TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Balasan Cinta Dari Bella


__ADS_3

Tok tok tok


" Non, ada Mas Vito di luar ingin bertemu dengan Non Bella."


Isabella mendengar suara Bi Tinah berseru dari luar kamarnya, yang memberitahu soal kedatangan Vito ke rumahnya. Isabella pun segera bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu untuk Bi Tinah.


" Ada apa, Bi?" Walau sepintas sempat mendengar apa yang dikatakan oleh Bi Tinah, namun Isabella mengulang untuk memastikan jika dia tidak salah mendengar tadi.


" Ada Mas Vito, Non." sahut Bi Tinah menjawab pertanyaan Isabella.


" Memang Papih belum datang, Bi?" tanya Isabella, karena dia pikir Vito akan bertemu dengan Rizal.


" Mas Vito bilangnya mau bertemu dengan Non Bella," jawab Bi Tinah.


" Bertemu aku?" Dengan mengeryitkan keningnya, Isabella pun akhirnya turun ke bawah menemui Vito.


" Kak Vito?" Isabella melihat Vito yang sedang duduk di kursi teras rumah Rizal.


" Bella ..." Vito bangkit dari duduk saat melihat kemunculan Isabella.


" Ada apa, Kak?" Tanpa basa-basi Isabella langung menanyakan maksud kedatangan Vito menemuinya.


" Bagaimana kabar kamu, Bella?" Vito menatap wajah cantik wanita pujaan hatinya itu, dengan hati penuh kegelisahan. Kegelisahan akan apa yang dikatakan oleh Grace soal adanya pria lain yang disukai oleh Isabella.


" Aku baik-baik saja, Kak." sahut Isabella. Dia masih tampak biasa saja tak merasa jika dirinya telah membuat Vito gelisah.


" Ada apa Kak Vito ingin bertemu dengan aku?" tanya Isabella kembali.


" Apa Kak Vito mengganggu kamu, Bella?" Vito balik bertanya.


" Tidak, Kak." Isabella kemudian duduk di kursi teras. " Duduk, Kak!" Dia pun mempersilahkan Vito untuk duduk kembali di kursi teras berhadapan dengannya. " Ada apa, Kak?" tanyanya untuk yang ketiga kalinya.

__ADS_1


" Apa Pak Rizal sudah pulang, Bella?" Bukannya menjawab pertanyaan Isabella, Vito justru menanyakan keberadaan Rizal. Sepertinya pria itu terlalu nervous untuk menanyakan kembali apa yang pernah dia ungkapankan kepada Isabella sebelumnya.


" Papih belum sampai sepertinya. Grace bilang Papih sedang pergi dengan Kak Sam," sahut Isabella.


" Bu bos sudah sampai di rumah, ya?" Vito berputar-putar tidak segera menyebutkan tujuannya datang ke rumah Rizal, padahal tujuannya adalah bertemu dengan Isabella dan membicarakan soal kepastian jawaban soal perasaannya yang pernah dia utarakan beberapa waktu lalu.


" Kak Vito itu datang ke sini mau ada perlu sama aku atau bertemu Papih dan Grace?" Kesal tak juga mendapatkan jawaban dari Vito, Isabella mulai sedikit meninggikan suara.


" Kak Vito ingin bertemu kamu," sahut Vito menyadari Isabella terlihat bete dengan basa-basinya.


" Ya sudah, kalau mau ada perlu sama aku, langsung bilang saja, Kak! Jangan tanya Papih mana? Grace mana?" Isabella memutar bola matanya.


" Sorry, Bella." Ditanggapi ketus sikap Isabella, Vito menyampaikan permintaan maafnya.


" Jadi Kak Vito mau ketemu aku karena apa?" Entah sudah berapa kali Isabella menanyakan maksud dan tujuan Vito datang menemuinya.


" Begini, Bella. Sebenarnya Kak Vito ingin menanyakan soal kepastian dari Bella perihal yang pernah Kak Vito sampaikan kepada Bella dulu. Soal perasaan Kak Vito kepada Bella." Akhirnya Vito menyampaikan maksud dan tujuannya menemui Isabella.


