TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Mahluk Paling Indah


__ADS_3

Grace terperanjat sangat Isabella mengatakan jika Rivaldi sepertinya menyukainya. Tentu saja dia sangat kaget kenapa Isabella sampai berpikiran seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi di kantor Rivaldi sampai Isabella berpendapat begitu.


" Kenapa kamu berpikiran seperti itu, sih? Memangnya Aldi bilang sama kamu kalau dia suka sama aku? Aku itu 'kan sudah pernah bilang kalau Aldi itu tipe wanita idamannya yang kalem, lemah lembut, penyabar. Memangnya semua kriteria itu ada sama aku? Tidak, kan!? Jadi jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan yang tidak-tidak, dong, Bel! Nanti kalau Papih kamu dengar, malah aku dikurung di rumah tidak boleh pergi ke mana-mana!" Grace memutar bola matanya, membayangkan jika Rizal sampai mendengar ucapan putrinya saat ini. Suaminya itu pasti akan mudah percaya dengan ucapan Isabella.


Grace lalu memperhatikan Isabella dengan lekat kemudian bertanya, " Bel, sebenarnya hubungan kamu dengan Vito bagaimana, sih?" Grace penasaran pada perasaan Isabella terhadap Vito, sehingga dia memberanikan diri bertanya utusan yang bersikap pribadi.


" Apa hubungannya dengan Vito?" tanya Isabella, tidak suka Grace membawa-bawa nama Vito.


" Aku hanya ingin tahu saja, Bel. Sebenarnya perasaan kamu ke dia itu bagaimana? Kalau kamu menyukai pria lain, sebaiknya kamu jangan memberi harapan ke Vito, deh! Kasihan dia, lho! Jangan menggantung perasaan dia. Sebaiknya kamu kasih keputusan yang tegas ke Vito agar dia tidak terus menunggu kamu. Jadi dia bisa move on mencari wanita lain." Grace merasa jika Isabella hanya menggantung perasaan cinta Vito kepada wanita itu.


" Aku tidak memaksa Kak Vito untuk menyukaiku. Aku juga sudah bilang ke Kak Vito agar tidak menungguku karena aku sudah menganggap dia itu seperti kakak aku sendiri, tapi Kak Vito sendiri yang mau menunggu!" Isabella menolak disebut memberi harapan palsu kepada Vito. Karena dia sudah menjelaskan kepada Vito jika dia memang tidak punya perasaan apa-apa terhadap pria itu.


" Lalu kalau ke Aldi bagaimana? Sorry ya, Bel. Feeling aku merasakan kalau kamu itu menyukai Aldi. Benar, tidak? Kamu jujur saja deh sama aku! Tidak usah ditutup-tutupi." Kini Grace menebak jika Isabella sebenarnya diam-diam menyukai Rivaldi


Isabella terdiam, tidak mengiyakan ataupun menolak apa yang dikatakan oleh Grace. Sementara wajahnya sudah mulai bersemu merah, karena Grace seakan tahu akan perasaannya.


" Selama ini Aldi itu belum menemukan wanita yang cocok saja, jadi sikap dia begitu. Kalau dia sudah jatuh cinta sama wanita yang tepat, aku yakin dia itu akan menjadi pribadi yang baik dan tidak terus mengganggu istri orang," ujar Grace berpendapat. Karena setahunya Rivaldi itu hanya mengejar Kayra dan juga dirinya. Itu pun kalau benar Rivaldi menyukainya.


" Hmmm, kalau kamu menyukai Aldi, nanti aku bantu kamu deh, biar bisa dekat dengan dia. Gimana? Kamu mau tidak?" Entah mengapa Grace mempunyai ide mendekatkan Isabella dengan Rivaldi, karena sejujurnya, harus dia akui, saat dia menyamar sebagai Rena, Rivaldi memang bersikap sangat baik memperlakukannya. Grace mulai kesal kepada Rivaldi, saat pria itu mulai mengusik hubungannya dengan Rizal dengan masuk dalam kehidupan Agatha dan mulai mempengaruhi Agatha agar mau menjodohkan dirinya dengan pria itu. Dan Grace menduga jika apa yang dilakukan oleh Rivaldi hanya untuk membalasnya.


