TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Membuat Kalian Menderita


__ADS_3

Tok tok tok


" Non, ada Pak Rizal, Non!" Bi Saonah mengetuk pintu kamar Grace dari luar kamar. Sementara di sampingnya Rizal berdiri dengan bertolak pinggang. Karena Grace pergi meninggalkan kantor tanpa berpamitan kepadanya.


" Non ...!" Kembali Bi Saonah memanggil nama Grace. " Ini ada Pak Rizal, Non!"


" Bilang suruh pulang saja,. Bi!" Suara Grace terdengar dari dalam kamar. " Aku sedang dipingit!"


Perkataan Grace sontak membuat Rizal dan Bi Saonah saling berpandangan dan saling terbelalak saat mendengar Grace mengatakan jika dirinya sedang dipingit. Namun, tak lama Rizal menarik sudut bibirnya.


" Non Grace dipingit? Memangnya Non Grace mau menikah, Pak Rizal? Dengan siapa?" tanya Bi Saonah heran.


" Menurut Bibi dengan siapa? Siapa pria yang selama ini dekat dengan Grace, Bi?" Senyuman masih mengembang di bibir Rizal.


" Pria yang dekat dengan Non Grace hanya Pak Rizal saja." Kini mata Bi Saonah kembali terbelalak. " Non Grace mau menikah dengan Pak Rizal?" Bi Saonah sampai tercengang dengan mulut menganga.


" Kenapa kaget begitu, Bi? Memangnya menakutkan sekali kalau Grace menikah dengan saya?" tanya Rizal melihat Bi Saonah sampai tercengang seperti itu.


" Hmmm, b-bukan begitu, Pak. Tapi ..." Bi Saonah tidak melanjutkan kalimatnya, karena dia takut Rizal akan marah dengan kata-katanya.


" Tapi apa, Bi? Saya tidak pantas karena saya sudah tua?" Rizal dapat menebak apa yang ingin dikatakan oleh Bi Saonah.


" I-eh, tidak kok, Pak. Pak Rizal masih kelihatan gagah begini kayak Gatotkaca." Bi Saonah terkekeh, menyebut Rizal mirip dengan tokoh pewayangan Gatotkaca, apalagi penampilan Rizal yang berkumis dan berjambang.


" Oh ya, Bi. Besok kami akan menikah. Saya sudah pesankan catering untuk di sini, barangkali anak-anak kumpul." Rizal memberitahu Bi Saonah.


" Menikah besok, Pak Rizal?" Bi Saonah kembali terperanjat.


" Iya, Bi. Karena kami sudah tidak sabar ingin merasakan yang enak-enak." Rizal berseloroh seraya terkekeh, kemudian berjalan menuruni anak tangga. " Saya pulang dulu, Bi." Sebelum meninggalkan Bi Saonah Rizal berpamitan kemudian meninggalkan rumah Grace.


Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, Rizal menyempatkan diri pergi ke toko yang menjual perlengkapan ibadah. Dia berniat membelikan mukenah juga sajadah untuk Grace. Selama satu tahun ini dia memang tidak pernah melihat Grace melaksanakan ibadahnya. Karena itu, dia ingin membelikan peralatan sholat itu kepada Grace. Dia ingin merubah Grace menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya sikapnya, namun juga dalam ibadahnya.


Rizal membelikan dua buah mukenah dan dua buah sajadah. Dia juga membelikan buku panduan sholat lengkap untuk dia berikan kepada Garce. Dia ingin Grace menjalankan kembali kewajiban yang semestinya wanita itu kerjakan sebagai seorang muslimah.


Selepas Maghrib, Rizal sampai di rumahnya. Dia segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat Maghrib. Setelah sholat, Rizal menghampiri kamar Isabella karena dia ingin memberi kabar kepada putrinya soal rencana pernikahannya dengan Grace.


Tok tok tok


" Bella, apa Papih boleh masuk?" Rizal meminta ijin kepada Isabella untuk masuk ke dalam kamarnya.


" Masuk saja, Pih!" seru Isabella dari dalam kamar.

__ADS_1


" Sayang, kamu sedang apa?" tanya Rizal saat melihat putrinya sedang duduk di lantai kamar beralaskan permadani dengan beberapa buku tergeletak di bawah.


" Sedang mengumpulkan materi untuk bimbel nanti, Pih." sahut Isabella.


" Kamu senang bekerja di sana, Sayang?" Rizal menghampiri putrinya lalu duduk di samping Isabella.


" Iya, Pih. Berkumpul dengan anak-anak kecil ternyata sangat menyenangkan," jawab Isabella kembali.


" Syukurlah kalau kamu menikmati aktivitas kamu itu, Nak." Rizal mengusap kepala Isabella penuh kasih sayang.


" Bagaimana pertemuan Papih dengan calon mertua Papih? Apa sukses?" tanpa menoleh kepada Rizal, Isabella menanyakan soal pertemuan Rizal dengan Om dari Grace.


Rizal menatap putrinya, dia terkejut ternyata Isabella tahu soal pertemuannya dengan Om Daniel. Dia menduga jika Vito yang memberitahu Isabella soal hal tersebut.


" Itu yang ingin Papih bicarakan denganmu, Sayang. Rencananya Papih dan Grace besok akan menikah."


Isabella sontak menoleh ke arah Papihnya dengan mata terbelalak. Dia seakan tidak percaya akan pendengarannya. Namun tak lama dia memalingkan wajahnya tak menjawab apa-apa soal kabar yang disampaikan oleh Papihnya itu.


