
"Kau mau mandi bareng Sayang?" Tanya Haris sebelum menurunkan Divya di samping badtube,masih dengan memakai selimutnya.
"Ah gak mau nanti bukannya mandi malah..." Divya menggigit bibirnya sendiri merasa malu hendak mengucapkan kata selanjutnya.
"Malah apa? heum..." kecupan Haris kali ini mendarat di hidung istrinya.
"Kamu keluar sayang aku mau mandi !" titah Divya.
"Mandi ya mandi aku tunggu di sini" seranya menggoda lagi ,berdiri menyandar pada dinding kamar mandi.
"No...Aku malu sayang"
"Malu ? aku malah masih inget tubuh polos kamu semalam" mendengar itu seketika wajah Divya merona merah.
"Ada tahi lalat di sini,di sini juga dimana lagi ya?" Haris menunjuk bagian tubuh mana saja yang ia ingat ada tahi lalatnya,sambil so berpikir.
"Sayaaang !" Divya makin merasa malu wajah cemberutnya itu sudah tak bisa di sembunyikan lagi.
"Ya udah ok aku keluar" Haris menahan tawanya demi melihat wajah istrinya.ia mencubit pipi Divya gemas,berlalu keluar kamar mandi.
Dasar,buat aku sport jantung terus sih dia.
Divya membuka selimut penutup tubuh polosnya ketika dirasa yakin Haris sudah benar-benar meninggalkan kamar mandi.
Naik dan duduk berendam di air hangat,merelaksasi tubuhnya yang terasa pegal.
Menggosokkan sabun ke seluruh tubuhnya.
"Hah apa ini? ya ampun kapan dia melakukannya ?"gumam gumam kecil ketika melihat tanda merah,jejak kissmark yang ditinggalkan suaminya
"Banyak banget gini,Astagaaa Monster dia ya" tertawa kecil sambil terus membasuh tubuhnya kali ini Divya sudah berdiri di bawah Shower.
Selesai ritual mandi yang ia jalani kurang lebih tiga puluh menit,berendam di air hangat sampai air terasa dingin membuatnya relaks,Aroma lavender dari minyak essensial menambah ketenangan jiwanya yang baru saja berperang melawan degup kencang jantungnya.
__ADS_1
Bersama Haris, entah apa yang ia rasakan setiap dekat dengannya.
Mata ini tak pernah mampu dengan cepat terpejam setiap dia ada di sampingnya.Dulu saat hubungan mereka masih sangat jauh sekalipun.
Divya menyisir rambutnya sambil terus mengingat apa yang baru saja ia lewati.
Serasa mengambang di Udara.
Hatinya kini merasakan kebahagiaan.
Benar yang Ayah katakan.batinnya
Ah iya kemana dia,tidak ada di kamar .
Apa mungkin kembali ke kamar atap?
Divya duduk di depan meja rias.
Pantas saja selama ini dia itu kalau tidak tidur di ruang kerja atau gallery,
"Tapi bisa ya kepikiran bikin kamar kaca di teras atas rumah"
Divya tersenyum melihat pantulan dirinya sendiri di cermin.
Dan
"Hah apa lagi ini di leher ya ampun" Tangannya meraba leher dengan sedikit mendongak.
"Kenapa sayang ?" Tanya Haris yang datang dari arah belakang.ia baru saja masuk masih dengan memakai handuk melingkar di pinggangnya.
Baru selesai mandi di toilet yang ada di ruang gallery.
"Ini nih"menunjukkan leher di depan cermin masih membelakangi Haris.
__ADS_1
Haris melihat apa yang ditunjukkan istrinya lewat pantulan cermin, ia berdiri di belakang Divya,memegang pundaknya ."Aku digigit Monster" bicara dengan nada manja,lantas mengerucutkan bibirnya.
Haris pun tergelak mendengarnya.
"Apa ? apa kau bilang? Monster..Hahaha"
"Iya Monster, kamu tuh monster lihat nih" tunjuknya pada lehernya sendiri.
"Ini juga" satu persatu Divya menunjuk jejak merah perbuatan suami monsternya itu.
Sampai dibagian dada pun ia tunjuk dengan menyingkab handuk kimono yang ia kenakan.
"Wah wah wah mau minta lagi rupanya sampai membuka handuk begitu" Haris memeluk Divya dari belakang,memegang kedua tangannya.
Divya yang tersadar maksud perkataan suaminya langsung melotot,reflek dia menutup kembali bagian dadanya.
Wajahnya ? jangan tanya wajahnya sudah semerah apa sekarang ,belum lagi jantungnya yang kembali berdegup kencang.
Haris pun kembali tergelak.
"Itu belum seberapa sayang" Desir suara Haris di telinga Divya,hembusan nafasnya hangat terasa di lehernya.
"bersiap-siaplah nanti malam"
Terdengar seperti ancaman.
Ah tidak.
"Kau paham sayangku" Satu kecupan di telinga kanan istrinya.
"Apa. !" tergambar jelas wajah tegangnya .
"Siap-siap nanti malam" Berlalu pergi menuju ruang ganti setelah dengan nakalnya ia memegang dua gundukan kembar di balik handuk kimono.
__ADS_1
Astaga...Divya menghela nafas