TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Kepastian Dari Bella


__ADS_3

" Vit, kalau Pak Rizal masih butuh orang yang akan ditugaskan menjaga Bella apa tidak?" tanya Jaka saat menyerahkan dokumen yang akan dilapotkan Vito kepada Rizal saat bosnya itu kembali dari kunjungan ke tempat klien.


Vito melirik ke arah Jaka seraya menatap rekan kerjanya itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Vito curiga jika Jaka berkeinginan menjadi pengawal Isabella.


" Kamu ingin melamar untuk mengisi posisi itu m?" Tentu saja jika Rizal menyetujui Jaka untuk menjadi supir dan pengawal Isabella, Vito akan memprotes Bosnya itu. Karena Rizal tidak mengijinkan dirinya mengawal Isabella dengan alasan pekerjaan. Padahal Rizal tahu kalau dirinya sangat menyukai anak perempuan Rizal itu.


" Bukan untukku, Vit. Tapi tetanggaku. Dia punya teman yang butuh pekerjaan, dan temannya itu penah mempunyai pekerjaan yang sama seperti yang dibutuhkan oleh Pak Rizal." Jaka mencerikan siapa yang membutuhkan pekerjaan itu bukan untuknya.


" Pak Rizal tidak akan memberi pekerjaan itu kepada sembarang orang, Jaka. Apalagi orang asing yang tidak terlalu dikenal Pak Rizal." Vito mengingatkan Jaka, jika Rizal pasti akan selektif memilih orang yang akan mengawasi Isabella.


" Aku tahu, Vito. Aku hanya sekedar bertanya. Masalah mau diterima atau tidak, itu sih, terserah Pak Rizal. Lagipula orang ingin melamar pekerjaan, tidak ada salahnya, kan?" Jaka merasa aneh, karena Vito terlihat ketus dan tidak bersahabat saat dia membahas masalah pekerjaan menjadi pengawal Isabella.


" Ya sudah, kamu tanyakan sendiri saja kalau Pak Rizal kembali ke kantor." Vito menyahuti dengan kembali fokus pada pekerjaannya.


" Menanyakan apa?" Suara Grace yang terdengar dari arah tangga membuat Vito dan Jaka terkesiap dan langsung menoleh ke arah tangga.


Setelah satu jam di rumah Mamanya, Grace langsung ke tempat kerja sang suami. Dia berniat menawarkan menu makan siang untuk Rizal, karena dia sedang malas memasak hari ini.


" Memangnya suamiku sedang ke mana, Vito?" tanya Grace karena mendengar Vito menyebutkan kalimaya 'jika Rizal kembali ke kantor'.


" Pak Rizal dan Sam pergi menemui klien setengah jam lalu, Bu," sahut Vito.


" Oh ... " Grace hanya membalas singkat.


" Bu bos, kalau soal lowongan untuk supir dan pengawal yang dibutuhkan Pak Rizal. Apa masih berlaku, Bu? Soalnya kemarin saya sempat tanya ke teman saya barangkali punya kenalan orang yang bisa jadi supir sekaligus pengawal, dan semalam dia kasih tahu saya, ada kerabat temannya yang sedang cari pekerjaan seperti itu." Jaka menjelaskam alasan dia menanyakan soal lowongan pekerjaan untuk mengawal Isabella.

__ADS_1


" Untuk hal itu nanti kamu tanya sama suami aku saja, deh, Jak! Aku tidak tahu suami saya sudah dapat atau belum!?" Grace memyuruh Jaka bertanya langsung kepada Rizal, karena Rizal yang akan memilih siapa yang pantas menggambil pekerjaan itu. Yang pasti, suaminya itu pasti akan hati-hati memilih orang yang akan menjaga Isabella apalagi setelah kejadian kemarin.


" Oke, Bu bos. Nanti saya tanyakan langsung ke Pak Rizal." Setelah menjawab ucapan Grace, Jaka lalu kembali ke tempatnya di lantai bawah meninggalkan Grace dan Vito.


" Bagaimana kabar Bella, Bu?" tanya Vito yang kini mulai membiasakan diri menyebut Grace dengan panggilan Ibu.


" Sudah membaik, Vito." sahut Grace.


" Syukurlah kalau Bella sudah bisa beraktivitas normal," sahut Vito. " Sebenarnya saya ingin sekali bisa mengambil tugas menjaga Bella, tapi Pak Rizal tidak memberi ijin." Vito seakan menyampaikan keluhannya kepada Grace, karena dia tidak mendapatkan kesempatan untuk mengawal Isabella oleh Rizal.


