Rahasia Dibalik Perjodohan

Rahasia Dibalik Perjodohan
Rahma Sakit


__ADS_3

Divya dengan telaten menyuapi Mama mertuanya.Ia mengingat kembali masa-masa indah bersama sang Ibu dulu.


Rasa rindu akan beliau seakan semakin kuat saat Rahma tersenyum dengan tangan menyentuh pipinya.


"Terimakasih,Nak" Ucap Rahma di sela suapan demi suapan masuk kemulutnya.


"Iya Ma,"


Divya pun tersenyum.


Haris duduk bersama Papa Santoso di sofa,memerhatikan mereka.


"Uh so cute ya Pap,lihat tuh ibu sama mantu,begitu !"


"Hus !! Kamu tuh ganggu aja ! Jangan bilang kamu iri,Ris"


"Isshh No ! Gak gitu Pap"


Haris menyandarkan tubuhnya pada pinggiran sofa.


"Cuman kecewa aja Mama kok gak minta Haris yang suapin malah maunya sama dia tuh,mana lahap banget lagi makannya"


Haris memasang wajah kesal sambil menunjuk dengan mulutnya.


"Dia siapa ,Ris?"


Tanya Papa Santoso menggoda putranya.


"Dia ya dia ,itu !" Dengan kekanakan Haris menuding Divya dengan telunjuknya.


"Iya dia siapa?"


"Mantu Papa"


"Heum...putri Papa ya"


"Isshh Istriku Papa !" Rajuk Haris tidak terima.


"Memangnya kamu siapa" Dengus Papa Santoso.


Rahma pun terkekeh melihat interaksi putra dan suaminya,begitu pun Divya ia ikut tertawa melihat tingkah cemburu Haris.


"Oh ya sayang,dokter Intannya kok belom datang?"


Divya masih dengan menahan tawa mempertanyakan kedatangan dokter Intan.


"Tadi sih bilangnya mau langsung kesini,tapi kok lama ya?"


Haris juga merasa bingung.


Apa mungkin macet ya.Gumamnya .


"Kalian gak jadi makan di luar sayang"


Mama Rahma kembali bertanya pada anak dan menantunya.


"Lain kali juga bisa,kan.Lagi pula kesehatan Mama jauh lebih penting"

__ADS_1


Senyum Divya yang selalu nampak tulus itu membuat Rahma terharu.


Ia kembali mengingat perbuatan buruknya di masa lalu.


Apa mungkin Marisa juga sebaik ini ,aku sudah berbuat tidak adil pada gadis itu.Batin Rahma menyesali perbuatannya.


"Makan di rumah juga sama aja kok ,anak Mama aja tuh yang lagi aneh tiba-tiba ngajak keluar"


Jawab Divya sambil mendengus ke arah Haris, suaminya.


"Eh kok aku yang kena sayang,aku kan cuman mau nyenengin kamu"


Haris tidak terima saat Divya menjadikannya alasan.


"Memang kamu yang ngajak aku,kan? Apa tadi bilangnya,hari ini Anniv kamu sama Marisa gitu tadi bi-lang-nya Ma "


"Mama kenapa ?"


Niatnya mengadu pada Mama mertuanya malah membuat wajah Rahma semakin memucat kala mendengar nama Marisa disebutkan.


"Ma !"


Divya dan Haris saling melempar pandangan penuh tanda tanya.


"Mama !"


Tok.tok.tok.


Suara pintu kamar diketuk dari luar,membuat semuanya menoleh ke arah sumber suara,beberapa detik kemudian Intan masuk bersama Rudi.


Rudi ikut datang lantaran dikabari jika Rahma sedang sakit.


Setelah selesai mereka semua keluar kamar lalu melanjutkan perbincangan di meja makan,meninggalkan Rahma yang tertidur pulas setelah meminum obat serta vitaminnya .


Intan pun ikut pula bergabung.


"Hari ini acara kita batal sayang,tapi lihat tamu istimewa kita "


Ucap Haris membuka obrolan,seranya menunjuk Intan yang di maksudnya sebagai tamu istimewa.


Disambut senyum Divya yang mengembang di bibirnya.


Tak ada raut wajah kecewa meski ia dan Haris batal berkencan malam ini.


"Oh iya Om ! Apa akhir-akhir ini ada yang mengganggu pikiran tante Rahma?"


Tanya Intan pada Tuan Santoso.


"Memangnya kenapa,Tan?"


