TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Ingin Jalan-Jalan


__ADS_3

Grace melihat Rizal sedang duduk memperhatikan laporan kasus yang sedang diselidiki anak buahnya dari laptopnya. Sejak Rizal mulai beraktivitas kembali, hal itu semakin meningkat rasa percaya para klien untuk melimpahkan permasalahan yang sedang mereka hadapi untuk diselesaikan oleh Rizal dan anak buahnya. Tidak seperti ketika Rizal masih tak sadarkan diri, banyak klien yang ragu memakai jasa dari kantor Rizal.


" Pih, ini sudah di rumah, lho! Bukan di kantor lagi!" Grace mengambil laptop milik suaminya lalu menaruh di atas meja, setelah itu dia duduk di pangkuan suaminya dengan merangkulkan tangan di leher suami.


Rizal tersenyum melihat tingkah istri saat ini. Dia pun melingkarkan tangannya di pinggang Grace dengan satu tangan mengusap perut Grace yang sudah mulai menampakkan baby bump nya.


" Apa Baby kangen ingin dikunjungi Papih?" tanya Rizal menyeringai.


" Pih, kita jalan-jalan, yuk!" Grace tak menghiraukan ucapan Rizal.


" Jalan-jalan?" Rizal mengerutkan keningnya. " Jalan ke mana?" tanya kemudian.


" Jalan-jalan ke mall lah, Pih. Kita 'kan jarang pergi ke mall berdua. Bukan pergi makan doang. Tapi shopping-shopping kayak pasangan suami istri yang lain, apalagi pengantin baru kayak kita." Grace menyampaikan keinginannya pada Rizal.


" Tumben banget kamu minta seperti itu, Grace. Ini keinginan Mamihnya atau baby nya, nih?" Rizal kembali mengusap perut Grace yang saat ini sudah memasuki Minggu ke lima belas usia kehamilannya.


" Keinginan Mamihnya lah, Mamihnya 'kan kangen kencan sama Papih." Garce mengusap rahang berbulu lebat suaminya, sementara tatapan matanya mengarah netra Rizal yang selalu memancarkan keteduhan bagi dirinya.


" Kencannya di ranjang saja, dimana?"


Kembali senyuman terkulum di bibir Rizal mendengar istrinya menginginkan pergi berkencan jalan-jalan ke mall layaknya ABG yang baru jatuh cinta. Tangannya kini yang membelai wajah cantik sang istri yang berusia sembilan belas tahun lebih muda darinya. Dia mendekatkan bibirnya ke bibir manis Grace yang selalu menjadi candu baginya Dia memberi kecupan lembut di bibir Grace yang berlanjut mencari kecupan penuh hasrat yang memacu adrenalin mereka untuk melanjutkan lebih dari sebuah sentuhan bibir. Apalagi saat bibir Rizal mulai menyapu leher jenjang Grace.


" Pih, sudah jangan dilanjut! Nanti kita tidak jadi pergi jalan-jalan, deh!" Grace menghentikan aksi sang suami yang makin intens menyentuh bagian tubuhnya.


" Kita akan pergi sekarang?" Rizal tersenyum karena dia terlena dengan tubuh istrinya yang selalu membuatnya terlena.


" Iya, mumpung cuaca di luar juga tidak terlalu panas, Pih." Grace lalu bangkit dari pangkuan Rizal dan berjalan ke arah lemari untuk berganti pakaian.


Grace melepas baju yang dia pakai menyisakan pakaian dalamnya saja sambil mencari


baju yang akan dia pakai untuk pergi.

__ADS_1


Rizal sampai menggelengkan kepala mendapati tingkah Grace melepas pakaian di hadapannya. Dia yang berusaha meredam gairahnya karena dihalangi oleh Grace tadi, kini istrinya malah seperti memancingnya.


" Kamu sengaja melakukan ini di depanku, hmmm?" Rizal bangkit menghampiri dan memeluk tubuh sang istri seraya meremas bo kong putih mulus Grace.


" Papih, astaga!" pekik Grace kaget. Namun tak lama wanita itu terkekeh karena justru dia sangat menyukai jika suaminya itu menyentuhnya.


" Jadi, mau main-main mall atau main-main di ranjang?" bisik Rizal dan meninggalkan gigitan lemah di ceruk leher Grace.


