TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Ancaman Grace


__ADS_3

Setelah menikmati makan siang yang dilalui dengan suasana canggung, apalagi diwarnai dengan sedikit perdebatan antara Rizal dan Isabella, kini Rizal dan Grace kembali ke kamar mereka untuk menikmati istirahat mereka di hari libur ini.


" Pih, jangan menyinggung soalku di hadapkan Bella, deh! Jangan memaksa dia untuk terus menerima aku." Grace merasa tidak nyaman berada dalam situasi serba kaku seperti makan siang tadi.


" Lho, memangnya kenapa? Kamu ini 'kan sudah menjadi istri Papihnya. Mau tidak mau dia harus menerima kamu, Grace." Rizal merasa tidak ada yang salah dengan tindakannya mencoba mendekatkan Grace dengan Isabella.


" Iya, tapi Papih lihat sendiri bagaimana sikap Bella ke aku, kan? Aku ini ingin berdamai, Pih! Aku tidak mau nantinya terpancing emosi karena sikapnya itu dan malah jadi ribut. Kalau sudah begitu, Papih juga 'kan yang pusing!?" Grace belajar untuk mengalah dan tidak ingin berdebat dengan Isabella. Karena jika meladeni sikap Isabella yang masih menentangnya, dia yakin justru hal itu akan membuat Isabella menangis, karena Grace bukan orang yang mudah mengalah.


Grace mengusap dada Rizal dan menatap manik mata sang suami yang sedang memandangnya.


" Biarkan semua berjalan mengalir seiring waktu. Jika Bella tahu jika aku ini tidak seperti yang dia pikirkan, dia pasti akan dapat menerimaku seperti Papihnya." Grace mengulum senyuman dengan mendekatkan bibirnya ke bibir Rizal. Tentu saja Rizal langsung menyambut bibir Grace dengan hangat. Pria itu seakan tidak pernah bosan melakukan percintaan dengan sang istri.


" Sudah, ah! Masih siang, nanti malam saja!" Grace menyudahi aktivitas bermesraan dengan Rizal agar dirinya tidak harus melakukan mandi wajib lagi.


" Oh ya, Pih! Aku mau mengurus Visa Schengen untuk kita pergi ke Swiss dan Jerman. Aku ingin kita berbulan madu di Swiss, setelah itu kita mampir ke Jerman. Aku ingin mengenalkan Papih ke Tante Steffie, istrinya Om Daniel dan sepupuku di sana. Aku juga ingin ajak Papih ke kantor Papaku. Nanti Papih 'kan akan menjadi CEO di sana." Sambil meledek Rizal, Grace menyampaikan alasannya ingin pergi berbulan madu ke Swiss dan Jerman.


" Pergi ke Swiss dan Jerman?" Rizal membayangkan jika dia harus menyiapkan banyak uang untuk pergi ke dua negara di benua Eropa itu.


" Iya, Pih. Papih tidak usah memikirkan soal biaya, deh! Nanti pakai uangku saja." Grace tentu tidak ingin terlalu membebani keuangan Rizal untuk melakukan perjalanan bulan madunya ke Eropa itu. Dia tahu jika Rizal bukanlah pengusaha seperti Papanya, Mamanya juga Om nya. Apalagi Rizal juga banyak menghabiskan uang untuk membeli cincin berlian saat melamarnya, cincin pernikahannya, belum lagi maskawin berupa logam mulia yang nilainya berkisar lima puluh jutaan. Rizal sudah menghabiskan dana ratusan juta rupiah untuk pernikahan sederhananya itu. Nominal yang sedikit baginya, namun sangat besar untuk suaminya itu. Dan Rizal juga harus membiayai kuliah Isabella.


" Grace, bukannya aku menolak. tapi aku tidak ingin kamu mengeluarkan uang sepeser pun untuk kebutuhan kita, walaupun itu berbentuk kesenangan. Nanti aku kumpulkan lagi uangnya. Setelah terkumpul, baru kita pergi ke sana.


Rizal tentu ingin memenuhi permintaan Grace. Namun dia tidak ingin menggunakan uang istrinya itu untuk bersenang-senang. Dia justru meminta Grace bersabar sampai dia dapat menabung dan mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk pergi ke Swiss dan Jerman.


" Kalau nunggu Papih 'kan lama, Pih! Ini 'kan momentnya honeymoon." Grace berjalan dan duduk di tepi tempat tidur. Dia kecewa karena sang suami tidak mau menerima usulannya itu.


" Grace, kamu harus mengerti aku. Aku bukan pengusaha kaya raya yang mudah menghasilkan uang. Dan aku juga harus bijak mengeluarkan uangku." Rizal mendekat ke arah Grace dan mencoba menjelaskan kepada istrinya itu agar tidak salah paham. " Aku janji nanti akan ajak kamu pergi ke sana," lanjutnya.


" Memang apa salahnya kalau pakai uang aku, Pih!? Om Daniel juga tidak akan mempermasalahkan hal itu. Uang bulanan yang masuk ke rekeningku itu Om Daniel beri sebagai keuntungan dari perusahaan milik Papa aku, kok! Jadi aku bebas mau kupergunakan untuk apapun juga!" Grace merasa tidak adil karena Rizal melarangnya mengunakan uangnya untuk mereka bersenang-senang.


" Bebas kamu pergunakan termasuk untuk membiayai mantanmu yang breng sek itu!?" Rizal menyindir soal Joe.