Grace menatap Vito dengan lekat. Kasihan sekali pria itu, menurutnya. Vito begitu menginginkan Isabella, namun sepertinya rasa cintanya itu tidak berbalas. Apalagi saat ini justru Isabella menyukai pria lain yang tak lain adalah Rivaldi. Grace tidak dapat membayangkan bagaimana kecewanya hati Vito jika mengetahui jika Rivaldi lah orang yang disukai oleh Isabella


" Vito, aku perlu bicara sama kau sebentar." Merasa perlu memberi kejelasan kepada Vito, Grace berniat menjelaskan soal apa yang sedang dirasakan oleh Isabella saat ini.


" Bicara apa, Bu?" tanya Vito terheran, padahal saat ini dirinya sedang bicara dengan Grace, kenapa Grace harus meminta ijin bicara dengannya segala? Pikirnya.


" Duduklah, Vito!" Grace memilih duduk di kursi singgasana sang suami, sementara Vito duduk di kursi depan meja Rizal berhadapan dengan Grace yang hanya terhalang meja.


" Ada masalah apa, Bu?" Vito melihat Grace nampak serius.


" Aku ingin tanya kamu soal Bella, Vito. Bagaimana hubungan kamu dengan dia? Apa Bella sudah mengambil keputusan menerima perasaan cinta kamu ke dia?" Grace bertanya menyelidik.


Hembusan nafas Vito langung terdengar saat Grace menanyakan hal soal balasan perasaan Vito dari Isabella.


" Masih seperti biasa, Bu. Mungkin saya memang harus lebih bersabar menunggu sampai Bella benar-benar memulai suatu hubungan yang serius," sahut Vito menjawab pertanyaan Grace.

__ADS_1


" Sampai kapan kamu akan menunggu Bella, Vito?" tanya Grace, karena apa yang dilakukan oleh Vito, dia rasa akan menjadi sia-sia karena perasaan Vito tidak terbalaskan oleh Isabella


" Sampai Bella siap membuka hati untuk saya, Bu." Sesuai janji yang diucapkannya kepada Isabella, Vito memang sudah bertekad akan menunggu Isabella.


" Bagaimana jika ternyata Bella menyukai pria lain, apa kau masih tetap akan menunggu dia, Vito?" Grace penasaran dengan reaksi Vito jika mengetahui jika Isabella menyukai pria lain.


Vito menatap serius ke arah Grace. Dia tidak mengerti arti pertanyaan Grace soal pria lain yang disukai Isabella. Dia merasa jika pertanyaan Grace itu bukan hanya sekedar pertanyaan. Pasti ada sesuatu dari Isabella yang bersangkutan dengan pertanyaan Grace tadi. Atau, apa benar jika ada sosok pria lain yang menyukai Isabella? Siapa pria itu? Bermacam pertanyaan sudah memenuhi isi kepala Vito.


" Apa maksudnya Bella sudah mempunyai pria pilihan lain, Bu?" Vito memberanikan diri untuk bertanya, walaupun dia tahu akan menyakitkan jika Grace akan membenarkan dugaannya itu.


" Aku hanya bertanya, Vito. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, kan? Bella itu cantik dan sangat menarik. Pasti ada banyak laki-laki yang mencoba menarik perhatian Bella, dan tidak menutup kemungkinan membuat Bella tertarik dan menyukai pria itu." Grace berbicara hal yang sangat masuk akal menurutnya.


Vito terdiam, dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa pada Grace.


" Maaf, Vito. Kalau aku menilai sikap Bella ke kamu selama ini, aku merasa dia menganggap kamu seperti kakak untuknya. Jadi sebaiknya kamu jangan terlalu berharap banyak dari Bella, daripada nantinya kamu akan kecewa, Vito." Bukan Grace tidak mengerti perasaan Vito kepada Isabella. Bukan juga karena dia kejam kepada Vito Namun, dia hanya berpikir realistis, karena saat ini Isabella menyukai pria lain. Dan itu pasti akan menyakiti hati Vito, karena Isabella sendiri tidak pernah menyuruh Vito untuk berhenti mengharapkan dan menunggunya.


" Apa memang ada pria yang disukai Bella saat ini, Bu?" Vito merasa yakin, jika ada pria lain yang menarik hati Isabella, sehingga Grace bertanya seperti itu kepadanya.


" Sebaiknya kamu tanya ke Bella langsung, Vito! Kamu tanyakan lagi kepastian dari Bella. Jangan sampai kamu menunggu hal yang sia-sia." Grace menyuruh Vito untuk meminta ketegasan dari Isabella. Agar Vito tidak patah hati terlalu dalam, karena terus digan tung perasaan oleh Isabella.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2