Haris justru yang menjawabnya dengan pertanyaan.


"Jadi kesimpulannya tante Rahma itu secara fisik baik-baik saja,hanya tekanan darahnya sedikit naik"


Di sela-sela mulutnya mengunyah dokter Intan menjelaskan detail tentang apa yang terjadi pada Rahma.


"Dan itu bisa jadi disebabkan karena faktor stress dan beban pikiran"

__ADS_1


Lanjut Intan disambut anggukan dari tuan Santoso.


"Ya mungkin kau benar Intan,tante mu beberapa hari ini sikapnya rada aneh"


Lalu tuan Santoso menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu saat Rahma mulai berubah aneh.


Tuan Santoso juga sudah mencari tahu siapa yang meneror istrinya hanya saja ia tidak menyertakan itu dalam penuturannya kali ini,ia masih ragu dan ingin memperjelas siapa gadis bernama Laras yang membuat istrinya begitu cemas dan ketakutan.


Seingatnya hanya ada satu nama Laras yang ia kenal.


Yaitu,wanita yang pernah mengejar-ngejar Haris.


Lebih dari tiga tahun yang lalu,itu juga yang membuat Santoso tidak mengerti,entah kenapa sejak bertemu dengan mantan pengasuh Haris sikap istrinya terhadap Marisa,gadis yang sudah dipacari Haris selama satu tahun menjadi lebih dingin.


Ia tidak lagi meminta Marisa datang ke rumahnya.


Begitupun menghubunginya, sesekali Marisa lah yang menelpon menanyakan kabar atau ia datang langsung ke rumah.Itu pun hanya di sambut senyum keterpaksaan.


Suatu hari,gadis bernama Laras itu datang ke Indonesia.


Ia baru saja menyelesaikan studinya di luar negri.


Orangtua Laras tinggal di Amerika.


Ia datang ke Ibukota saat libur akhir tahun.


Merindukan suasana kampung halaman dimana ia di lahirkan,menjadikan alasan kedatangannya.


Ibunda Laras adalah salah satu sahabat Rahma.Begitu juga ayahnya masih kolega bisnis dengan Santoso.


Laras sudah seperti adik bagi Haris,terlebih kakak laki-laki Laras itu adalah sahabatnya walaupun ia sudah tiada beberapa bulan yang lalu sebelum Laras datang,karena sebuah kecelakaan Antonio harus meregang nyawa di usianya yang masih muda.Meninggalkan satu anak dan istri yang tengah mengandung saat itu.


Namun segala perhatian Haris terhadap Laras disalahartikan oleh gadis itu,ia berpikir jika Haris menyimpan rasa yang sama terhadap dirinya.


Laras selalu mencari kesempatan hanya untuk mendapat perhatiannya.


Saat itu,saat dimana hubungan Rahma dengan Marisa mulai renggang,Laras masuk ke dalam kehidupan Rahma bukan lagi sebagai seorang yang di anggap keponakan,melainkan sudah Rahma anggap sebagai gadis yang pantas mendampingi Haris.


Rahma bersikeras menjodohkannya dengan Haris.


Segala macam cara ia lakukan agar hubungan Haris dengan Marisa putus dan Haris bisa memilih Laras sebagai penggantinya.


Haris merasa asing Dengan sikap sang Mama yang tiba-tiba dingin terhadap Marisa.


Kemana Mama baik hati-nya yang lemah lembut,mengapa hilang bak di telan bumi.Apa kesalahan Marisa hingga Mama begitu membencinya?


Terakhir Mama menanyakan status Marisa yang bukan anak kandung ibu Inah,dia hanya anak angkat karena Ibu Inah dan suaminya tak bisa mendapatkan keturunan.


Mengapa saat ia jujur justru Mama Rahma tudak mau menerima.


Jadi ini alasan mengapa Marisa dan Ibunya mewanti-wanti agar merahasiakan status Marisa dari Mama Rahma jika ingin hubungan mereka baik-baik saja.


Di sisi lain,Haris terpaksa jujur karena desakan Rahma.


Bahkan Rahma sampai bersumpah jika anaknya berani berbohong maka ia lebih baik mengakhiri hidupnya.


Apalah Haris ia tidak mungkin setega itu terus membohongi ibunya sendiri.

__ADS_1


Dan itulah konsekuensi dari keputusannya memilih berkata jujur tentang siapa Marisa.


__ADS_2