TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Belum Sebanding Dengan Apa Yang Kau Lakukan Padaku!


__ADS_3

Driver ojek online yang membawa Joe berhenti di sebuah bangunan yang terlihat seperti sebuah padepokan. Dia melihat ada dua buah motor sport dan satu mobil Jeep yang terparkir di depan gedung itu. Dia juga melihat dua orang pria sedang berbincang di depan pintu masuk bangunan yang terbuka salah satu pintunya. Tak ada yang aneh dari bangunan di depannya itu, sehingga Joe pun turun dari motor ojek online yang mengantarnya.


Setelah membayar ongkos pada driver tersebut, Joe pun langsung berjalan menghampiri kedua orang yang sedang berbincang di depan pintu gedung itu. Kehadiran Joe sudah pasti menarik perhatian dua orang yang sedang berbincang tadi, hingga kini mengarahkan pandangan ke arah Joe.


" Permisi, Bang. Saya ingin bertemu dengan seseorang yang bernama Bobby." Joe langsung menyampaikan maksud kedatangannya ke tempat itu sesuai dengan arahan yang diminta oleh Bobby kepadanya lewat pesan ponsel.


" Memangnya kau siapa?" tanya salah satu orang yang ada di depan pintu.


" Saya Jonathan. Saya yang berminat mengikuti training menjadi pelatih boxing, Bang. Saya dapat info dari selebaran yang di pasang di tiang di dekat tempat tinggal saya, Bang." Joe memperkenalkan dirinya kepada orang itu.


" Oh, untuk calon tenaga yang akan ditraining itu dipindahkan, tidak sini tempatnya, Bung." sahut satu orang lainnya.


" Oh, begitu!? Lalu di mana tempatnya, Bang?" tanya Joe kemudian dengan kening berkerut.


" Nanti saya antar, kebetulan saya juga mau meluncur ke sana." Salah satu dari anak buah Jimmy itu bersedia mengantar Joe ke tempat yang akan menjadi tempat ekse kusinya tanpa dia sadari.


" Oh, makasih, Bang." Tanpa curiga, Joe pun mengikuti orang yang berjalan menghampiri mobil Jeep yang terparkir di sana, hingga akhirnya Joe berada di mobil yang akan membawanya ke sebuah tempat di mana Rivaldi, Grace dan Bondan pun menuju tempat yang sama.


Sekitar satu jam kemudian, Jeep yang dikendarai seseorang bernama Edi sampai di sebuah bangunan yang lebih terlihat seperti gudang tua. Posisi bangunan itu pun agak jauh dari pemukiman penduduk. Sementara di sisi kanan, kiri dan depan gudang hanya lahan tanpa bangunan yang ditumbuhi ilalang lebat dan pepohonan yang tinggi menjulang.


Sejujurnya, Joe agak aneh dengan tempat yang akan dijadikan sebagai tempat para calon pelatih boxing itu berkumpul. Apalagi di tempat itu tidak ramai kendaraan yang terparkir. Hanya empat motor yang ada diparkiran gedung itu.


" Ini tempatnya, Bang?" tanya Joe mulai merasakan gelagat kurang enak saat turun dari mobil.


" Kalau kau ragu untuk mengikuti training di tempat seperti ini, sebaiknya kau kembali saja ke rumahmu!" sindir Edi berjalan masuk ke gudang tua itu tanpa memperdulikan Joe yang dia tinggal di luar. Edi yakin jika Joe tidak akan berani kabur dari tempat itu.


Melihat ucapan Edi, tentu saja rasa khawatir dan curiga Joe seketika sirna. Pikirnya, jika dia memang sedang dijebak atau mereka berniat jahat terhadapnya, orang tadi pasti akan memaksa dirinya masuk ke dalam gudang itu, bukannya membiarkan dia begitu saja dan malah menyuruhnya pulang. Karena bisa saja dia kabur atau minta bantuan warga sekitar yang berjarak sekitar seratus meter dari gudang tua itu. Mempertimbangkan hal tersebut, Joe pun akhirnya mengikuti langkah Edi memasuki gudang itu. Dan saat dia sudah melangkah masuk ke dalam bangunan gudang tua yang terlihat kosong, tiba-tiba pintu gudang itu langsung tertutup rapat.


