Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Episode 62.tatapan heran


__ADS_3

Pagi menyeruak menampakkan sukma nya.Matahari muncul menggantikan bulan ,terang di upuk timur.


Dua insan yang baru saja berdamai dengan hati mereka masing-masing terlihat sudah bersiap dengan pakaian formalnya seperti biasa.


Divya tengah duduk di depan cermin,merias wajahnya dengan bedak tipis,memoles bibirnya dengan lipstik berwarna pink,membuat nya terlihat lebih manis.


Sementara Haris tengah berdiri dibelakangnya menatap cermin yang sama.tengah berkutat dengan aktivitas nya memasangkan dasi.


tidak tahu sudah berapa lama ia melakukannya namun masih juga belum terpasang dengan benar.


Divya berdiri dan berbalik menghadap suaminya.


"Oh ya Ampun...apa dasi ini harus selalu orang lain yang memasang kan" berdecak tak percaya jika selama ini suaminya itu bodoh dalam hal memakai dasinya sendiri.


"Orang lain katamu..?!"Haris menatapnya kesal."Kau itu istriku bukan orang lain" protesnya


"Haha..iya iya suamiku"Divya berusaha mencairkan suasana,salah bicara sedikit saja bisa jadi kacau .ia menepuk bahu tanda sudah selesai tugas mulianya.


setiap hari selama pernikahan ia sudah biasa melakukannya namun baru kali ini Divya bicara,biasanya ia hanya akan cemberut kesal karena kegiatan itu menyita waktu apalagi jika Haris iseng mengerjainya sudah pasti Divya selalu terlambat berangkat ke kantor.


"Sayang" Haris memegang kedua pipi divya menatapnya intens.


"Kenapa ?" tanya Divya heran dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Jangan seperti ini lah,kamu keliatan jadi lebih cantik kan kalau begini" protes Haris melihat riasan yang dipakai istrinya.


"Eh...hai aku biasa seperti ini kan,kamu saja yang baru sadar dandanan ku sayang.." ucap Divya memegang kedua tangan Haris.


Lagi pula cantik apanya.Cantikan juga marisa kan?!


"Pakaian mu,jangan kelewat seksi begini dong .lihat itu...Astaga...!!" kali ini Haris memutar-mutarkan tubuh Divya.


"Duh kamu tuh protes mulu ya.ayo turun aku bisa terlambat kan" Divya menarik tangan Haris keluar kamar.

__ADS_1


Haris menggandeng Divya menuruni tangga,tangannya melingkar di bahu gadis itu.


Rudi yang sedari tadi menunggu dibawah menatap heran keduanya .begitupun mbok Jum tersenyum lebar melihatnya dari sudut meja,ia tengah menaruh secangkir kopi untuk Rudi.


Mereka berjalan melewati Rudi menuju meja makan,tak kalah heran tatapan kedua orangtua nya pun sama.


walaupun mereka terbiasa bersandiwara,namun tetap saja ada yang berbeda.


"Pagi Ma..Pa..!!" tidak biasanya Haris menyapa,membuat garis senyum terukir lebar dibibir Santoso.begitupun Rahma


nampak berbinar matanya penuh kebahagiaan,dalam keterkejutannya ia mengukir senyum.


"Pagi sayang" ucap Rahma.


Tidak butuh waktu lama kecanggungan diantara mereka sedikit mencair.walaupun Haris belum begitu banyak bicara akan tetapi ia sudah mulai menyapa ibunya itu sudah sebuah kemajuan.


"Sudah pernah ku katakan bukan jika Haris bahagia,maka sikap dinginnya terhadap mu juga akan berubah,kau lihat itu tadi ,kan?!" Santoso berujar ketika Divya juga Haris sudah berangkat kantor.


***


Divya sampai dikantor setelah semua orang berada disana.


Ia terlambat beberapa menit.


bergegas masuk menuju ruang kerjanya.


Tugas double nya benar-benar membuat nya pusing.


Sampai tengah hari,ia masih berkutat di depan layar komputer.


suara pintu diketuk ,seseorang masuk setelahnya ,Raisa mengajak Divya makan siang di kantin.


"Duluan saja Ra,aku lagi nanggung nih bentar lagi" fokus menatap layar.

__ADS_1


"Ok! aku tunggu kamu dikantin ya jangan lama-lama!"


"Iya"


Setelah beberapa saat Divya bergegas membereskan mejanya yang berantakan.


menyisir rambutnya dengan jemari.


merapihkan stelan baju yang ia kenakan.


melangkah menuju kantin,menyusul Raisa.


Didepan sana Raisa sudah menunggunya,melambaikan tangan ketika dilihatnya Divya masuk kedalam kantin.


Kantin kantor yang sudah seperti cafe pada umumnya.


sebuah fasilitas yang di sediakan kantor agar para karyawan yang enggan keluar bisa makan ditempat yang tak jauh dari kantor itu sendiri.


Raisa terduduk dengan dua gelas minuman di depannya.


"Oh waw tahu saja kesukaanku"seru Divya menyabet segelas es cappuccino.


"Bukan aku yang pesan"


"Hah terus..?"


"Tuh !!" Raisa menunjuk dengan bibirnya.


Dari arah belakang tempat Divya duduk,Nando datang dengan tiga porsi makanan.


"Kau masih suka itu,kan" ucapnya menunjuk dengan mata segelas es cappuccino ditangan Divya, setelah menyimpan makanan diatas meja mereka.


"Heum...ya" jawab Divya sedikit acuh.

__ADS_1


__ADS_2