
Driver ojol mengatar Grace ke sebuah hotel bintang lima. Sudah pasti Grace tidak memilih sembarang hotel untuk tempat dirinya menginap beberapa hari ini dan bersembunyi dari Rizal. Dia pun tidak ingin kembali ke apartemennya karena dia yakin, Rizal akan kembali mencarinya di sana.
" Ini ambil kembaliannya!" Grace menyerahkan uang seratus ribu kepada driver ojol lalu berjalan masuk ke dalam lobby hotel tanpa menunggu ucapan terima kasih dari driver ojol atas uang tip yang dia berikan
" Selamat pagi, Mbak. Ada yang bisa kami bantu?" Pegawai resepsionis menyambut Grace saat Grace mendekat ke meja resepsionis.
" Saya minta executive suite room untuk tiga hari ke depan. Saya bisa minta early check in, bisa kan?" Karena saat ini baru menunjukkan pukul sembilan pagi, dia minta fasilitas check in lebih awal di sana.
" Sebentar saya cek dulu kesediaan kamarnya ya, Mbak." Pegawai resepsionis itu meminta Grace menunggu, sementara dia sedang mencek kamar yang kosong.
" Untuk kamar executive suite ada di lantai delapan nomer tiga puluh sembilan sama empat puluh lima." Setelah menemukan kamar suite room yang kosong, pegawai resepsionis memberikan informasi itu kepada Grace.
" Di nomer tiga puluh sembilan saja," sahut Grace.
" Baik, Mbak. Bisa pinjam KTP nya, Mbak?" tanya resepsionis itu meminta KTP Grace.
Grace kemudian mengambil KTP dalam dompetnya juga debit card nya untuk membayar biaya dia menginap.
" Silahkan duduk dulu, ditunggu sebentar ya, Mbak." Pegawai resepsionis meminta Grace menunggu di kursi lobby.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kini Grace sudah mendapat kamar yang diinginkannya.
" Akhirnya aku bebas ..." Grace menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur empuk. Dia langsung bergelung selimut karena dia merasa belum puas dengan tidurnya semalam karena dibangunkan oleh Rizal terlalu pagi menurutnya.
Sementara itu, setelah mendapatkan informasi dari driver ojol ke mana rekan driver itu membawa Grace pergi, Rizal kemudian kembali ke dalam mobilnya.
Rizal teringat jika dia juga memasang pelacak dan perekam di ponsel Grace. Dia mendengar percakapan Grace. Dan benar seperti yang disebutkan oleh driver ojol jika Grace memang berada di salah satu hotel bintang lima.
" Dasar bocah nakal! Anda harus mendapatkan hukuman karena telah membuat putriku menangis, Nona!" Seringai tipis terbentuk di sudut bibir Rizal, sepertinya pria itu sedang memikirkan suatu rencana di otaknya.
Rizal lalu menyalakan mesin mobilnya. Dia ingin ke kantornya terlebih dahulu, karena dia ingin mandi dan berganti pakaian.
***
" Selamat pagi, Pak." Vito menyapa bosnya yang pagi ini sudah tiba di kantornya. Namun, yang membuat Vito mengerutkan keningnya adalah penampilan Rizal yang terlihat tidak seperti biasanya. " Bapak dari mana?" tanya Vito kemudian.
__ADS_1
" Wanita itu mengerjaiku, Vit." sahut Rizal masuk ke dalam ruangannya.
" Wanita siapa maksud Pak Rizal?" tanya Vito penasaran dengan wanita yang dimaksud oleh Rizal. Karena setahunya, bosnya itu jarang bercerita tentang wanita.
" Grace Renata." Rizal menyebutkan mana wanita yang dimaksudnya.
" Nona Grace?" Vito menyipitkan matanya mendengar nama Grace disebut. Terakhir kali dia mendapat informasi dari Rizal jika wanita itu dititipkan di kantor polisi.
" Memangnya kenapa, Pak? Apa Nona Grace membuat masalah lagi?" Vito curiga jika Grace melakukan hal yang memancing keributan di kantor polisi.
" Dia kabur, Vit." ujar Rizal.
" Hahh? Nona Grace kabur? Kabur dari kantor polisi?" Vito mengira jika kabur yang dimaksud oleh Rizal adalah kabur dari kantor polisi.
" Tidak, Vit. Dini hari tadi saya mengeluarkan dia dari kantor polisi karena dia membuat keributan di sana. Lalu dia minta pulang ke apartemennya untuk beristirahat. Dan pagi tadi saat kami sarapan, ternyata kami bertemu dengan Bella. Bella menduga jika Nona Grace itu adalah kekasih saya ..." Rizal terkekeh mengingat putri itu menganggap dirinya perpacaran dengan wanita belia seperti Grace.
