TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Jarang Menjemput Bella


__ADS_3

Sejak Rizal mulai siuman, Rivaldi sudah tidak lagi menjemput Isabella dari kampusnya, pria itu pun sudah jarang berkunjung ke rumah Grace. Tentu saja hal itu membuat hati Isabella gelisah. Dia yang awalnya melambungkan angannya karena beberapa waktu terakhir sebelum Rizal tersadar mulai dekat dengan Rivaldi, kini pria itu seakan menjauh kembali.


Bagi Rivaldi, kembali sadarnya Rizal membuat misinya menghalangi Isabella untuk tidak terus menekan Grace sudah selesai. Rivaldi memang tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap putri Rizal itu, dan dia juga tidak berminat menjalin hubungan dengan wanita yang tidak bisa membuat dirinya jatuh cinta.


" Kamu pulang sama siapa, Bel?" tanya Fauziah saat mereka keluar dari kelas mata kuliah terakhir yang mereka ikuti.


" Aku naik ojek saja, Zie." sahut Isabella.


" Kak Aldi tidak jemput kamu lagi?" tanya Fauziah.


" Entahlah ..." Isabella mengedikkan bahunya.


" Sibuk kali, ya?" Fauziah menduga jika aktivitas Rivaldi yang berprofesi sebagai seorang bos di perusahaan milik Rivaldi membuat pria itu tidak sempat menjemput Isabella.


" Iya, mungkin. Mungkin juga karena sekarang Papih aku sudah siuman jadi dia tidak punya kesempatan buat dekat-dekat Grace lagi." Rasa cemburu Isabella kepada Grace sepertinya terpercik kembali, karena perubahan sikap Rivaldi yang tidak perhatian kepadanya lagi.


" Jangan berburuk sangka seperti itu terus, dong, Bel! Siapa tahu Kak Aldi memang sibuk. Lagipula, katanya Kak Aldi sudah bilang ke kamu kalau dia tidak berkeinginan merebut Grace dari Papih kamu, kan, Bel,?" Fauziah mencoba menasehati Isabella yang terlihat kembali cemburu pada Grace.


" Sudahlah, tidak usah membicarakan hal itu!" Isabella enggan membahas soal Rivaldi lagi.


" Ya sudah, kamu ikut aku saja pulangnya! Yuk ...!" Tanpa menunggu jawaban Isabella, Fauziah langsung menarik tangan sahabatnya itu untuk ikut pulang bersamanya.


" Tidak apa-apa antar aku pulang?" tanya Isabella.


" Tidak apa-apalah, siapa tahu di sana aku ketemu sama Kak Vito." Fauziah menyeringai. Saat dirinya tahu Isabella menolak Vito, Fauziah justru berharap, siapa tahu bisa dekat dengan orang kepercayaan Rizal itu.


Isabella langsung menoleh ke arah Fauziah saat sahabatnya itu berharap bertemu dengan Vito.


" Eits, jangan marah! Kamu bilang kamu tidak punya perasaan apa-apa sama Kak Vito, kan? Tidak masalah kalau aku dekat-dekat Kak Vito, dong!" Fauziah minta agar Isabella tidak melarangnya mendekati Vito.


" Tidak! Siapa juga yang ingin melarang?" Isabella menepis dugaan Isabella yang menyebut dirinya akan melarang bahkan cemburu pada Fauziah yang sedang berusaha mendekati Vito.


" Kalau aku benar jadian sama Kak Vito, kamu jangan menyesal ya, Bel." Fauziah justru meledek Isabella.

__ADS_1


" Menyesal? Menyesal karena apa?" sanggah Isabella


" Menyesal karena menolak Kak Vito lah! Sudah tahu Kak Vito itu pria baik-baik malah ditolak, sekarang kamu mengejar pria yang tidak pasti. Memang secara materi dan status ekonomi Kak Aldi memang jauh di atas Kak Vito, tapi kalau tidak ada cinta, untuk apa?" Fauziah lebih berpikir realistis. Vito mempunyai wajah tampan, punya pekerjaan sebagai orang kepercayaan Rizal. Vito juga sangat sopan dan bukan tipe pria yang suka mempermainkan wanita, apalagi Vito sangat mencintai Isabella, seharusnya Isabella bisa menerima Vito dengan baik. Fauziah percaya jika cinta itu akan hadir dengan sendirinya. Jika kita dicintai oleh seorang pria dengan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin rasa cinta itu akan muncul dengan sendirinya di hati kita. Sayangnya Isabella tidak bersikap terbuka seperti itu kepada Vito.


