TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Wanita Bodoh


__ADS_3

Azzahra melangkah dengan perlahan saat memasuki kamar rawat Grace. Meskipun dia bukan wanita pemberani, namun dia berusaha menghadapi wanita seperti Grace, yang menurutnya lebih menyeramkan dibanding dengan Agatha.


" Apa saya boleh bicara dengannya, Pak Rizal?" tanya Azzahra menengok ke arah Rizal.


" Silahkan, Nyonya." Rizal mempersilahkan.


Azzahra mendekat perlahan ke arah Grace berbaring. Walaupun dengan sedikit agak takut tapi Azzahra tetap memberanikan diri untuk mendekat.


" Assalamualaikum, Grace ..." Azzahra menyapa Grace hingga membuat wajah Grace menoleh ke arahnya.


Grace menatap tajam dengan tatapan mata penuh kebencian saat melihat kehadiran Azzahra di kamarnya.


" Bagaimana kondisi kamu sekarang, Grace?" sapa Azzahra dengan bahasa yang sangat santun dan ramah.


" Mau apa kamu kemari?!" ketus Grace, " Apa kamu ingin menertawakanku?! Asal kau tahu, aku tidak menyesali apa yang aku perbuat terhadap kamu dan juga suami kamu!" Grace tetap menunjukkan sikap keras dan angkuhnya, tanpa memperdulikan Azzahra begitu bersikap lembut terhadapnya.


" Asataghfirullahal adzim ... kenapa kamu berpikiran seperti itu? Saya justru merasa prihatin atas kejadian yang menimpa kamu." Azzahra menyangkal apa yang dikatakan Grace kepadanya.


" Saya tidak butuh belas kasihan kamu! Pergi kamu dari sini!" pekik Grace. " Pergi ...!! Aakkhh ..." Grace kemudian meringis, karena dia berteriak hingga membuat luka di lehernya kembali terasa nyeri.


" Ya Allah, pasti karena kamu teriak tadi jadi lukanya kambuh lagi, ya?" Azzahra refleks menyentuh tangan kanan Grace yang sedang memegangi balutan di lehernya, namun Grace dengan cepat menepis tangan Azzahra yang menempel di tangannya membuat Azzahra kembali mundur beberapa langkah ke posisi semula.


" Tidak usah sok perduli, kamu!" bentak Grace.


Melihat Grace bersikap kasar terhadap Azzahra, Rizal melangkah mendekat ke arah Azzahra.


" Nyonya, sebaiknya Nyonya keluar saja. Percuma berbicara padanya. Dia tidak bisa menerima kebaikan hati Nyonya." Rizal meminta Azzahra segera keluar dari ruang rawat Grace karena dia merasa wanita seperti Grace tidak akan mudah tersentuh dengan apa yang Azzahra lakukan.

__ADS_1


" Tidak, Pak Rizal. Saya belum selesai bicara dengan dia. Saya belum menyampaikan apa yang ingin saya bicarakan dengannya." Azzahra menolak anjuran Rizal yang menyuruhnya untuk segera pergi ruangan rawat Grace.


" Tapi, Nyonya ..." Rizal sangat mengkhawatirkan kemarahan Grace.


" Saya tidak apa-apa. Pak Rizal tidak usah khawatir," ucap Azzahra meyakinkan Rizal.


" Baiklah, Nyonya." Rizal pun kembali berjalan dan menunggu di dekat pintu sambil mengawasi Azzahra juga Grace. Karena Azzahra bersikeras ingin berbicara dengan Grace.


" Grace, saya tidak tahu apa yang mendasari kamu sampai berbuat nekat dan hampir mencelakai suami saya. Tapi saya yakin jika kamu telah salah menilai Kak Gavin. Mungkin kamu membenci Kak Gavin karena dia menceraikan Mama kamu. Tapi apa kamu tahu alasan mereka menikah itu karena apa? Saya tidak ingin kamu salah paham terhadap Kak Gavin. Kak Gavin itu orang baik. Dia bukan pria breng sek! Dia pria yang bertanggung jawab atas apa yang sudah diperbuatnya." Azzahra mencoba membuka pikiran Grace agar melunturkan sikap dendamnya terhadap Gavin.