" Dan si al nya, Nona Grace malah mengaku menjadi sugar baby saya di depan Bella." Rizal menggelengkan kepala tak menyangka jika Grace bisa senekat itu.
Vito membalalakkan matanya lebar-lebar mendengar cerita Rizal tentang kesialan pria tersebut.
" Dia bertemu Grace, tapi tidak tahu siapa Grace," ucap Rizal.
" Lalu apa yang terjadi, Pak?" Mendengar cerita Rizal semakin menarik, Vito semakin dibuat penasaran.
" Mereka bertengkar dan ... Grace berhasil kabur saat saya mengantar Bella ke mobilnya," sahut Rizal.
" Apa Tuan David sudah tahu jika Nona Grace kabur, Pak?" Vito khawatir jika David Richard akan marah karena Grace berhasil melarikan diri.
" Tidak! Saya tidak memberitahu Om David soal Grace yang kabur, karena saya tahu ada di mana dia saat ini." Rizal lalu berjalan ke arah toilet yang ada di ruang kerjanya.
" Saya mau membersihkan badan dulu," ucap Rizal membuka kaos yang sejak tadi dirasakan lembab di tubuhnya.
***
Di kampusnya, Isabella masih saja memikirkan soal Papihnya dengan seorang wanita yang mengaku sebagai sugar baby Papihnya itu. Isabella tidak habis pikir, bagaimana Papihnya itu bisa mengenal Grace? Walaupun harus dia akui jika Papihnya memang cukup tampan, hingga tidak aneh jika banyak wanita terpikat. Tapi kenapa harus dengan wanita yang sebaya dengannya? Padahal kemarin-kemarin Papihnya itu berkata tidak akan mungkin menyukai gadis belia.
__ADS_1
" Sudahlah, Bel. Jangan terlalu dipikirkan seperti ini. Aku sih percaya sama Papih kamu, kalau cewek itu bukan sugar baby nya Papih kamu." Melihat Isabella masih saja memikirkan soal wanita muda yang bersama Rizal, Fauziah mencoba menasehati Isabella agar sahabatnya itu lebih tenang.
" Gimana aku bisa tenang, Zie? Aku tidak akan rela Papih aku sama cewek nakal itu!" tegas Isabella.
" Om Rizal 'kan tadi sudah bilang akan menjelaskan di rumah. Om Rizal juga bilang jika apa yang kamu lihat dan kamu dengar tidak seperti itu kenyataannya. Kamu itu harus percaya sama Papih kamu sendiri. Kalau kamu begini, aku menyesal memberitahu soal keberadaan Papih kamu tadi." Fauziah berpikir, jika dia tidak memberitahu Isabella, mungkin Isabella tidak akan semarah ini.
" Kalau kamu tidak memberitahu, justru aku tidak akan tahu perbuatan Papih di belakang aku, Zie! Aku tidak tahu kalau saat ini ada cewek yang sedang memanfaatkan Papihku, Zie!" Sementara Isabella merasa bersyukur karena Fauziah memberitahu keberadaan Rizal bersama Grace.
" Aku rasa cewek itu bohong, deh! Kalau bilang dia itu sugar baby nya Om Rizal." Fauziah merasa curiga jika apa yang dikatakan Grace tidaklah benar.
" Aku harus menyelidiki hubungan Papih aku dengan cewek itu, Zie!" Otak Isabella berputar memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan informasi seputar Papihnya dan cewek muda yang bersama Papihnya itu.
" Ah, aku tahu!" Isabella seketika menjentikkan jarinya seolah telah menemukan ide brilian di otaknya.
" Apa, Bel?" tanya Fauziah yang tersentak mendengar Isabella tadi berteriak.
Isabella mengeluarkan ponselnya, dia lalu menghubungi nomer seseorang dari ponselnya itu.
" Halo, assalamualaikum, Kak Vito."
" Kak Vito sedang sibuk? Aku mengganggu Kak Vito kerja tidak?"
" Hmmm, Kak Vito. Bella mau ada perlu sama Kak Vito. Siang nanti, kita bisa ketemuan tidak, Kak?"
Itu sedikit percakapan Isabella pada Vito. Sepertinya Isabella ingin mengorek informasi seputar hubungan antara Rizal dan Grace dari anak buah Papihnya itu.
*
*
*
Bersambung ...
Happy reading ❤️
__ADS_1