Joe tersentak kaget saat suara pintu itu tertutup. Secara bersamaan terlihat Edi dan dua pria lainnya muncul di hadapan Joe dengan berkacak pinggang. mereka adalah Jimmy dan juga Bobby yang sudah sejak tadi menanti kedatangan Joe.


Joe menatap ketiga orang itu yang sedang menatap tajam ke arahnya. Sambutan yang dia dapatkan bukan sambutan yang ramah, setidaknya itulah yang dia rasakan dengan sikap ketiga orang yang sepertinya sudah siap menunggunya.


" Selamat datang, Joe. Akhirnya kau sampai juga di tempat ini,' ucap Jimmy seakan menyambut kedatangan Joe dengan seringai di sudut bibirnya.


Bersamaan dengan Jimmy mengakhiri kalimatnya, dua orang dari arah belakang Joe langsung menyergap Joe dengan menye ret Joe, membuat Joe terperanjat.


" Siapa kalian? Apa maksud kalian menjebakku di sini!?" Joe mencoba memberontak mencoba melepaskan diri dari dua orang yang saat ini memeganginya. Dia sudah mulai merasakan jika saat ini dia sedang masuk dalam perangkap seseorang, entah siapa orang yang melakukan hal tersebut kepadanya.

__ADS_1


" Kami adalah orang yang akan mengajakmu bersenang-senang sebelum kau mendapatkan hukumanmu di penjara, Joe!" Kini Bobby yang menjawab pertanyaan Joe.


Joe kembali terperanjat. Dia tahu jika dia sudah banyak melakukan kejahatan, tapi dia tidak tahu siapa orang yang menyuruh orang-orang yang ada di hadapannya saat ini.


" Siapa orang yang menyuruh kalian? Siapa orang di belakang kalian? Kenapa bersembunyi? Apa dia tidak berani menampakkan dirinya sendiri!? Kalau memang berani hadapilah aku sendiri! Duel satu lawan satu! Jangan jadi penge cut main keroyokan seperti ini!" Joe susumbar, menantang orang yang bermasalah dengannya berhadapan langsung dengan dirinya.


" Untuk menghadapi ba jingan macam kau, tidak perlu bos kami mengotori tangannya!" sergah Jimmy.


" Hahaha, bilang saja bos kalian itu tidak punya nyali menghadapiku!" sindir Joe, seolah dia tidak merasa takut dengan apa yang dia hadapi saat ini. Padahal di dalam hatinya, Joe sedang merasakan ketakutan.


" Ikat dia di tiang itu!" perintah Jimmy kepada kedua anak buahnya yang masih memegang erat tangan Joe.


" Lepaskan!" Sekali lagi Joe mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman kedua anak buah Jimmy, hingga dia berhasil menen dang area vi tal orang di sebelah kanannya. Sontak tindakan Jimmy membuat orang itu melepaskan tangannya karena kesakitan di bagian vi talnya. Di saat itu juga Joe mulai menye rang satu orang yang berada di sebelah kirinya.


Jimmy, Bobby dan Edi tak membiarkan Joe lepas begitu saja hingga mereka bertiga pun ikut menye rang Joe. Kurang dari lima menit, Joe pun langsung bisa mereka lumpuhkan.


" Ikat dia di tiang itu!" perintah Jimmy kembali.


" Baik, Bos." sahut kedua orang yang tadi menyergap Joe langsung menyeret dan mengikat Joe berdiri di tiang yang terbuat dari kayu.


" Apa kau akan mati penasaran jika kau tidak tahu siapa bos kami?" Jimmy tersenyum sinis mencemooh Joe.


" Bosmu itu adalah seorang penge cut! Tidak berani melawanku sendiri, dan menyuruh orang-orang seperti kalian. Apa itu bukan tindakan seorang pecun dang!?" geram Joe yang benar-benar merasa tersudut saat ini. Dia tidak tahu bagaimana bisa keluar dari gudang itu dan menyelamatkan diri dengan tangan terikat dan fisik dia yang sudah babak belur seperti saat ini.


