
Raisa nampak tegang menunggu di luar ruangan,begitupun Nando sang CEO yang diketahui masih menyimpan perasaan pada gadis bernama Divya sibuk mondar mandir tak jelas menunggu dokter keluar setelah memeriksa keadaan Divya.
Divya pingsan dikantin tadi,ia mengeluh pusing dan mual.
tanpa sadar Raisa bergumam saat tangannya menepuk-nepuk pipi sahabatnya itu.
"Vy bangun Vy,kamu kenapa...vy" tak ada respon.
"Mual,pusing? jangan-jangan kamu hamil ya..!!" bersorak girang yang membuat Nando seketika tercengang,wajahnya memucat.
Hamil..batinnya menggelitik.
"Ayo bangun Vy,kita ke dokter"
"Pak ...Pak Nando kenapa bengong ? ayo kita bawa Divya ke rumah sakit"
Raisa menegur bosnya yang terdiam menatap Divya.
"Ah iya...iya!" ia pun mengendong Divya menuju parkiran.
Divya dibawa ke ruang UGD salah satu rumah sakit terdekat.
Setelah proses pemeriksaan Dokter pun keluar.
"Bagaimana keadaannya dok?!"tanya Nando.
"Sejauh ini Nona Divya baik-baik saja,Ia hanya terlalu kelelahan" jawab dokter.
"Jadi Divya tidak hamil ya dok..!" Wajah kecewa Raisa jelas tergambar.
"Saya pikir Nona masih Virgin,mana mungkin dia Hamil" jawaban terakhir dokter setelah ia menjelaskan kondisi pasien baik-baik saja,hanya butuh istirahat. Membuat Nando telihat menghela nafas lega .
Syukurlah
Dokter pun berlalu pergi.
__ADS_1
Nando ,ia berbalik menatap Raisa.
"Bagaimana bisa kau berpikir jika Divya itu Hamil hah..?"
Pertanyaan yang membuat Raisa tersadar dengan apa yang ia katakan tadi.
Astaga aku lupa kalau hanya aku yang tahu status Divya,
bahkan ini rahasia ,kan?
Bagaimana ini.
"Karena Divya sudah menikah,itu alasannya" suara seseorang yang menjawab dari balik punggung Nando.
Rudi yang semula memang sudah mendapat telpon dari Raisa saat diperjalanan menuju Rumah sakit tadi.
Nando tersenyum mengejek " Tidak mungkin"
"Itu kenyataan nya"
Kak Rudi ? Raisa hanya mampu melihat perdebatan dua pria dihadapannya itu dengan penuh tanda tanya.
"Bagaimana pun aku menginginkan kebahagiaan untuk adikku" jawab Rudi.
Adik? jadi Divya adik tuan Rudi? pantas saja. di ponsel nya tadi nama kontaknya Kak Rudi. takut-takut aku salah menghubungi orang.
"Kebahagiaannya ada padaku"
Rudi tak menghiraukan perkataan lelaki itu,ia bergegas masuk ke dalam ruangan dimana adiknya masih terbaring.
setelah beberapa jam akhirnya Divya bisa pulang karena ia menolak untuk dirawat inap di rumah sakit.
Rudi mengantar pulang Divya.
Sementara Raisa diajak pulang Nando,bukan tanpa alasan .Ia menginginkan informasi tentang Divya dari gadis itu.
__ADS_1
"Jadi benar Divya sudah menikah ?"selidiknya sambil terus fokus pada kemudi.
"I iya Bos" takut-takut Raisa menjawab.
"Kapan?"
"Sebulan yang lalu "
"Dengan siapa?"
Bagaimana ini Tuan Rudi sudah mengancam ku tadi,
"jangan sebutkan siapa suami Divya,kau mengerti " Rudi mengatakan itu sebelum mereka berpisah di parkiran rumah sakit.
"Saya juga tidak tahu,bos.Divya cuman bilang kalau dia sudah menikah dengan seseorang.pernikahan mereka mendadak,karyawan di kantor juga tidak ada yang tahu ,hanya saya saja" jawab Raisa.
Berharap tak ada pertanyaan yang lainnya lagi.
"Sial" Nando memukul pegangan kemudi,yang membuat gadis disampingnya mengernyit tidak mengerti.
Apa pak bos suka sama Divya ya,kenapa dia semarah itu..atau jangan-jangan....?!
mereka juga terlihat seperti sudah saling mengenal sebelumnya? Tanya Raisa pada dirinya sendiri.
"Kenapa kau mematahkan hatiku Vero. kau bahkan tidak menunggu ku,apa aku pergi terlalu lama" gumam-gumam kecil yang masih jelas tertangkap telinga gadis disampingnya itu.
"Pergilah dan kembali saat kau merasa sudah pantas untuk adikku, sekarang biarkan dia fokus belajar." kata-kata Rudi sebelum Nando pergi meninggalkan Divya enam tahun yang lalu . terngiang kembali ditelinganya.
Bagaimana mungkin Rudi bisa seperti itu.Jelas-jelas dia yang memintanya menjauh dan kembali saat sudah merasa pantas.
Sekarang saat dia kembali kenapa justru Rudi seakan membencinya .
Nando memarkirkan mobil di pelataran gedung kantornya.
Menurunkan Raisa disana.Namun,
__ADS_1
ia lantas berbalik arah dan pergi lagi,entah kemana.