Isabella terbelalak mendengar ucapan Grace. Dia tidak menduga jika Grace justru berniat menjodohkannya dengan Rivaldi. Dia tidak tahu harus senang atau tidak mendengar rencana Grace itu. Yang pasti saat ini dia tidak dapat menahan serbuan rona merah yang tiba-tiba menguasai wajahnya.


" Kamu mau tidak? Tapi, jangan bilang-bilang Papih soal ini. Kalau Papih tahu, pasti kamu akan dilarang dekat sama Aldi." Grace meminta Isabella merahasiakan soal ini kepada Rizal.

__ADS_1


Sementara itu di tempat berbeda di mall yang sama, Joe sedang berbincang dengan dengan temannya. Sejak kabur dari apartemen yang dia jadikan tempat untuk mengeksekusi Isabella. Joe tidak kembali ke tempat Cyntia ataupun ke tempat kost nya dulu. Dia justru bersembunyi di tempat temannya saat sama-sama di Jepang dulu. Dan saat ini, temannya itu mengenalkan Joe kepada kenalannya untuk mencarikan pekerjaan untuk Joe.


" Gun, kenalkan ini teman aku, Joe." Ronny memperkenalkan Joe kepada Gugun, pemilik salah satu toko peralatan sport di mall tersebut.


" Joe, Bang." Joe memperkenalkan dirinya pada Gugun.


" Gugun." Gugun juga memperkenalkan dirinya kepada Joe.


" Ada apa, nih, Ron? Tumben datang kemari?" Gugun menanyakan maksud kedatangan Ronny ke tempatnya.


" Gini, Gun. Teman aku ini butuh pekerjaan. Barangkali kamu bisa bantu dia memberikan pekerjaan." Ronny menjelaskan tujuannya datang ke tempat itu.


" Kamu bisa kerja apa?" tanya Gugun kepada Joe.


" Dia tidak berbakat kerja kantoran, Gun. Paling juga jadi driver atau bodyguard lah." Ronny menjelaskan pada Gugun pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Joe.


" Oke, Bang." Joe lalu menyebutkan nomer ponselnya kepada Gugun.


" Oke, aku simpan dulu. Nanti aku kabari kamu, Joe." sahut Gugun.


" Oke, thanks, Bang." jawab Joe tersenyum senang.


" Ya sudah, Gun. Kalau gitu kita pamit dulu, Gun. Sorry sudah merepotkanmu, Gun." Setelah selesai menyelesaikan urusannya, Ronny pun berpamitan kepada Gugun, kemudian melakukan fist bump pada Gugun.

__ADS_1


" Oke, Ron." sahut Gugun.


" Thanks, Bang." Kini Joe yang melakukan fist bump dengan Gugun.


Joe dan Ronny kini meninggalkan outlet tempah usaha milik Gugun menuju halaman parkir untuk keluar dari mall tersebut.


Ketika mobil yang dikendarai oleh Ronny hendak meninggalkan mall, mata jeli Joe melihat dua orang wanita cantik berjalan ke arah parkiran mobil. Joe langsung tercenganh saat melihat dia wanita itu. Dua orang wanita cantik itu tentu saja Joe kenal karena mereka adalah Grace dan Isabella.


" Grace? Bella? Kenapa mereka bisa bersama?" Mata Joe terbelalak melihat kebersamaan Grace dengan Isabella. Dia merasa penasaran kenapa mereka berdua bisa bersama.


" Kenapa, Joe?" tanya Ronny melihat Joe memutar kepalanya saat mobilnya melintasi dua orang wanita cantik.


" Oh, tidak ada apa-apa, Ron." Joe menyangkal jika ada hal yang membuatnya terkejut.


" Matamu kalau melihat wanita cantik tidak pernah berubah, ya?" Ronny menyeringai.


" Wanita itu mahkuk paling indah yang diciptakan oleh Tuhan, Ron. Sayang kalau tidak dinikmati," sahut Joe menimpali pertanyaan Ronny yang mengatakan kebiasaannya yang tidak tahan jika melihat wanita cantik. Dan Joe menganggap jika dia adalah salah satu kelebihannya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ....


Happy Reading❤️


__ADS_2