di undur hingga hari senin lusa.


Jika di hari sabtu biasanya Divya sudah bisa meninggalkan kantor sekitar pukul satu siang,setelah jam makan siang.


kali ini dia baru bisa keluar hampir pukul tiga sore hari.


dengan tergesa ia membereskan meja kerjanya.melirik arloji sekali


lantas berpikir jadikah ia kerumah pamannya hari ini?


sementara hari sudah sore.


bimbang mengambil keputusan.diraihnya ponsel dari dalam


tas,melihat beberapa chat masuk dari


adiknya,Ameera.


tentu saja dia sudah cemas menunggu tanpa kabar dari sang kakak.


padahal rasa rindu tak bertemu sudah naik ke ubun-ubun.


Ia menghela nafas panjang,di ketikan nya jari memesan taksi online,sambil berjalan keluar area kantor.


Kantor nampak lengang hanya ada tiga sampai empat orang disana,mengerjakan tugas mereka yang masih belum rampung.

__ADS_1


Divya keluar kantor saat taksi yang di pesannya sudah menunggu di depan lobi gedung perusahaan Wiryawan Group.


Mantap melangkah,masuk ke dalam taksi dengan tujuan ke rumah sang Paman,Fram.


Ya,Gadis itu memutuskan untuk tetap pergi mengunjungi adiknya sebentar.


Ia tidak ingin membuat kedua adiknya kecewa.


Sesampainya di rumah Fram,Ameera masih menunggu dengan gelisah di teras depan rumah.


Divya menghampiri dengan mengukir senyum di bibirnya ,


Dilihatnya Ameera tengah cemberut karena kedatangan nya yang terlambat.


"Kakak kemana saja,kenapa lama...?!"Protes nya saat baru saja Divya hendak memeluk adik kesayangannya itu.


"Kerjaan kakak baru selesai sayang.."Divya mencoba menjelaskan alasan keterlambatannya.


"Iya kak,kakak juga tidak membalas Whatsapp ku,Meera kan jadi khawatir..."


"Ya sudah,yang penting kakak sudah disini.Gak di ajak masuk nih,kakaknya?!" goda Divya.


"Eh iya ayo kak...!" ajak Ameera, "Paman bibi sama kak dimas juga pasti sudah menunggu kakak"


Ameera masuk ke dalam rumah menggandeng lengan kakaknya.


Dilihatnya Paman dan Bibi nya sedang bersantai di ruang tengah .


"Divya Sayang..." Bibi Rita menyambut kedatangan keponakannya dengan bahagia." kapan datang sayang,bibi pikir hari ini kamu gak kesini,nak.Ameera tuh sudah cemberut saja dari tadi siang"

__ADS_1


"Haha...iya Bi,Vya sibuk jadi telat datangnya.Maafin Vya ya Bibi,paman?"


seranya meraih tangan Fram dan Rita menyalami nya.


''Bibi Sama Paman apa kabar?"


"Baik Nak,kami baik-baik saja" Fram menjawab."Kau sendiri...?"


"Divya baik-baik saja paman,sehat walafiat" jawab Divya mengukir kembali senyum tulusnya.


"Bagaimana Haris ? dia tidak ikut kesini?"tanya fram lagi.


"Dia...,mungkin masih di kantornya, Paman.Vya tadi dari kantor langsung kesini."jawabnya jujur.


"Tapi Sudah minta izin kan?" selidik fram.


"Hari sabtu kan memang jadwalnya Vya kesini.itu janji Vya sama Ameera dan juga Dimas"


"Tapi tetap harus minta izin,dia suamimu sekarang,apapun yang kamu lakukan Haris sudah sepantasnya tahu,kemana kamu pergi harus seizinnya meskipun itu kerumah paman sekalipun" Ucap Fram menasehati keponakannya.


"Iya paman,Vya mengerti" jawab Divya.


"Apalagi kau datang sudah sore begini,pasti sebentar lagi Haris pulang kantor.bagaimana nanti kalau dia mencari mu.jangan membuatnya khawatir apalagi marah"Fram berulangkali mengingatkan Divya agar tidak membuat Suaminya marah.


Divya tersenyum,miris rasanya mendengar kata itu diucapkan berkali-kali,entah paman atau kak Rudi selalu saja memperingatkan akan hal itu.


Mengkhawatirkan? apa dia bisa mengkhawatirkan aku..bisik hati Divya.


ia berusaha tegar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2