" Aku tidak butuh ceramah kamu! Jadi pergilah dari sini!" Grace kembali mengusir Azzahra.


" Mungkin kamu juga menganggap saya ini telah merebut Kak Gavin dari Mama kamu, itu tidaklah benar. Saya bertemu dengan Kak Gavin saat Kak Gavin sedang dalam proses perceraian dengan Mama kamu." Azzahra pun bersikukuh tak perduli pengusiran yang dilakukan Grace kepadanya.


" Mungkin kamu tidak tahu jika Mama kamu pernah mempengaruhi orang-orang di kampung saya dengan menyebarkan gosip jika Kak Gavin itu pria yang tak tahu diri karena menumpang hidup dengan Mama kamu dan juga mengatakan jika saya ini wanita perebut suami orang. Jujur saja keluarga saya dan Kak Gavin sangat kecewa dengan tindakan yang Mama kamu lakukan kepada kami. Tapi sedikit pun kami tidak memendam rasa dendam dan benci terhadap Mama kamu." Azzahra tidak perduli dengan pengusiran yang dilakukan oleh Grace.


" Apa kamu tahu, Grace? Apa yang sedang Mama kamu lakukan sekarang ini untuk menolong kamu agar terbebas dari hukuman yang akan menjerat kamu? Mama kamu sampai berlutut di depan Papa mertua saya."


Kata-kata Azzahra membuat Grace terbelalak seraya menggelengkan kepalanya. Dia tahu Mamanya memang menemui David Richard, namun dia tidak menyangka jika Mamanya itu sampai berlutut. Karena hal itu dia anggap suatu tindakan yang sangat memalukan.


" Tidak! Mama tidak mungkin melakukan hal itu!" sangkal Grace. Dia sangat yakin jika Agatha tidak mungkin melakukan hal itu.


" Tanyakan saja pada Mama kamu nanti, apa benar kata-kata saya ini!?" Azzahra menyuruh Grace mengkonfirmasikan kepada Mamanya sendiri soal perkataannya tadi.


" Saya akan bantu bicara pada Papa mertua saya untuk membebaskan kamu, asalkan kamu berjanji tidak akan mengusik keluarga kami lagi!" Azzahra memberikan penawaran untuk membebaskan Grace dari hukuman.


" Aku tidak butuh bantuanmu! Pergilah! Aku tidak butuh belas kasihan kalian semua!" Wajah Grace nampak memerah menahan amarah dan juga rasa sakit di lehernya.

__ADS_1


" Nyonya, sebaiknya Anda segera keluar. Percuma berbicara dengan wanita keras kepala seperti dia. Hanya akan membuang waktu Nyonya saja!" Rizal yang melihat Grace terus saja berkata kasar pada Azzahra merasa kesal.


" Iya, Pak Rizal. Saya rasa juga saya sudah cukup berbicara dengan dia." Azzahra kembali menoleh ke arah Grace.


" Tolong pikirkan baik-baik perkataan saya tadi. Karena Mama kamu tidak ingin melihat kamu menderita di dalam penjara." Azzahra mencoba kembali menasehati Grace namun Grace hanya memalingkan wajahnya.


" Saya permisi, Grace. Assalamualaikum ..." Azzahra berpamitan dan mengucapkan salam meskipun sama sekali tidak dibalas oleh Grace.


Azzahra pun akhirnya keluar ruangan meninggalkan Grace dan Rizal. Rizal memperhatikan Azzahra hingga wanita itu menghilang di balik pintu, kemudian mengalihkan pandangan ke arah Grace.


" Semestinya kau beruntung bertemu dengan orang-orang baik seperti keluarga David Richard," ucap Rizal kepada Grace.


" Tidak usah ikut-ikutan menasehatiku!" hardik Grace yang merasa kesal.


" Kau benar, kau tidak perlu dikasihani! Wanita bo doh yang mau saja dimanfaatkan oleh kekasihnya memang tidak perlu dikasihani!" sindir Rizal membuat pandangan Grace kini menatap dengan sorot mata tajam penuh emosi ke arah Rizal.


" Keluar kau, Pak tua sia lan!!" geram Grace dengan nada tinggi, walau dia menahan rasa sakit di lehernya ketika berteriak dengan nada tinggi.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2