" Papih harap kamu mau merestui pernikahan Papih ini. Percayalah sama Papih, Grace itu sebenarnya baik. Dia pasti akan menjadi teman baikmu." Menyadari usia Gtabe dan Isabella yang hanya terpaut satu tahun, Rizal merasa Grace bisa menjadi kakak dan sahabat yang dapat melindungi dan tempat berkeluh kesah bagi Isabella.


" Terserah Papih! Bella tidak perduli apa yang ingin Papih lakukan dengan dia!" Nada kecewa terdengar dari mulut Isabella. Karena sejujurnya, Isabella masih belum bisa menerima Grace sebagai istri baru dari Papihnya itu.


" Semoga dengan berjalannya waktu, kamu dapat menerima Grace dengan baik." Rizal hanya dapat berharap sikap Isabella akan berubah seiring berjalannya waktu.


Grace sedang berada di salon melakukan perawatan pada rambut, wajah dan tubuhnya. Selepas Rizal pergi tadi, dia sengaja pergi ke salon karena dia tentu ingin tampil sempurna besok di hari pernihannya. Hingga salon akan tutup, Grace baru selesai melakukan perawatan tubuhnya.


Sekitar jam setengah sepuluh malam, Grace sampai di rumahnya. Matanya berbelalak saat melihat mobil yang terparkir di pekarangan rumahnya. Mobil itu adalah mobil milik Rivaldi.


Grace mendengus kasar lalu turun dari mobilnya dengan memban ting pintu mobil cukup keras. Dengan bersungut-sungut dan langkah lebar, dia pun berjalan masuk ke dalam rumah untuk mengusir Rivaldi yang datang ke dalam rumahnya.


" Mau apa lagi kau menggangguku!?" geram Grace dengan tangan melipat di dada mendapati Rivaldi yang sedang duduk di sofa tamunya.


" Wah, calon pengantin masih keluyuran saja malam-malam begini." Rivaldi bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati Grace.


" Apa kamu sedang bersenang-senang dengan pria lain sebelum hari pernikahanmu dengan pria tua itu?" Dengan bertolak pinggang, Rivaldi memberikan sindiran kepada Grace.


" Breng sek, kau!!"


Plakkk


Sebuah umpatan dan tam paran mendarat di pipi Rivaldi seusai pria itu mengucapkan kalimat yang menyingung hati Grace.

__ADS_1


Rivaldi terkejut dengan tindakan yang dilakukan Grace kepadanya. Tentu saja ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan kasar dari seorang wanita.


Rivaldi lalu menarik lengan Grace dan memeluk pinggang Grace hingga tubuh wanita itu merapat ke arahnya.


" Berani sekali kau menam parku, Rena!" desis Rivaldi dengan wajah merah padam karena perlakuan Grace tadi.


" Lepaskan aku, breng sek!" Grace mencoba memberontak dan melepaskan diri dari belitan tangan Rivaldi yang mengunci pergerakannya.


" Kau mau apa!?" Grace tekesiap saat Rivaldi membawanya keluar dari rumahnya.


" Lepaskan aku, breng sek!!" teriak Grace masih berusaha melepaskan diri dari Rivaldi.


" Non ...! Mas, Mas mau bawa Non Grace ke mana?" Bi Saonah yang mendengar teriakan Grace langsung berlari mengikuti Rivaldi yang membawa paksa Grace ke luar rumah.


" Diam, kau!!" hardik Rivaldi membuat Bi Saonah ketakutan.


Rivaldi kemudian membuka pintu mobil lalu mendorong tubuh Grace hingga masuk ke dalam mobilnya.


" Cepat buka pintunya!!" Rivaldi menodongkan senjata tajam yang dia ambil dari balik blazernya ke arah security yang hendak melakukan perlawanan, membuat security di rumah Grace itu ketakutan dan segera mengikuti perintah Rivaldi.


" Kau mau apa, Aldi!? Lepaskan aku!!" Setelah Rivaldi masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari pekarangan rumah Grace, Grace masih berusaha melepaskan diri dengan menggebrak kaca mobil Rivaldi meminta Rivaldi melepaskannya.


" Diam kau, Rena! Aku suka bilang kalau kau akan menjadi milikku!!" bentak Rivaldi menatap tajam ke agak Grace.


" Aku akan menikah dengan Rizal! Aku tidak mungkin menjadi milikmu!" tepis Grace dengan berteriak.


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Rena!!"


" Apa sebenarnya maumu, Aldi!? Aku sudah katakan kalau aku bukan wanita seperti yang kau inginkan! Kenapa kau masih memaksa, hahh!?" Grace kesal karena Rivaldi tetap ingin memilikinya.


" Aku memang tidak menginginkanmu! Aku hanya ingin melihat kalian berdua menderita! Rizal sangat mencitaimu, kan? Bagaimana jika dia tahu calon mempelainya aku culik untuk melayaniku??" Seringai licik seketika terlihat di sudut bibir pria tampan yang saat ini sedang memperlihatkan aura ib lis di wajahnya.


" Kau gi la, Aldi! Kau psikopat!! Aku tidak akan sudi melayanimu!!" geram Grace melayangkan pu kulan ke wajah Rivaldi, namun Rivaldi lebih dulu menangkap tangan Grace lalu memelintir lengan Grace hingga Grace merintih kesakitan.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Ada Apa Dengan Aldi?😱


Happy Reading ❤️


__ADS_2