Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
83.Makan malam bahas dedek bayi?!


__ADS_3

Tanpa terasa Divya sudah berada di dalam kamar sejak tadi sore,ia baru menyadari jika hari sudah mulai petang.


Mengobrol dengan adik bungsunya ngalor ngidul membuatnya lupa akan suaminya yang pasti menunggu di bawah.


Setelah menyuruh Ameera untuk segera mandi,ia pun lantas keluar dan turun menuju ruang keluarga.


"Hai semuanya" Sapa Divya menghampiri semua yang ada di ruang tamu.


Ada Paman Fram,bibi Rita, Rudi,Haris suaminya dan


Shila?


"Eh ada mba Shila juga ternyata" Divya lantas duduk di samping Haris.


"Sudah curhat nya ? cerita apa adikmu itu,heum..?" Haris merangkul pundak Divya.


"Haha...biasa sayang itu urusan perempuan" Divya nampak malu dan canggung diperlakukan seperti itu oleh Haris terlebih di hadapan Paman dan Bibi nya.


"Wah syukurlah kalau kalian sudah akur,sudah sayang sayangan.Ia kan Ma..?" Respon Fram ketika melihat Haris juga Divya yang tampak mesra.Dengan


meminta persetujuan pada Rita istrinya,karena yang mereka tahu sebelumnya hubungan kedua keponakannya itu masih sangat jauh dari kata akur.Perjodohan yang di rencanakan Fram demi menuntaskan wasiat sang adik berjalan dengan baik.


"Iya Pa,bener.Lihat ! putri kita Divya juga berbeda sekarang,kelihatan jauh lebih segar dan cantik" Rita yang selalu menganggap ketiga keponakannya sudah seperti putra putri dia sendiri pun setuju dengan pendapat suaminya itu.


"Ah bibi nih bisa saja" Divya tersipu malu.


"iya bener ,dulu jelek ya Ma ,sebelum nikah.hahaha" Kak Rudi mulai lagi iseng menggoda adik kesayangannya.


Shila di sampinya nampak mencubit lengan pelan,sambil ikut tertawa.


"Ih kakak apa sih" Gadis yang digodanya mendengus sebal.


"Kamu juga jangan ikut-ikutan !" Mengarahkan telunjuk pada Haris,mengancam.


"Iya..iya sayang.istriku yang cantik" Tersenyum menahan tawa.


"Aslinya galak ternyata" Berbisik keras di depan semua orang,sampai suara gelak tawa pun pecah.


"Ishh" Divya kembali mendengus.


"Kalian ini ya ampun! yang akur terus ya !" Shila bahkan tak mampu menahan tawa nya.


"Haha..iya Mba" Divya kembali tersipu malu.


"Sayang kita pulang sekarang atau..." belum selesai kalimatnya bibi Rita sudah menyela.


"Kalian makan malam saja disini sebelum pulang,bila perlu menginap juga boleh"


"Iya Nak,makanlah dulu disini ya ?!" Imbuh Paman Fram.


"Iya Om " jawab Haris.

__ADS_1


Tak berselang lama,Erik muncul memberitahukan bahwa makanan sudah siap terhidang.


Erik ! ingin sekali Divya menyapanya,tapi ah sudah lupakan Haris bahkan tidak melepaskan pandangan dari bocah itu.


" aku ...memang cukup dekat dengannya kak" takut-takut Ameera mengatakannya tadi."tapi...sebatas teman saja kok,beneran !" Mengacungkan dua jari meyakinkan kakaknya."Kakak percaya Meera kan?"


Lantas Divya hanya merespon dengan senyuman.


Percaya.


Ya asalkan dia bisa menjaga diri,itu yang paling penting.Divya tidak akan melarangnya dekat dengan siapapun,selama temannya itu tidak membawa pengaruh buruk.


Acara malan malam pun berjalan dengan diselingi canda tawa,Rita dan Fram bahkan sampai menyinggung masalah anak.


Ia berujar ingin sekali memiliki cucu dari kedua putrinya,Shila dan juga Divya.


Rita sosok wanita lembut,berhati malaikat.Sungguh tipikal ibu mertua yang sempurna.


"Iya Ma... Kita berdua sudah ikut program kehamilan kok,tapi mungkin belom waktunya saja.Mama Papa do'akan kami ya? semoga saja secepatnya,Shila juga udah kepengen banget punya anak,secara kita nikah sudah lebih dari satu tahun kan" Tutur Shila kepada Rita saat ditanya mengenai program kehamilan.