***


" Assalamualaikum ..." Isabella memberi salam saat masuk ke dalam rumah Grace. Setelah mempertimbangkan kesehatan Rizal, Rizal dan Grace akhirnya memutuskan untuk pindah ke rumah Grace. Karena rumah itu lebih dekat dengan kantor Rizal Sementara rumah lama Rizal hanya ditunggui oleh Bi Tinah dan Surti yang. bergantian satu Minggu sekali tidur di sana.


" Waalaikumsalam ..." sahut Grace yang sedang menyantap rujak buah di ruang tamu. " Sama siapa kamu pulang, Bel?" tanyanya.


" Sama Zie ...."


" Bel, kok, aku tidak pernah melihat Aldi jemput kamu dari kampus belakangan ini?" tanya Grace kemudian. Belakangan dia memang tidak pernah melihat Rivaldi mengantar Isabella pulang.


Mendengar Grace menanyakan soal Rivaldi, wanita itu langsung menatap sinis kepada Grace.


" Kamu kangen karena tidak melihat Kak Aldi?" tanyanya dengan nada ketus.


" Yang kangen Aldi itu aku atau kamu, sih?" Grace sengaja membalas sindiran Isabella tadi kepadanya.


Tak membalas ucapan Grace, Isabella memilih masuk ke dalam kamarnya dengan bersunggut-sunggut.


" Non Bella kenapa, Non?" Bi Tinah yang baru keluar dari arah dapur membawa orange juice untuk Grace berpapasan dengan Isabella. Dia langsung bertanya kepada Grace karena melihat wajah memberengut Isabella.


" Biasalah, Bi. Lagi dapat mungkin ..." sahut Grace tak ingin ambil pusing apa yang terjadi pada Isabella. Dia menganggap jika sikap Isabella itu masih kekanak-kanakan.


" Tapi biasanya Non Bella kalau lagi halangan tidak pernah seperti itu, lho, Non!" Bi Tinah sudah lama mengenal Isabella. Dia tidak pernah melihat Isabella memberengut atau moody saat mendapatkan datang bukan.


" Mungkin sedang banyak pikiran kali, Bi." Grace menyahuti seraya meneguk orance juice yang diberikan oleh Bi Tinah.


" Apa karena Mas Aldi jarang datang ke sini jadi Non Bella uring-uringan, Non?" tanya Bi Tinah kemudian duduk sambil memijat kaki Grace.


Grace melirik ke arah Bi Tinah yang menyebutkan alasan yang sama seperti yang ada di benaknya.

__ADS_1


" Bisa jadi, Bi." sahutnya kemudian. " Aku juga tidak mengerti kenapa Aldi jarang kemari menemui Bella sekarang ini?" Grace tidak tahu apa yang terjadi sampai Rivaldi tidak pernah muncul di rumahnya itu.


" Mungkin Mas Aldi tidak enak karena Pak Rizal sekarang sudah siuman ya, Non?" tanya Bi Tinah menduga jika kondisi Rizal yang sudah pulih membuat Rivaldi enggan datang ke rumah Grace.


" Memangnya apa hubungannya kondisi Papih yang sudah pulih dengan Aldi tidak mau menemui Bella?" Grace balik bertanya.


" Apa yang sedang kalian bicarakan? Apa maksudnya Rivaldi tidak mau menemui Bella?" tanya Rizal yang muncul dari arah pintu rumah.


" Papih?"


" Bapak?"


Grace dan Bi Tinah terkesiap saat melihat Rizal sudah berdiri di pintu.


" Kalian sedang ngobrol apa? Ada apa dengan Bella?" Rizal berjalan ke arah istrinya, sementara Bi Tinah langsung berjalan ke arah dapur.


" Tidak ada apa-apa, Pih." Grace bangkit lalu melingkarkan tangan di lengan sang suami lalu melangkah menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


" Sebenarnya ada apa, Grace? Apa Rivaldi membuat ulah?" tanya Rizal penasaran.


" Bukan seperti itu, Pih! Cuma sekarang ini Aldi jarang menjemput Bella, mungkin itu yang membuat Bella kesal sampai tadi datang dari kampus dengan wajah cemberut." Grace menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


" Rivaldi jarang menjemput Bella? Memangnya sejak kapan dia menjemput Bella, Grace?" Rizal memang tidak pernah diberitahu oleh Grace dan Isabella jika saat Rizal masih belum tersadar, Isabella sering dijemput oleh Rivaldi, tepatnya sejak terjadinya pertengkaran antara Grace dengan Isabella.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2