TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Duda Lebih Mempesona


__ADS_3

Isabella menatap tajam ke arah wanita yang menjadi pilihan Papihnya itu. Dalam tangkapan matanya, dia melihat senyum bahagia yang mengembang di bibir Grace adalah senyum kemenangan karena berhasil menaklukan hati Papihnya. Tidak mudah bagi Isabella menerima Grace sebagai pendamping Rizal, apalagi mereka sempat bersitegang, dan Grace sampai menam par pipinya.


Vito melirik ke arah Isabella. Tak nampak aura kebahagiaan di wajah cantik wanita itu. Vito menganggap pertemuan awal yang kurang baik antara Grace dan Isabella sepertinya tidak dapat dilupakan begitu saja oleh Isabella.


" Saudara Rizal Gunawan bin Hardjanto Gunawan, saya nikahkan dan saya kawinan engkau dengan Ananda Grace Renata binti Darren Williams dengan maskawin uang tunai sebesar dua juta seratus dua puluh dua ribu dua puluh tiga rupiah dan logam mulia seberat lima puluh gram dibayar tunai." Om Daniel yang menjadi wali nikah membuka ucapan ijab qobul. yang langsung dibalas tegas oleh Rizal dengan satu tarikan nafasnya.


" Saya terima nikah dan kawinnya Grace Renata binti Darren Williams dengan maskawin tersebut tunai!".


" Sah?"


" Sah ...!!" Anak buah Rizal menjawab serentak.


Tarikan nafas lega dirasakan semua orang kecuali Isabella yang masih berat menerima keputusan Papihnya itu.


" Nona Grace itu sebenarnya baik, Bella. Percayalah ... mungkin hanya butuh waktu untuk kamu dan Nona Grace untuk bisa mengenal dan mengakrabkan diri agar terjalin hubungan yang baik antara kalian berdua." Vito mencoba menasehati Isabella.


Isabella tidak merespon apa yang diucapkan oleh Vito. Wanita itu justru memalingkan wajahnya.


Setelah pengucapkan ijab qobul dan penandatanganan dokumen pernikahan selesai, semua yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Grace dan Rizal.


" Grace, selamat atas pernikahanmu. Om berharap dengan pernikahanmu ini, kamu bisa semakin dewasa dan menjadi lebih baik lagi." Om Daniel tentu selalu berharap agar Grace mendapatkan kebahagiaan dan terhindar dari pergaulan yang salah seperti saat bersama Joe dulu. Sehingga dia berharap pernikahan Grace dengan Rizal dapat membuat Grace menjadi pribadi yang lebih baik. Apalagi sebelumnya dia sudah menyuruh asistennya untuk mencari informasi tentang siapa sosok Rizal yang sebenarnya.


" Iya, Om. Terima kasih, Om juga sudah datang dan merestui pernikahan kami." Grace memeluk adik Papanya itu.


" Sayang sekali Papamu tidak dapat melihat kebahagiaanmu di saat hari bahagiamu ini, Grace." Om Daniel mengusap punggung Grace.


" Iya, Om. Mungkin kalau Papa masih hidup, Mama tidak mungkin akan bertingkah seperti sekarang ini," keluh Grace dengan bola mata mengembun. Tak dapat dipungkiri jika hati kecilnya merasa kecewa karena Mamanya tidak menghadiri pernikahannya hanya karena pria pilihanya tidak sesuai dengan keinginan Agatha.


" Oh ya, Mamamu mana Grace? Dia tidak hadir?" Om Daniel baru menyadari jika tidak ada Agatha di antara orang-orang yang mengantar Grace ke KUA. Padahal, semestinya Agatha mendampingi putrinya itu.

__ADS_1


" Mama masih belum merestui kami, Om. Mama masih tetap pada pendiriannya, ingin menikahkan aku dengan pria pilihannya itu. Biarkan sajalah, Om! Siapa tahu nanti justru Mama sendiri yang akan menikahi pria itu." celetuk Grace dengan mengibas tangan ke udara


Perkataan Grace membuat Om Daniel terkekeh, sementara Rizal hanya menahan senyuman menanggapinya.


" Memangnya Mamamu masih suka dengan pria muda?" tanya Om Daniel sambil tertawa lalu melirik ke arah Rizal. " Sepertinya sifat Mamamu menurun ke kamu, Grace. Bedanya pria yang kau nikahi jauh lebih tua." sindir Om Daniel.