" Papih kepinginnya main ranjang terus, nih?" sindir Grace. " Nanti malam saja gimana?" Grace berucap manja seraya memutar tubuhnya hingga kini menghadap sang suami dan tangan membelai wajah dan cambang Rizal.


" Mana tahan aku disuruh tunggu sampai malam. Kamu sudah memancingku dari tadi." Kedua lengan kokoh Rizal mengangkat tubuh Grace dan membawanya ke atas tempat tidur.


" Pih ...."


" Sssttt ...!" Rizal mendekatkan telunjuknya ke bibir Grace, menyuruh istrinya itu untuk tidak protes.


Tak lama dia menyatukan bibir mereka kembali membangkitkan gairah mereka berdua. Tangannya mulai melepas BRA yang dikenakan oleh Grace dan mulai memainkan puncaknya.


" Sudah jangan banyak protes! Memangnya kamu tidak suka aku sentuh begini?" Rizal tidak perduli keluhan Grace. Dia sendiri mulai melepas pakaian yang dia pakai satu persatu untuk bersiap melanjutkan aktivitas memuaskan pasangan.


***


Menggunakan dress denim lengan pendek di atas lutut dan memakai sepatu sneakers putih serta sling bag, Grace berjalan dengan tangan melingkar di lengan Rizal.


Penampilan Grace yang fashionable dan usianya yang masih muda namun dengan perut buncit ditambah sosok Rizal yang mendampingi, membuat kehadiran mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung mall. Tidak sedikit dari mereka yang berbisik dan menganggap jika Grace adalah istri simpanan Rizal.


Perbedaan usia mereka sangat mencolok meskipun Rizal masih berpenampilan gagah dan masih terlihat tampan di usia mendekati empat puluh tahun.


" Kenapa orang kita ini rese-rese, ya, Pih? Kayak yang aneh banget lihat wanita semuda aku jalan sama Om-Om kayak Papih." Dengan terkekeh Grace berkata pada suaminya.


" Mereka pasti mengira kalau aku ini sugar Daddy." Rizal menimpali.

__ADS_1


" Dan aku sugar Baby, yang dekati Papih, karena Papih itu bos kaya raya," sambung Grace tertawa kecil.


" Mereka tidak tahu kalau konglomeratnya itu kamu." Rizal menyeringai lalu melepas tangannya yang dirangkul Grace, kini justru dia yang merangkul pundak istrinya itu.


" Kita cari kemeja kerja untuk Papih dulu di sana." Grace menunjuk sebuah outlet pakaian branded luar negeri.


" Ya sudah, tapi pakai uangku saja." Rizal memberi syarat jika dia lah yang akan membayar pakaiannya.


" Iya, beres." Tak ingin berdebat siapa yang akan membayar, Grace setuju dengan syarat yang disebutkan oleh Rizal tadi.


Ketika masuk ke dalam outlet, mereka bertemu dengan Erlangga dan Kayra yang hendak keluar dari outlet itu.


" Selamat malam, Pak Erlangga. Apa kabar?" sapa Rizal pada Erlangga.


" Pak Rizal? Saya baik-baik saja. Bagaimana kabar Pak Rizal sendiri? Apa sudah membaik lukanya?" tanya Erlangga berjabat tangan formal dengan Rizal. Sebagai bos dari Bondan, tentu saja Erlangga mendapat informasi dari Bondan soal peni kaman yang sempat terjadi pada Rizal.


" Alhamdulillah sudah membaik, Pak Erlangga." jawab Rizal.


" Sayang, kamu kenal mereka tidak? Mereka ini Pak Rizal dan Grace yang membantu aku waktu aku menyelidiki kakak tirimu itu. Dulu Grace ini yang bertugas menyamar mendekati Rivaldi sampai akhirnya bertemu dengan Mama Arina." Berbeda dengan Erlangga, Kayra memang tidak sempat mengenal dekat Rizal dan Grace.


" Oh, saya Kayra, Pak Rizal." Kayra berjabat tangan dengan Rizal lalu menoleh ke arah Grace. Dia agak samar mengenali Grace .


" Hai, Bu Kayra. Kita dulu pernah bertemu. Waktu itu saya menemani Tante Arina ke toilet di acara wedding party anak ketua perhimpunan pengusaha." Sementara Grace yang memang sedang menjalankan misi kala itu cukup tajam mengingat sosok Kayra, wanita yang akhirnya dia tahu sebagai wanita yang dicintai oleh Rivaldi.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2