" Jika kau mengatakan apa yang aku lakukan sebagai pecun dang, lalu bagaimana dengan sikapmu sendiri, Joe?" Dari arah pintu suara Rivaldi terdengar. Hingga kini Rivaldi berdiri tepat di hadapan Joe diikuti oleh Bondan di sampingnya. " Apa kau masih ingat denganku, Joe?" tanyanya kemudian.


Joe manatap kedua orang di hadapannya saat ini. Kedua orang di depannya itu dia yakini tidak akan lebih baik memperlakukan dirinya dibandingkan orang-orang yang tadi telah mengha jarnya. Apalagi orang yang berdiri di samping Rivaldi terlihat lebih menyeramkan dengan tubuh tinggi besar dengan cambang lebat di rahangnya.


Joe mencoba mengingat Rivaldi, hingga dia teringat pada orang yang sudah menggagalkan rencanamu menyetu buhi Isabella.


" Kau?"


" Kau ingat aku?" seringai tipis langsung Rivaldi perlihatkan di sudut bibirnya.


Buugghh


" Ini dari Rena!" Sebuah han taman mendarat di wajah Joe, hingga darah keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Joe meringis kesakitan karena pu kulan dari Rivaldi membuat satu giginya terlepas. Dia pun menatap penuh amarah kepada Rivaldi yang seolah tersenyum meledek melihat penderitaannya saat ini. Joe sempat mendengar Rivaldi menyebut nama Rena. Tidak terpikirkan olehnya jika Rena yang dimaksud oleh Rivaldi adalah Grace. Joe berpikiran Rena adalah nama panggilan untuk Isabella dan dia mengira jika Isabella adalah kekasih dari Rivaldi.


" Kenapa menatapku seperti itu? Apa pu kulanku itu masih kurang untuk merontokkan semua gigimu!?" Melihat Joe manatapnya penuh kebencian, Rivaldi kembali mengejek Joe.


" Cuuiihh!" Joe justru melu dahi Rivaldi. Untung saja Rivaldi sempat menghindar, hingga dia kembali melayangkan tinju ke wajah Joe karena emosi.


" Berani sekali kau melu dahiku, Ba jingan!" amuk Rivaldi murka.


" Cukup! Apa kau tidak ingin memberi kesempatan padaku untuk menghabisi cecu nguk ini!?" Bondan yang sejak tadi hanya melihat aksi Rivaldi kini ikut bersuara.


" Kalian semua pen gecut! Berani main keroyokan hanya untuk menghadapi satu orang sepertiku!" Mencoba tetap tak terpengaruh dengan intimidasi dari kedua orang di hadapannya saat ini, Joe kembali menyindir Rivaldi dan juga Bondan.


" Untuk menghadapi ba jingan tengik macam kau, tidak perduli main keroyokan atau tidak! Karena apa yang sudah kau lakukan pun tidak mencerminkan jika kau adalah pria sejati!" Bondan menjawab sindiran Joe dengan mencibir kelakuan buruk pria itu.


" Apa kau pikir yang kau lakukan selama ini sudah menunjukkan sikap pria sejati? Kau lebih menyedihkan, breng sek! Menjadi parasit pada wanita yang kau kencani. Ingin menumpang hidup enak tanpa mau bekerja! Ingin menodai seorang gadis lugu dan yang terakhir kau berani melukai sahabat dekatku!" Kali ini Bondan nampak geram, hingga akhirnya dia menghan tamkan pu kulan di perut Joe cukup keras di dekat ulu hati Joe.


" Itu dari sahabatku ... Rizal!"


Dari perkataan-perkataan Rivaldi dan Bondan, Joe dapat menebak jika kedua orang di hadapannya dan para anak buahnya adalah orang-orang yang ingin membalas apa yang sudah dia lakukan kepada Isabella dan Rizal.


" Apa yang kau rasakan sekarang ini belum sebanding dengan apa yang kau lakukan padaku, Joe!"


Joe, Rivaldi dan Bondan langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara Grace yang saat ini berjalan mendekat ke arah mereka bertiga.


" Grace?" Joe terperanjat saat melihat kehadiran Grace di hadapannya saat ini.


*


*


*


Bersambung ...


Kira² apa yang akan dilakukan Grace pada Joe?


Happy Reading ....

__ADS_1


__ADS_2