Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Dimas Pergi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Divya sudah bersiap pergi ke kantor.


Hari ini tidak biasanya ia merasa begitu malas,mungkin karena


semalam ia tak bisa tidur pulas.


"Sarapan dulu sayang !"


Sapa Bibi Rita saat Divya turun dari tangga menuju meja makan.


"Vya langsung berangkat aja deh,Bi"


Divya melirik jam tangannya.


"Sudah siang juga,takut terlambat"


Lantas meraih tangan paman dan bibi nya untuk bersalaman.


"Meera,Dimas mana?"


Divya menanyakan Dimas yang memang tidak terlihat di meja makan,sementara Ameera yang tadi turun lebih dulu dari kakaknya sudah hampir selesai sarapan.


"Gak tahu Kak,dari tadi aku disini juga belum lihat kak Dimas"


Ameera menjawab sambil terus mengunyah makanannya.


"Paman sama bibi juga belum lihat Dimas,kemana dia?"


Fram yang juga merasa belum melihat keponakannya itu,tidak seperti biasanya dia terlambat .Padahal entah itu ada kuliah pagi atau tidak dia selalu siaga mengantar


kakak dan adiknya.


"Coba kamu tanya Erik"


Bibi menyuruh Divya menanyakan Dimas pada Erik.


"Biasanya dia tahu Dimas pergi kemana"


Imbuh bibi Rita memberi saran agar Divya menanyakan keberadaan Dimas padanya.


"Iya Bi"


Divya kembali melirik jam tangannya.


"Kamu takut kesiangan ya? Ya sudah berangkat saja di antar sopir biar Dimas Paman yang urus nanti"


Fram yang mengert kegelisahan Divya ia menyuruh Divya untuk segera berangkat ke kantor.


"Gak Apa-apa,Divya tanya erik sebentar"


Divya pergi ke dapur mencari Erik.


Erik yang melihat kedatangan Divya lansung menghampiri nya .


"Selamat pagi Non ! Ada yang bisa saya bantu? "


Pemuda itu sigap bertanya.


"Rik,kamu lihat Dimas gak?"

__ADS_1


Tanya Divya to the point.


"Itu~eum~Anu~Dimas~Dimas"


Erik menjawab bimbang,


Ia terlihat bingung harus bagaimana menyampaikannya.


"Iya Dimas. Kamu pasti tahu kan kemana dia? Apa masih tidur? Atau dia di kamar kamu?"


Divya yang melihat sikap erik semakin yakin bahwa pemuda di hadapannya memang tahu sesuatu.


"Dimas,dia pergi dari semalam"


Erik menatap Divya lalu kembali menundukkan kepalanya.Merasa menyesal karena tak bisa menahan Dimas yang pergi dengan emosi.


"Kemana?"


"Saya juga tidak tahu Nona,sudah saya telpon tapi tidak di angkat"


"Semalam sepertinya dimas marah,Non"


"Ya dia pasti marah"


Divya yang tahu betul sifat Dimas, merasa kalau dia pergi karena marah dengan situasi perjodohannya dengan Tuan Haris.


"Rik,tolong kamu terus hubungi Dimas ya,terus nanti kabarin aku !"


"Baik Non !"


Erik mengangguk paham.


Divya menyodorkan kartu namanya pada Erik,si pelayan muda itu.


"Iya Baik Non"


Erik pun menerima kartu nama itu.


Divya berlalu , setelah kembali pamit pada Paman dan Bibi nya,Ia pergi ke kantor bersama Ameera dengan di antar sopir.


Kebetulan sekolah Ameera memang satu arah.


***


Entah sudah berapa kali Divya mengecek ponselnya.


Dia terlihat sangat gelisah.


"Huuaaam.Ah ngantuk lagi"


Diruang kerjanya Divya merasa jenuh dan mengantuk.


Hingga ia memutuskan pergi ke pantry untuk minta di buatkan kopi.


"Vy,mau kemana?"


Arah suara itu datang dari belakang,suara yang terdengar tidak asing.


Suara teman kantornya,Raisa.

__ADS_1


Ia menoleh


"Minta bikinin kopi,Ra.kamu mau kemana?"


"Toilet.hehe,ikut"


Si konyol Raisa menunjuk arah dimana toilet kantor berada.


"Ogah !"


Divya mendengus sebal.


"Minta dibikinin kopi pake pergi ke pantry segala ngapain coba,tinggal telpon aja apa susahnya"


Gumam Raisa bersungut sungut sambil berlalu menuju toilet.


Sementara Divya hanya tersenyum tipis menanggapi gumaman Raisa yang memang masih bisa terdengar,walaupun pelan.


Tapi kenapa muka Divya kusut banget ya?


***


Sementara Erik yang masih terus berusaha menghubungi Dimas, masih tidak mendapat jawaban.


Kamu kemana sih Dimas.


Erik melihat jam dinding sudah masuk pukul sebelas siang.


Tidak lama ponselnya berbunyi .


Ia mengangkat panggilan dari no yang tidak di kenal.


"Hallo ! Ini benar saudara Erik?"


Suara di sebrang telpon yang tidak di kenalnya.


"Ya benar,ini siapa ya?


Tanya erik.


"Apa benar anda saudara nya Dimas?" Suara itu malah balik bertanya.


"Iya benar! Ini dengan siapa ya?


Tanya Erik lagi.


"Saya dokter yang merawat Dimas,saat ini Dimas ada di rumah sakit.Ia mengalami kecelakaan semalam"


Begitu dokter itu menjelaskan kronologi saat Dimas di bawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri.


" Hah,Dimas kecelakaan dok ?!"


Erik kaget bukan main mendengar kabar Dimas.


"Iya,tolong keluarga segera datang ke Rumah sakit xx"


Dokter itu menginformasikan keberadaan Dimas di salah satu rumah sakit besar di Ibukota.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2