TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Wanita Keras Kepala


__ADS_3

Selain kepada David, Rizal pun memberitahu Gavin tentang tertangkapnya Grace. Dan Gavin berencana menemui Grace di rumah sakit siang ini.


" Maaf, Pak. Orang tua pasien ke mana, ya? Pasien tidak mau menyentuh makanan sama sekali sejak pagi tadi." Parawat yang baru keluar dari kamar rawat Grace bertanya kepada Rizal.


Rizal menoleh perawat yang membawa makanan di tangannya. Sepertinya itu adalah menu sarapan Grace yang sama sekali tidak disentuh oleh Grace.


" Orang tuanya sedang pergi sebentar," sahut Rizal melirik ke kaca di pintu kamar rawat Grace.


" Apa Bapak bisa membantu pasien agar mau makan, Pak?" tanya perawat itu pada Rizal.


Rizal mengeryitkan keningnya mendengar permintaan perawat itu. Dia pun kembali menoleh ke dalam kamar Grace dari jendela pintu kamar.


" Oke, Baiklah. Nanti saya suruh dia menghabiskan makanannya," ucap Rizal.


" Terima kasih, Pak. Kalau begitu saya permisi." Perawat itu berpamitan kepada Rizal, lalu meninggalkan Rizal.


Rizal melangkah masuk ke kamar Grace, membuat Grace menoleh karena dia mendengar pintu kamar terbuka. Namun, tak lama wanita itu memalingkan wajahnya saat melihat kemunculan Rizal.


" Apa kau ingin mati setelah dikhianati kekasihmu, sampai tidak menyentuh makananmu, Nona?" sindir Rizal melangkah mendekat ke arah brankar Grace.


Grace tetap diam. Melihat wajah Rizal rasanya membuat emosinya terbakar. Seandainya saat ini dia punya kekuatan, rasanya dia ingin menghajar wajah tampan pria dewasa di hadapannya itu yang sudah menggagalkan rencananya.


" Makanlah makananmu! Kau harus menjalani hukuman. Jangan sampai kau hanya akan menyusahkan orang lain di tempat barumu nanti!" ujar Rizal dengan kalimat intimidasi.


" Aku tidak akan dihukum! Kau tahu? Harta peninggalan Papaku cukup untuk membantuku keluar dari ancaman hukuman yang tadi kau katakan. Kau tidak perlu menakuti, Pak Tua!" gertak Grace.


Senyuman tipis terlihat di sudut bibir pria berusia tiga puluh delapan tahun itu. Seakan mencibir kesombongan Grace.


" Apa Anda tidak tahu siapa orang yang sedang Anda hadapi, Nona?"'


" Aku tidak perduli siapapun dia! Aku yakin aku akan terbebas dari ancamanmu itu, Pak tua!" tegas Grace dengan nada tinggi.


" Sebaiknya Anda jangan berteriak jika tidak ingin urat nadimu terputus, Nona. Masih bagus kekasih pengecutmu itu tidak memotong kepalamu sekalian," cibir Rizal kembali.


Buuggghh


Sebuah tendangan mendatar di perut Rizal secara tiba-tiba.


" Aaakhh ..." Namun, bukannya Rizal yang meringis, justru Grace sendirilah yang merasakan lehernya kesakitan karena gerakannya tadi.


" Itulah gunanya bersikap sopan terhadap Pak tua ini, Nona." Seringai tipis terlihat di sudut bibir Rizal melihat Grace yang meringis kesakitan seraya memegangi lehernya.


" Pergi kau, si alan!!" usir Grace dengan geram.

__ADS_1


" Makanlah!" Rizal mengatur posisi brankar Grace agar wanita itu bisa setengah duduk. Lalu menaruh meja baki lipat di depan Grace, dan menaruh makanan yang disediakan rumah sakit di atasnya.


" Atau kau ingin aku suap paksa?!" ancam Rizal, saat Grace tidak juga menyentuh makanan tersebut.


" Menyingkirlah! Aku muak melihat wajahmu!" usir Grace kembali sambil memalingkan wajahnya.


Rizal pun akhirnya beranjak meninggalkan kamar Grace. Dia pun tidak ingin membuang energinya menghadapi wanita pembangkang seperti Grace.


***


Rizal sedang duduk menunggu kehadiran Gavin yang berencana menjenguk Garce, sebelum dia bergantian berjaga dengan Vito.


" Pak Rizal."


" Oh, Tuan Gavin." Rizal langsung bangkit dari tempat duduknya saat melihat kehadiran Gavin dan Azzahra.


" Nyonya Azzahra ..." Rizal pun menyapa Azzahra.


" Assalamualaikum, Pak Rizal." Azzahra mengucap salam pada Rizal.


" Waalaikumsalam, Nyonya Azzahra." Rizal menjawab salam yang diucapkan Azzahra.


" Bagaimana dengan Grace, Pak Rizal?" tanya Gavin kemudian.


Rizal menoleh ke arah pintu kamar Grace lalu berucap, " Sedang ada Nyonya Agatha di dalam." Rizal menjelaskan jika Agatha sedang bersama Grace.