"Iya sayang pasti Mama dan Papa mendoakan kalian,selalu.Kalian yang sabar ya!" jawab Mama Rita.


"Kamu juga Rud,janganlah terlalu sibuk" Imbuhnya beralih pandangan,menatap putranya yang nampak lahap menyantap makan malamnya.Tanpa berniat menjawab ucapan Mamanya ia meneguk gelas berisi air putih hingga tinggal separuh.


"Rud ...!"


"Ma!" Rudi menyela,ia tahu maksud Mamanya yang akan mengulang protesnya tadi.Sementara disana ada Haris.


"Kalian kenapa tidak bulan madu saja,berempat.Iya kan?!"


" Double date gituh!"


"Beuh... Mama bahasanya" Rudi lantas bersorak girang mendengar ucapan Mama Rita.


"Boleh juga,ide bagus tante" Haris pun menimpali perkataan Rita.


"Tuh kan Haris saja setuju.Pulang nanti bawa kabar bahagia buat kami,iya kan Pa ?" Meminta pendapat suaminya.


Fram yang sedari tadi diam pun akhirnya angkat suara.


"Iya Papa setuju,kalian tadi bilang akan meninjau proyek di Bali kan? Kenapa tidak sekalian saja bawa serta Divya juga Shila" Fram menyuarakan pendapatnya.


"Bagaimana kau setuju,Ris?"


"Haha iya benar juga Om,sekalian kita honeymoon.Kalian ikut ya !" Ajak Haris kepada Divya dan juga Shila.


"Kapan itu sayang?" Tanya Divya .


"Lusa kita berangkat" Terang Haris.


"Lusa..?"

__ADS_1


Hah lusa? bagaimana ini? Aku kan berencana mau ke rumah lama Ayah.


Tapi,sudahlah. Divya menghela nafas.


Mungkin memang aku tidak di takdirkan mengetahui semua itu.Pikirnya.


"Haa ke Bali kak,Meera ikut,please" Tangan mengatup di dada dan wajah memohonnya sebagai senjata,ia tunjukkan.


"Enak saja anak kecil gak boleh ikut !" Haris mendengus.


"Lagi pula kita itu mau honeymoon,bulan madu.Nanti bukannya pulang bawa kabar soal dedek bayi,malah..." Belum Haris menyelesaikan ocehannya,Divya sudah menepuk tangannya.


"Aw sayang kenapa sih?" Meringis memegangi tangan.


"Lagian kamu,sudah tahu anak kecil.Harus gitu di jelasin sampe detail begitu" Protes Divya.


"Haha iya,iya maaf"


Semua orang pun lantas tergelak ,bahagia.


Acara makan malampun usai,Haris juga Divya pamit pulang.


"Kalian yakin mau pulang? tidak mau menginap?"Tanya Rita sekali lagi.


Divya menatap suaminya,meminta jawaban.


"Tidak tante,kapan-kapan saja" jawab Haris.


"Ya sudah,hati-hati di jalan,Divya salam untuk mertua mu" pesan Fram.


"Baik Paman" Divya mengangguk,seranya merangkul paman dan bibinya,menciumi punggung tangan mereka yang sudah seperti orangtua baginya,Dimas juga Ameera.


Memeluk Ameera,mencium keningnya.


"Kau yakin tidak ingin ku antar Tuan...Haris maksudku" Ketika melihat tatapan Haris yang tak suka lagi di panggil Tuan.


"Tidak ! aku mau berduaan dengan adikmu,Kau pulang sana bikin dedek bayi jangan sampe aku duluan nanti yang punya Haris junior"


"Hahaha,iya iya harus Rudi junior duluan,iya kan sayang" Sudah bergelayut manja di pundak Shila,sisi kak Rudi yang belum pernah Divya lihat selama ini.


Rita dan Fram pun seketika dibuat tergelak melihat tingkah putranya.


Sementara Ameera melengos ketika semua orang hanya membahas Dedek bayi.


Raut wajahnya yang lucu tertangkap jelas mata Erik yang berdiri di ambang pintu .


Epilog


Rita dan Fram begitu menyadari perubahan sikap Haris yang semakin lebih baik.


Tidak lagi dingin dan emosional.

__ADS_1


Semoga kebahagiaan mereka tidak pernah lagi mendapat rintangan.


__ADS_2