TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Pesona Papih Lebih Menggoda


__ADS_3

Seorang pria tampan terlihat keluar dari lift dengan mengendap dan mengedar pandangan ke lorong apartemen, seakan memastikan tidak ada orang yang melihatnya di sana.


Pria itu akhirnya berhenti di depan pintu sebuah unit apartemen yang dulu pernah dia tempati dengan Grace. Pria yang tak lain adalah Joe, memang tidak langsung kembali ke Jepang setelah berhasil kabur dari sergapan Rizal dan Vito yang saat itu mencoba menangkapnya bersama Grace.


Saat itu Joe tidak berani kembali ke apartemen Grace karena dia takut jika sampai tertangkap dan mendekam di penjara, meskipun Grace adalah ladang uang untuknya.


Selama lepas dari penyergapan Rizal dan Vito, Joe mencari mangsa baru yang dapat memberikannya kesenangan dan hidup enak. Tentu saja dengan ketampanan wajah yang dimiliki olehnya, tidak sulitnya untuk menjerat cinta wanita berkantong tebal.


Saat ini Joe bekerja menjadi seorang pengawal pribadi istri muda seorang pengusaha kaya raya. Tentu saja di sana dia bukan hanya bekerja sebagai pengawal, tapi juga sebagai penghangat ran jang majikannya itu dikala sang suami tidak mengunjungi istri mudanya itu. Sudah pasti jutaan rupiah mengalir deras di dompet Joe selama dirinya melayani has rat bira hi istri bosnya itu.



Joe menekan bel pintu apartemen Grace, Dia menduga jika Grace masih tinggal di apartemen itu. Meskipun dia sudah mendapat kabar dari Sharon jika Grace sudah menikah, namun dia tidak mungkin percaya begitu saja dengan berita itu, karena dia tahu jika Grace sangat mencintainya. Tidak mungkin Grace mudah berpaling pada pria lain dalam waktu cepat.


Sudah lima kali Joe menekan bel pintu apartemen. Namun, tidak juga pintu apartemen itu terbuka. Dia juga sempat mengetuk pintu dan memanggil nama Grace. Tapi, itu juga tidak membuahkan hasil karena pintu apartemen Grace tetap tertutup.


Joe akhirnya pergi dan turun ke basement apartemen di tower empat tersebut, untuk mencari informasi pada security tentang keberadaan Grace. Karena selama ini dia dan Grace lebih sering keluar masuk dari basement daripada lobby apartement.


" Pak, apa Bapak sering melihat wanita ini datang dan pergi di apartemen ini?" Joe menunjukkan foto Grace dari akun sosial media Grace yang sudah lama tidak dibuka oleh si pemilik akun.


" Dia tinggal di lantai tujuh belas.. Namanya Grace, Pak." Joe kembali menjelaskan orang yang dia cari.


Security itu memperhatikan foto Grace sambil berusaha mengingat apakah pernah melihat Grace atau tidak.


" Sepertinya saya pernah melihat, tapi sudah lama sekali, Mas. Sekarang-sekarang ini saya tidak pernah melihat wanita ini datang ke apartemen ini," jawab security apartemen yang berjaga di dekat lift yang ada di tower empat.


" Oke, Pak. Thanks." Tak mendapat jawaban dari security soal Grace, Joe kemudian melangkah menuju mobilnya dan meninggalkan basement apartemen Grace.


Joe lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Sharon. Dia ingin tahu apakah Sharon masih mengetahui keberadaan Grace saat ini di mana.


" Halo, Sharon. Apa kau masih di Bali? Apa Grace masih ada di sana?" tanya Joe saat panggilan teleponnya tersambung dengan Sharon. Sementara tangan kanannya sibuk dengan kemudi.


" Aku sedang di Lombok sekarang, Joe! Aku tidak tahu Grace ada di mana saat ini. Kemarin waktu kasih tahu kau soal Grace, kenapa kau tidak langsung datang ke Bali?" tanya Sharon menyalahkan Joe yang tidak segera datang ke Bali saat dia beri kabar Grace ada di Bali.


" Aku tidak bisa pergi kemarin, Sharon. Karena aku punya pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan!" ucap Joe beralasan.


" Pekerjaan menemani istri orang?" sindir Sharon yang tahu apa yang dilakukan oleh Joe selama ini. Pertengahan tahun lalu, Joe memang menghubungi Sharon dan mengatakan apa yang sedang dikerjakan olehnya selama di Jakarta setelah lepas dari Grace.