" Saya ingin bicara dengan Agatha, Pak Rizal." Gavin meminta Pak Rizal untuk mempertemukannya dengan Agatha, karena dia mendengar dari David soal kedatangan Agatha di kantor Daddy nya itu.


" Oh, silahkan, Tuan. Sebentar saya panggilkan." Rizal kemudian berlalu dari hadapan Gavin dan Azzahra memasuki ruang rawat Grace.


" Tuan Gavin dan Nyonya Azzahra datang ingin berbicara dengan Anda, Nyonya Agatha." Rizal mengatakan soal kehadiran Gavin dan istrinya kepada Agatha.


" Untuk apa mereka datang kemari, Mam?! Sebaiknya usir saja mereka!" Grace merespon dengan cepat informasi yang disampaikan oleh Rizal.


" Grace, kamu harus tenang. Jangan berteriak-teriak seperti itu!" Agatha memperingatkan Grace, karena Grace terlihat selalu emosi.


" Mam, mereka itu hanya akan menertawakan kita!" Grace berpikiran jika kedatangan Gavin dan Azzahra hanya akan menertawakan kegagalannya.


" Pikiran Anda terlalu picik, Nona. Sehingga hanya pikiran buruk yang ada di kepala Anda itu!" Menanggapi sikap arogan Grace, Rizal langsung menegur Grace.


" Mama temui mereka dulu, Grace. Kamu tenang, ya!?" Agatha memutuskan untuk menemui Gavin dan Azzahra.


" Mam, jangan sampai merendahkan diri Mama mengemis kepada mereka, Mam!" teriak Grace melihat Agatha berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


Rizal memperhatikan Grace, wanita yang berbaring di brankar itu sangat keras kepala menurutnya. Grace tidak menyadari bagaimana Mamanya itu mati-matian berusaha melindunginya dan berusaha membebaskan Grace dari hukuman.


" Apa kau lihat-lihat!?" Grace melotot tajam ke arah Rizal.


Tak merespon apa yang dikatakan oleh Grace, Rizal memilih meninggalkan Grace sendiri.


" Gavin, saya mohon ... tolong maafkan Grace."


Rizal mendengar Agatha sedang memohon kepada Gavin sesampainya dia di luar.


" Saya mohon jangan penjarakan Grace, Gavin." Agatha bahkan terisak saat mengatakan kalimat permohonan tadi.


Gavin menatap sosok Agatha yang selama ini dia kenal sebagai sosok yang keras dan penuh intimidasi kini seolah runtuh seketika atas peristiwa yang menimpa putrinya.


" Grace itu hanya korban, karena dia telah salah pergaulan. Saya tidak ingin hidup Grace menjadi hancur, Gavin. Tolong saya ..." Agatha terus berusaha membuat hati Gavin luluh, karena saat dia menemui Dad David, pemilik beberapa hotel besar di Indonesia itu tetap teguh pada pendiriannya untuk memproses Grace ke jalur hukum.


" Kau sudah dengar keputusan Daddy ku, kan? Itu sudah final. Dan aku setuju dengan keputusan Dad David. Bukan karena kami sakit hati atas perbuatan anakmu, Agatha. Tapi agar hukum benar-benar ditegakkan dan Grace bisa bertanggung jawab atas perbuatannya. Saat dia mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu tindak kriminal, dia harus siap dengan resiko yang harus dia tanggung, termasuk tertangkap dan mendekam di dalam penjara," tegas Gavin.


" Kau jangan khawatir, Dad sudah meminta Pak Rizal untuk mengawasi anakmu," lanjut Gavin kemudian.


Sementara Agatha masih terus menangis mendengar kata-kata Gavin yang sepertinya tidak akan bisa membebaskan anaknya dari jeratan hukum.


Hati Azzahra terenyuh melihat kesedihan Agatha. Sebagai seorang wanita dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, hati kecilnya merasa tersentuh. Dia melirik ke arah kamar Grace dan melepas tangannya dari lengan Gavin kemudian berjalan menghampiri Rizal.


" Pak Rizal, apa saya boleh masuk ke dalam?" tanya Azzahra kepada Rizal.


Rizal menoleh ke arah Gavin saat Azzahra bertanya kepadanya.


" Honey, sebaiknya kamu jangan masuk ke dalam." Gavin tentu khawatir dengan keinginan istrinya. Dia tidak mau Grace akan berulah yang akan membahayakan Azzahra.


" Aku ingin bicara sebentar, Kak." ucap Azzahra meyakinkan agar suaminya tidak khawatir.


" Saya boleh masuk 'kan, Pak Rizal?" tanya Azzahra kembali.


" Silahkan, Nyonya. Nanti akan saya temani di dalam." Rizal tentu tidak akan membiarkan Azzahra berdua saja dengan Grace meskipun wanita itu sedang berbaring di atas brankar.


" Terima kasih, Pak Rizal." Azzahra pun akhirnya melangkahkan kakinya menuju kamar rawat Grace.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2