" Rizal, saya serahkan keponakan saya ke kamu. Tolong jaga dia baik-baik! Jangan sampai kau mengecewakan apalagi menyakiti hatinya!" Om Daniel pun menitipkan Grace kepada Rizal dan meminta Rizal untuk menjaga Grace dengan baik.


" Saya janji saya akan menjaga dan melindungi Grace dengan baik, Pak Daniel." Rizal berjanji di hadapan Om Daniel jika dia akan selalu menjaga dan melindungi Grace.


" Kau harus ingat, Rizal! Kau juga punya janji yang harus kau tepati!" Om Daniel menyinggung soal janji Rizal yang akan memimpin perusahaan milik Darren, Papa dari Grace.


Rizal melirik ke arah Grace yang juga spontan melirik ke arahnya.


" Siap, Pak Daniel. Saya pasti akan memenuhi janji saya!" Rizal meyakinkan Om Daniel jika dia mampu menepati janjinya.


" Lho, Om tidak ikut acara resepsi nanti malam?" Grace menyayangkan karena tidak ada anggota keluarganya yang akan mendampinginya di acara dinner nanti malam untuk merayakan pernikahannya.


" Grace, kamu tahu sendiri bagaimana sibuknya Om mu ini, kan?" Om Daniel meminta pengertian Grace agar dapat memaklumi kesibukannya.


" Iya, Om. Grace juga berterima kasih, Om sudah mau menyempatkan waktu datang kemari." Grace kembali memeluk tubuh sang paman dengan manja layaknya seorang anak kepada Papanya.


" Om ini pengganti Papamu, Jadi Om wajib menghadiri acara pernikahanmu." Om Daniel membelai kepala Grace.


Rizal memperhatikan interaksi Grace dan Om Daniel. Di balik sifat keras kepala Grace yang dominan, wanita itu tetap membutuhkan sosok seorang Papa dalam hidupnya.


Setelah berpamitan, Om Daniel pun pergi lebih dahulu dari kantor KUA. Setelah itu Rizal dan Grace berserta yang lainnya juga ikut meninggalkan KUA menuju rumah Grace.


Di rumah Grace, anak buah Rizal berkumpul menikmati makanan dan hidangan yang telah disediakan, sementara Isabella lebih dulu pulang karena dia harus mengajar di Lembaga Bimbingan Belajar.

__ADS_1


" Pak bos, Bu bos, happy wedding. Semoga pernikahannya langgeng, samawa dan dikaruniai banyak anak. Aamiin ..." Indra mengulang ucapannya kepada Rizal dan Grace setelah sebelumnya juga sudah mengucapkan selamat ketika di KUA. Indra bahkan mengganti panggilan Grace menjadi Bu bos.


" Iya, Pak, Bu Bos, sekalian doakan kita biar cepat laku juga." Jamal menimpali seraya terkekeh.


" Pesona duda lebih mempesona! Kalian yang perjaka saja kalah sama Pak Rizal yang mendapatkan istri cantik dan masih muda!" celetuk Yuanita menyindir kedua rekannya itu.


" Nanti Pak Rizal dan Bu Rizal akan tinggal di mana? Di sini atau di rumah Pak Rizal?" tanya Yuanita kembali.


" Kamu ingin tinggal di mana?" Saking sibuk mempersilahkan pernikahan yang serba mendadak sampai Rizal tidak sempat mendiskusikan di mana mereka akan tinggal setelah menikah.


Grace menoleh ke arah Rizal, dia memang belum membahas soal tempat tinggal yang akan mereka tempati.


" Aku terserah Papih saja," sahut Grace.


" Cieee, sekarang panggilannya Papih." Indra sepertinya tidak enak jika tidak menggoda pasangan pengantin baru itu.


" Iya, dong! Sudah menikah harus romantis panggilannya! Iya 'kan, Bu?" Yuanita juga ikut memanggil dengan sebutan Ibu pada Grace.


Selama dua jam mereka berkumpul. Saat jelang Maghrib, mereka pun berpamitan pulang kerena nanti malam mereka akan menghadiri acara dinner untuk merayakan pernikahan Grace dan Rizal di restoran hotel milik David Richard.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2