" Bukankah itu juga suatu pekerjaan? Aku ditugasi oleh suaminya untuk menjaga istrinya," sahut Joe.


" Menjaga dan memberi kehangatan di atas ranjang, maksudmu?" cibir Sharon yang sangat mengetahui karakter seorang Joe sebagai pemain cinta.

__ADS_1


" Tidak ada salahnya, kan? Selama uang yang dia berikan untukku cukup memenuhi kebutuhanku." Joe terkekeh merasa bangga dengan apa yang dia lakukannnya selama ini adalah kelebihan yang dia miliki.


" Jika kau sudah merasa terpenuhi dengan bosmu sekarang ini, kenapa kau masih mencari Grace?" tanya Sharon merasa heran.


" Kau tahu alasannya kenapa, Sharon!? Karena kekayaan yang dimiliki Grace bisa membuatku menjadi seorang Milyarder. Grace itu satu-satunya pewaris perusahaan Papa dan Mamanya." Tentu saja Joe menyayangkan jika melepas Grace begitu saja. Dulu dia kabur, karena dia takut tertangkap dan mendekam di penjara. Tentu saja dia tidak ingin itu sampai terjadi kepada dirinya.


" Tapi kau meninggalkan Grace saat itu, Joe! Apa kau lupa akan hal itu!?" sindir Sharon kembali, mengingat cerita Grace jika Joe meninggalkannya. " Lagipula, Grace sudah menikah saat ini. Apa kamu masih tetap ingin mengejarnya juga?" tanyanya kemudian.


" Aku terpaksa melakukan hal itu, Sharon." ujar Joe tanpa menjelaskan apa yang membuatnya terpaksa melakukan hal tersebut. " Soal pernikahan Grace, aku yakin dia berbohong! Dia sangat mencintaiku, Sharon!" Joe terlalu percaya diri jika Grace masih sangat mencintainya.


" Ya sudah, sekarang kau berusahalah sendiri mencari Grace! Aku ingin menemani kekasihku mandi. Bye ..." Sharon mengakhiri sambungan teleponnya terlebih dahulu.


Joe memperhatikan layar ponselnya karena panggilan teleponnya tiba-tiba diputus oleh Sharon.


" Si al, dia malah asyik bersenang-senang!" umpat Joe, karena dia gagal mendapat informasi keberadaan Grace saat ini.


***


Rizal dan Grace berada dalam satu selimut setelah mereka melakukan percintaan jelang tidur, sebagai pengganti aktivitas yang tertunda siang tadi karena kepergok oleh Bi Saonah yang tiba-tiba saja muncul di dapur.


" Besok kita ke tempat Mama, ya!?" Rizal mengusap kepala Grace dengan lembut setelah dia memberikan kehangatan dan kenikmatan pada istrinya itu. Rizal menyampaikan niatnya ingin mengunjungi Agatha, bersama Grace juga tentunya.


" Ke Mama?" Grace mendongakkan kepala menatap manik mata sang suami. " Untuk apa?" tanyanya kemudian.


Grace menghembuskan nafas kasar hingga terasa di kulit Rizal yang saat itu bertelan jang dada. Dia masih belum bisa berdamai dengan Mamanya karena Mamanya itu menegang pernikahannya dengan Rizal.


" Apa Mama mau menerima kita?"' tanya Grace pesimis jika Mamanya itu akan menerima kehadiran mereka berdua di kantor Mamanya.


" Makanya kita harus coba ke sana. Sebagai yang lebih muda, kita berkewajiban mengunjungi beliau. Bagaimanapun beliau adalah orang tua kita, orang tuamu dan orang tuaku juga. Siapa tahu dengan sikap lembut kita, hati Mama bisa berubah." Rizal mencoba memberi penjelasan kepada istrinya agar tidak terus berkeras hati menghadapi Agatha.


" Saat ini aku adalah suamimu. Siapa tahu di perutmu saat ini sudah tumbuh benihku, cucu Mama sendiri. Jadi, tidak ada alasan untuk beliau terus menolak pernikahan kita." Rizal mengusap perut rata Grace dengan lembut.


Grace agak terkesiap saat Rizal mengusap perutnya. Senyuman langsung terkulum di bibir wanita cantik itu. Matanya kini menatap manik mata coklat milik Rizal. Sementara tangannya membelai cambang di rahang sang suami.


" Kalau Mama tahu, Papih itu ternyata sangat bijaksana seperti ini. Pasti Mama tidak akan menghalangi hubungan kita ya, Pih?" Grace menyayangkan sikap Mamanya yang dia anggap tidak mau menerima sisi baik Rizal yang selama ini sudah merubah kepribadiannya menjadi lebih baik.


