TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Pengakuan Grace


__ADS_3

Rivaldi yang awalnya hendak melakukan perjalanan pulang kembali ke Jakarta pu kul tujuh, membatalkan niatnya itu saat mengetahui jika Grace dan Rivaldi sedang berada di negara yang sama dengan dirinya saat ini.


Rivaldi ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan Grace dan Rizal di Singapura. Apa ada pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Rizal di negara itu hingga mengajak Grace? Atau ada hal lain yang membuat Rizal dan Grace pergi ke di Singapura? Itu yang membuat Rivaldi sangat penasaran.


Rivaldi pun segera menghubungi Agatha untuk mencari inforamasi dari wanita itu, siapa tahu Agatha tahu alasan Grace pergi ke Singapura.


" Halo, Tante." Rivaldi menyapa Agatha saat panggilan teleponnya tersambung dengan Agatha.


" Halo, Aldi. Ada apa?" sahut Agatha dari seberang.


" Tan, apa Tante tahu kalau Grace sekarang ini ada di Singapura bersama laki-laki itu?" Rivaldi langsung bertanya kepada Agatha.


" Apa?? Grace di Singapura bersama Rizal?" Agatha justru kaget mendengar kabar soal Grace yang ada di Singapura bersama dengan Rizal. " Sedang apa mereka di sana?" tanyanya kemudian.


" Tante tidak tahu soal kepergian mereka?" tanya Rivaldi mendengar Agatha justru menanyakan alasan Grace dan Rizal ke Singapura.


" Tante tidak tahu, Aldi. Grace tidak bicara apa-apa pada Tante," ungkap Agatha. " Kamu bertemu mereka di mana, Aldi?" tanya Agatha kembali.


" Saya bertemu di hotel saya menginap, Tante. Dan sepertinya mereka juga menginap di hotel yang sama dengan saya." Rivaldi menjelaskan di mana dia bertemu dengan Garce juga Rizal.


" Saya rasa, Rizal dapat membawa pengaruh buruk untuk Grace, Tante. Mereka berani melakukan kein timan berci uman di depan publik. Saya takut mereka akan melakukan lebih dari hal itu, Tan. Itu sangat tidak baik untuk seorang gadis seperti Grace!" Rivaldi yang tidak tahu kehidupan Grace sebelumnya menganggap Grace akan dapat melakukan hal lebih jauh mengingat Rizal seorang pria berpengalaman.


Agatha tak langsung menjawab perkataan Rivaldi. Agatha memang tidak bercerita kepada Rivaldi soal anaknya yang sudah kehilangan keperawa nannya itu. Dan Agatha menduga jika Rivaldi belum mengetahui tentang hal tersebut.


" Hmmm, iya, Aldi. Nanti Tante akan coba bicarakan pada Grace." Tak ingin membuat Rivaldi curiga, Agatha lalu merespon apa yang diucapkan oleh Rivaldi. " Aldi, kapan kamu kembali ke Jakarta?" tanya Agatha kemudian.


" Rencananya jam tujuh ini, Tante. Tapi, saya batalkan saat saya tahu calon tunangan saya bersama pria lain di negeri orang!" Rivaldi mengeluarkan nada kesal saat berbicara. Dia seolah menganggap Grace masih calon tunangannya, meski selalu ditentang oleh Grace.

__ADS_1


" Aldi, Tante minta tolong kamu jaga Grace. Jangan sampai di kenapa-napa." Agatha minta tolong Rivaldi agar mengawasi Grace. Dengan beralasan khawatir pada Grace meskipun dia yakin jika Rizal bukan pria jahat.


" Baik, Tante. Saya akan menjaga Grace!" Rivaldi menjawab pertanyaan Agatha dan menyanggupi mengawasi Grace.


***


Setelah menyetujui syarat yang diberikan oleh Om Daniel, Rizal bergegas membawa Grace kembali ke hotel tempat mereka menginap. Rizal berencana mempercepat kepulangannya ke Jakarta karena waktu yang diberikan oleh Om Daniel terlalu cepat dan mendesak. Dia berniat kembali ke Jakarta malam itu juga.


" Apa kau yakin akan bisa melakukan apa yang Om Daniel inginkan?" Garce meragukan Rizal. Bukan kemampuan pria itu. Karena dia yakin Rizal mampu belajar mengelola perusahaan milik Papanya. Tapi, dia tahu jika Rizal sangat mencintai pekerjaannya sekarang ini. Tidak mungkin Rizal akan meninggalkan pekerjaan yang sudah dia tekuni sejak lama itu.