__ADS_1


" Tidak usah menyinggung soal dia lagi, deh!" Grace merasa kesal karena Rizal kembali menyinggung soal mantan kekasih Grace dulu.


" Iya, maaf, maaf ..." Rizal langsung memeluk tubuh Grace. " Bagaimana jika ke Bali saja besok? Sementara ini liburannya yang lokal saja dulu." Rizal mengusulkan destinasi wisata domestik yang tidak kalah menariknya.


" Ke Bali?" Grace menoleh ke arah Rizal.


" Iya! Pergi bulan madu itu bisa di mana saja. kan? Lagipula nilai kebahagiaan pasangan suami istri itu tidak dapat diukur dari tempat bulan madu yang dipilih. Tapi dari perasaan cinta yang mendalam, perhatian yang tulus dan pengertian terhadap pasangannya." Rizal yang sudah berpengalaman dan berhasil membina rumah tangga sebelumnya bersama Mamihnya Isabella, tentu lebih memahami lika-liku pasangan suami istri.


" Aku jamin kamu akan mendapatkan kebahagiaan dalam bulan madu nanti." Rizal meyakinkan jika dirinya mampu membuat Grace tidak akan bisa melupakan bulan madu mereka.


" Okelah, tidak masalah pergi ke Bali juga." Grace akhirnya menyetujui saran Rizal yang akan membawanya bulan madu ke Bali.


***


" Bi Tinah tadi dengar tidak, Non Bella sepertinya kesal sekali sama istrinya Pak Rizal itu. Kasihan sekali Non Bella ya, Bi!? Papihnya sendiri saja seperti mengabaikannya. Lebih memilih istri mudanya daripada darah dagingnya sendiri." Di dapur sambil membersihkan piring, gelas dan sendok, Surti kembali mengajak Bi Tinah bergosip.


" Iya, Sur. Kasihan juga Non Bella. Padahal dulu Pak Rizal sayang banget sama Non Bella, sekarang malah terpengaruh sama istri mudanya itu." Bi Tinah menyetujui pendapat Surti.


" Amit-amit Sur! Jangan sampai seperti itu." Bi Tinah mengedikkan bahunya. Tidak dapat membayangkan jika hal tersebut sampai terjadi pada Isabella.


" Bi Tinah, kalau istrinya Pak Rizal itu mendzolimi kita terus kita laporkan ke Pak Rizal, apa Pak Rizal akan percaya pada kita, ya?" tanya Surti tiba-tiba.


" Semoga saja Non Grace tidak sampai melakukan hal itu, Sur! Dengan Non Bella saja sepertinya Pak Rizal lebih berat ke Non Grace, apalagi kalau sama kita," sambung Bi Tinah.


" Ehemm, Bibi sedang menggosipkan saya, ya!?" Tiba-tiba Grace muncul di hadapan mereka. Grace memang diminta Rizal untuk mengambilkan air mineral hingga kini dia di dapur untuk mencari di mana para ART rumah Rizal itu menaruh botol air mineral baru.


" Eh, Non Grace?" Surti dan Bi Tinah seketika terkesiap saat melihat kemunculan Grace di dapur.


" Sedang menggosipkan apa?" Grace kini melipat tangan di dadanya dengan memasang wajah ketus dan tatapan mata sinis kepada kedua ART Rizal itu.


" Ah, tidak, Non. Kami tidak sedang membicarakan apa-apa, kok!" sanggah Bi Tinah salah tingkah sementara wajah Surti sudah memulai memucat.

__ADS_1


" Baguslah kalau tidak sedang menggosipkan saya! Kalau sampai Bibi membicarakan yang jelek-jelek tentang saya, saya akan adukan ke Papih biar bibi semua dipecat dari sini!" Grace menebar ancaman.


Tentu saja ancaman yang ditebarkan oleh Grace membuat Bi Tinah dan Surti menciut dan ketakutan.


" Maaf, Non. Bibi tidak akan menggosipkan Non Grace lagi." Bi Tinah yang ketakutan langsung memohon maaf karena dia takut akan dilaporkan kepada Rizal.


" Iya, Non. Saya juga tidak akan menggosipkan Non lagi." Surti pun sama-sama meminta maaf.


" Jadi benar 'kan kalau tadi bibi menggosipkan saya!?" Grace masih bicara dengan nada ketus.


" Maaf, Non." Bi Tinah dan Surti menundukkan kepalanya.


Grace menarik tipis sudut bibirnya hingga membentuk senyuman sinis.


" Ya sudah, cepat ambilkan air mineral dua botol!" Grace memberi perintah kepada Bi Tinah dan Surti untuk mengambilkan air mineral yang dia butuhkan.


" B-baik, Non." Bi Tinah dan Surti sampai berebut ingin mengambilkan air mineral di dalam laci kitchen set.


" Ini, Non." Ibu Tinah dan Surti masing-masing menyodorkan satu botol air mineral berukuran satu setengah liter kepada Garce.


" Awas, ya! Kalau bibi sampai membicarakan saya! Nanti saya pasang cctv di dapur biar ketahuan jika bibi menggosipkan saya!" Grace mengambil dua botol air mineral dan kembali menebar ancaman lalu berjalan meninggalkan dapur sambil menahan senyuman karena telah berhasil mengerjai kedua ART Rizal.


*


*


*


Bersambung ....


.Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2