" Masalahnya sikap bijaksanaku ini tidak membuat usiaku bertambah muda, itulah yang menjadi permasalahan bagi Mama kamu, Sayang." Rizal menyampirkan helaian rambut Grace ke belakang telinga.


" Harusnya Mama itu berterima kasih pada Papih. Kalau tidak diselamatkan Papih saat itu, mungkin aku masih berada di jalan yang se sat sampai saat ini bersama Joe." Grace kini menyadari, mungkin Tuhan mengirimkan Rizal yang ingin menyakiti Gavin, bukan hanya karena ingin menghalangi niat jahat dirinya kepada Gavin. Tapi juga untuk menyelamatkan dirinya dari pria licik seperti Joe.


" Oh ya, mantanmu itu seperti hilang ditelan bumi setelah melukai lehermu ini." Tangan Rizal menyentuh bagian leher Grace yang pernah dilukai oleh Joe.

__ADS_1


" Aku tidak perduli saat ini dia ada di mana, Pih!" Grace kembali menegaskan jika Joe sudah tidak penting baginya.


" Bagaimana jika suatu saat kalian bertemu lagi?" Rizal merasa penasaran bagaimana sikap istrinya itu jika dipertemukan kembali dengan Joe. Apakah rasa cinta Grace untuk Joe itu masih ada untuk sudah menipis.


" Aku berharap, jika suatu saat aku bertemu dengannya, saat itu aku sedang bersama Papih. Atau, lebih baik aku tidak bertemu lagi dengannya seumur hidupku!" Grace benar-benar ingin menutup masa lalunya dengan Joe, pria yang membuatnya terseret ke pergaulan tak sehat.


" Yakin kau tidak akan terpesona lagi padanya?" Rizal sengaja melempar pertanyaan yang dia yakini akan membuat istrinya itu kesal karena dirinya masih saja membahas soal Joe.


" Pesona Papih lebih menggoda, menggalahkan segalanya!" Tak ingin terpancing dengan pertanyaan sang suami yang sengaja meledeknya, Grace justru mengatakan kalimat yang membuat Rizal melebarkan senyuman. Apalagi seketika itu juga Grace bangkit dan memposisikan tubuhnya di atas tubuh Rizal.


" Siap beraksi lagi?" Rizal meyeringai dengan tangan menyentuh kedua bukit indah milik sang istri yang saat itu tak tertutup kain.


" Pesona Papih bikin aku ketagihan." Grace menopang tubuhnya dengan kedua tangannya yang dia dekatkan di samping kepala Rizal. Sementara wajahnya menghandap wajah sang suami, membuat rambutnya terjuntai menutupi sebagian wajahnya.


Rizal kembali menyampirkan rambut Grace ke belakang telinga lalu menangkup kedua rahang Grace dan mendekatkan bibir mereka kembali untuk saling bertemu dan saling melu mat penuh has rat, hingga membangkitkan kembali ga irah yang tadi sempat mereda.


Setelah beberapa menit melakukan pemanasan, Rizal menempatkan pusakanya di mulut inti Grace hingga menghujam dan menimbulkan suara erangan dari mulut Grace.


" Berpaculah seperti seorang Joki," bisik Rizal di telinga Grace, membuat Grace bangkit dan merapihkan posisi duduknya dengan tegak dan siap melakukan apa yang diinginkan sang suami.


Dengan membusungkan dada dan senyum nakal di bibirnya, Grace mulai bergerak ke depan dan belakang, juga menggerakkan tubuhnya turun naik di atas tubuh Rizal, hingga suara-suara pertanda penuh kenikmatan keluar dari mulut pasangan pengantin baru yang tidak pernah ada puasnya dalam bercinta.


" Oouugghh, kau benar-benar nakal, Grace!" Rizal meremas bo kong Grace, lalus menarik tubuh Grace hingga merapat ke tubuhnya. dia bahkan menggerakkan dengan cepat pusakanya di dalam inti Grace,


" Aaakkhh ... Pih ...."


" Ouugghh ... Grace ...."


Tak berapa lama, bersamaan dengan suara de sahan mereka berdua, pelepasan itu mereka dapatkan secara bersamaan sampai tubih Grace menggelinjang.


*


*


*


Bersambung ...


Selamat malam Jumat😉


Oh ya, ini bulan terakhir GA, ya! GA akan ditutup tgl 31 Maret 2023 jam 21.00 WIB. Makasih🙏

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2