Isabella tertegun mendapatkan pertanyaan itu dari Vito. Dia tidak menduga jika Vito akan kembali menanyakan soal perasaannya kepada pria itu. Kala itu dia memang minta diberi waktu oleh Vito untuk memikirkan soal perasaan pria itu kepadanya, walaupun dirinya tidak dapat menjanjikan akan membalas perasaan Vito. Namun nyatanya, perasaan yang ditunggu oleh Vito belum tumbuh di hatinya, justru tiba-tiba muncul sosok pria lain yang sangat menarik perhatiannya.


Isabella terdiam, ia bingung akan menjawab apa pertanyaan Vito tadi. Dia justru menyesali, kenapa Vito sampai menyatakan perasaan cinta kepadanya? Seandainya saja Vito tidak pernah mengutarakan hal tersebut, mungkin dia tidak bingung seperti saat ini, harus bagaimana menjelaskan jika dia tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Vito.


" Hmmm, gimana, ya!? Aku minta maaf kalau jawaban aku membuat Kak Vito kecewa. Aku ... aku masih belum bisa membalas perasaan Kak Vito itu, Kak." Isabella berusaha jujur mengatakan apa yang dia rasakan terhadap Vito.


" Belum bisa? Apa itu artinya Kak Vito masih mempunyai peluang untuk bisa mendapatkan balasan cinta dari Bella?" Dari kalimat yang disampaikan oleh Isabella, Vito masih mempunyai harapan suatu hari cintanya akan berbalas oleh Isabella.


" Kak, sebaiknya Kak Vito jangan terlalu berharap terhadap Bella. Aku tidak ingin Kak Vito kecewa karena menungguku. Bella sudah menganggap Kak Vito seperti seorang kakak, dan aku tidak bisa melakukan lebih dari yang Kak Vito harapkan." Dengan sangat menyesal, Isabella mengatakan kalimat yang mungkin akan membuat Vito kecewa.


" Aku tahu, Kak Vito selama ini baik sama aku Tapi mungkin aku bukan wanita yang terbaik untuk Kak Vito. Aku yakin, ada wanita yang jauh lebih baik dari aku di luar sama untuk Kak Vito," lanjut Isabella mencoba untuk membuat Vito mengerti dan tidak patah semangat karena penolakannya.


Vito menghempaskan nafas dengan kencang. Bertahun-tahun dia memendam rasa cinta kepada Isabella, namun gadis itu ternyata tidak dapat membalas apa yang dia rasakan.

__ADS_1


" Apa karena ada pria lain yang Bella sukai?" tanya Vito kemudian.


Isabella membuatkan bola matanya mendengar dugaan Vito yang mungkin memang benar, ada pria lain yang dia sukai.


" Tidak, Kak. Aku ingin fokus kuliah dulu," sahut Isabella menampik apa yang diduga oleh Vito. Tidak mungkin dia jujur mengatakan jika dia mulai terpesona kepada Rivaldi


Vito hanya terdiam merespon jawaban dari Isabella, hingga kini mereka berdua saling diam. Isabella sendiri tidak tahu harus mengatakan apalagi pada Vito, yang pasti dia merasa sangat bersalah dengan penolakannya kepada pria itu.


Tin tin


Suara klakson mobil Rizal seakan memecah keheningan di antara Isabella dan Vito, membuat dia orang yang tadi saling terdiam langsung menolehkan pandangan ke arah mobil Rizal.


Isabella menarik nafas lega, setidaknya kehadiran Papanya dapat membantunya keluar dari situasi canggung saat ini bersama Vito.


" Assalamualaikum ... Vito, kamu ada di sini?" Saat turun dari mobil, Rizal langsung menyapa Vito. Dia sedikit terkejut saat melihat kehadiran anak buahnya itu di rumahnya itu.


" Waalaikumsalam, Pih." sahut Isabella membalas ucapan salam Papih seraya menyalami dan mencium punggung tangan Rizal.


" Waalaikumsalam, iya, Pak Rizal. Saya habis ada perlu dengan Bella, Pak." Vito membalas pertanyaan Rizal.


" Oh, ya sudah ... silahkan dilanjut lagi berbincangnya. Saya masuk dulu." Rizal justru memberi kesempatan kepada Vito untuk melanjutkan obrolannya dengan Isabella. Sementara Isabella langsung memberengut, karena dia berharap kedatangan Papihnya itu dapat mengeluarkan dirinya dari situasi kikuk, namun Papihnya malah menyuruh mereka terus lanjut berbincang.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2