" Sekarang ini yang terpenting kita mendapatkan restu lebih dahulu dari Om kamu Grace. Setelah itu, kita bisa pikirkan cara untuk membujuk Om kamu agar tidak terus mendesak aku untuk menerima syaratnya itu." Rizal menjelaskan alasannya menerima Om Daniel untuk mengurus perusahaan milik Papa dari Grace.


" Kau ternyata pintar juga rupanya." Grace menyindir keli cikan Rizal dalam memperdayaan Om Daniel.


" Kalau tidak begitu, aku akan sulit untuk menikahimu, Grace." Rizal melingkarkan tangannya di pinggang Grace seraya memberikan kecupan di kening Grace.


Pintu lift yang ditunggu Rizal dan Grace untuk naik ke lantai di mana kamar mereka menginap berada terbuka.


" Kalian berdua ini menji jikkan sekali! Apa tidak malu bermesraan seperti itu di depan umum?!"


Rizal dan Grace kembali terkejut saat melihat Rivaldi keluar dari lift yang ingin mereka pakai.


" Kamu tahu, Rena?! Mamamu menyuruhku mengawasi kalian. Apa kamu tidak sadar kalau dia dapat membawa pengaruh buruk untukmu? Kamu masih gadis dan dia duda berpengalaman. Kalian pergi berduaan ke luar negeri dan menginap di hotel yang sama. Aku tidak yakin dia tidak akan menyetuhmu!" Rivaldi menyebutkan kecurigaannya kepada Rizal yang pasti akan memanfaatkan Grace yang dianggapnya masih suci.


Grace melirik ke arah Rizal yang tersenyum mendengar tudingan dan prasangka buruk yang dilontarkan Rivaldi kepadanya.


" Aku sudah tidak pera wan, jauh sebelum mengenal Rizal! Aku rasa kau harus tahu itu agar kau tidak terus mengejarku, Aldi!" Tanpa terduga, Grace menyebutkan kekurangan dirinya sebagai seorang gadis.

__ADS_1


Pengakuan Grace membuat Rivaldi terkesiap. Dia tidak menyangka dengan pengakuan Grace yang mengatakan jika wanita itu sudah kehilangan kesuciannya.


Tak beda jauh dengan Rivaldi, Rizal juga merasa kaget karena Grace mengakui bagaimana kehidupan yang pernah dijalani oleh wanita itu.


" Dan asal kamu tahu, walaupun aku sudah tidak pera wan dan Rizal seorang duda, dia tidak pernah menyentuhku seperti yang kamu tuduhkan itu!" Grace menyebutkan kelebihan Rizal di hadapan Rivaldi. Mungkin itu salah satu hal yang membuat Grace merasa nyaman. Rizal masih bisa mengendalikan dirinya.


" Rizal tahu bagaimana aku!? Rizal tahu bagaimana buruknya kehidupan aku sebelumnya!? Tapi, dia bisa menerima aku dengan semua kekuranganku! Yang belum tentu bisa pria lain lakukan kepadaku termasuk dirimu!" Grace kembali membanggakan bagaimana sikap Rizal pada Rivaldi.


Rivaldi terdiam, dia seperti terkaget mendengar fakta yang diungkap oleh Grace tentang bagaimana Grace yang sebenarnya.


" Aku harap mulai saat ini, kau jangan mengganggu kami lagi! Apa yang aku dan Rizal lakukan kepadamu kemarin itu karena tugas yang kami terima. Lagipula, kau juga melakukan hal yang sama kepada Erlangga, kan? Anggap saja itu adalah balasan atas semua perbuatanmu dulu!" sindir Grace meminta agar Rivaldi tidak mengusik mereka kembali.


" Ayo, kita ke kamar!" Grace lalu menarik lengan Rizal dan mengajak Rizal untuk masuk ke dalam lift dan meninggalkan Rivaldi yang seolah terpaku menatap Grace dan Rizal sampai pintu lift tertutup.


" Kenapa kamu sampai mengatakan hal itu kepada Rivaldi?" Rizal menanyakan kenapa Grace sampai mau mengungkap aibnya sendiri di hadapan Rivaldi.


" Agar terbuka lebar matanya, supaya dia sadar kalau aku itu bukan wanita yang pantas untuk dia kejar!" jawab Grace dengan enteng, seolah tidak merasa malu aib nya diketahui orang lain.


Rizal tersenyum senang. Saat Grace membanggakan sikapnya dalam menerima masa lalu wanita itu. Rizal memang tidak memperdulikan bagaimana masa lalu Grace, karena dia tahu sebenarnya Grace sosok yang baik, hanya dia menutupi dengan sikap keras kepalanya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2