
David baru selesai melakukan panggilan video call dengan Gavin dan Azzahra. Tentu saja dia sangat mengkhawatirkan kondisi sang menantu karena saat ini sedang dalam keadaan hamil. Sudah pasti dia akan sangat marah besar jika sampai penyerang-penyerang tersebut membuat calon cucu di dalam perut Azzahra terluka.
Tok tok tok
Pintu ruangan kerja David diketuk, lalu terlihat Maria, sekretaris David yang muncul dari balik pintu.
" Maaf Pak. Ada Pak Rizal dan Pak Vito di luar ingin bertemu, Bapak." Maria memberitahukan David tentang kedatangan Rizal dan Vito. Karena Rizal sering mendapatkan tugas dari David, sehingga Maria sudah tidak asing dengan sosok mereka berdua.
" Suruh mereka masuk, Maria!" David menyuruh Maria mempersilahkan kedua tamunya masuk ke ruangannya itu. Karena Rizal sudah mengabarinya terlebih dahulu jika akan berkunjung ke kantornya.
" Baik, Pak." Maria pun kembali keluar dan memanggil Rizal dan Vito untuk masuk ke dalam ruangan David.
" Selamat siang, Om David." Rizal menyapa dan menyalami David ketika masuk ke dalam ruangan kerja David. Yang diikuti oleh Vito.
" Selamat siang, Pak David."
" Siang, Zal. Vito. Silahkan duduk!" David mengarahkan Rizal dan Vito untuk duduk di sofa mewah dalam ruangan kerjanya itu.
" Bagaimana, Zal? Apa kalian sudah mendapatkan informasi?" tanya David setelah dia pun ikut duduk di kursi sofa empuk.
" Kami sudah mendapatkan titik temu, Om. Kami tadi mendatangi Nyonya Agatha. Dia memang bukan pelaku dan otak dari penyerangan itu. Tapi justru anaknya yang bernama Grace lah pelaku yang sebenarnya." Rizal lalu mengeluarkan hasil rekaman suara Agatha yang sedang menelepon Grace. Dan suara Agatha yang terdengar kencang bernada penuh emosi membuat suara wanita itu terdengar jelas dalam rekaman itu.
" Jadi bagaimana, Om? Apakah ingin tetap lanjut memproses hal ini ke jalur hukum?" tanya Rizal menyerahkan semua keputusan kepada David.
" Om ingin tetap selesaikan hal ini ke jalur hukum, Zal! Penyerangan semalam itu tidaklah main-main, Gavin bisa saja terbunuh semalam. Dan Azzahra pun bisa mengalami keguguran karena tindakan mereka!" geram David. Dia tidak ingin mentolelir siapa pun pelakunya. Dia akan tetap memproses mereka ke jalur hukum, agar kedua pelaku penyerangan terhadap anak dan menantunya dapat diadili.
" Baik, Om. Sekarang target kita sudah jelas. Kita tinggal mencari di mana posisi mereka berada saat ini!? Saya sudah menyuruh anak buah saya untuk mengawasi Nyonya Agatha, siapa tahu dia akan menemui anaknya, jadi kami bisa mengetahui posisi Grace, agar bisa kita seret mereka ke meja hijau." Kepada David, Rizal menyebutkan rencana yang sedang dijalaninya.
" Iya, Om serahkan semuanya kepadamu, Zal!" David mempercayakan semuanya kepada Rizal untuk membantu menangkap para pelaku.
" Siap, Om." sahut Rizal tegas.
" Hmmm, kalau pelaku itu anaknya Agatha, kenapa Gavin tidak mengenalinya, ya?" Tiba-tiba David bertanya sendiri seraya mengusap rahangnya.
" Itu juga yang sempat saya pikirkan, Om. Kenapa Tuan Gavin tidak mengenali pelaku, minimal dari suara wanita itu ..." Rizal pun ikut mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
David menghela nafas panjang, dia memang tidak tahu bagaimana kehidupan Gavin selama berumah tangga dengan Agatha. Karena saat masih ada Mommy nya, putranya itu sempat hilang kontak dengan David selama bertahun-tahun.
" Atau mungkin karena Tuan Gavin jarang bertemu dengan anak dari Nyonya Agatha itu, Om. Sehingga dia tidak dapat mengenali dengan jelas, terlebih lagi mereka memakai penutup wajah, hingga suaranya pun tidak terdengar jelas, Om." lanjut Rizal menjelaskan.
" Bisa jadi seperti itu, Zal." David setuju dengan angumentasi Rizal tadi.
" Ya sudah, Om. Kami hanya ingin menyampaikan hal itu kepada Om David. Kami ingin pamit sekarang." Rizal berpamitan seraya bangkit dari tempat duduknya.
* Baiklah, Zal. Hati-hati. Tolong selesaikan masalah ini sampai tuntas!" pesan David, lalu bangkit untuk mengantar Rizal dan Vito hingga ke luar ruangannya.
***
Sepulang dari markasnya, Rizal sengaja datang mengunjungi Gavin yang masih berada di rumah sakit.. Dia butuh informasi dari Gavin seputar Grace.
Saat ini dia sedang menunggu Gavin di cafe rumah sakit seraya menyesap minuman hangat ditemani dengan setangkap roti bakar. Karena perutnya terasa sangat lapar dan dia belum sempat menyantap makan malam.
" Maaf menunggu lama, Pak Rizal." Tak lama Gavin muncul lalu duduk di kursi di hadapan Rizal.
" Tidak apa-apa, Tuan Gavin. Tidak masalah ..." sahut Rizal yang baru selesai menghabiskan roti bakar di hadapannya.
" Saya mendapat info dari Dad David tentang siapa yang melakukan penyerangan terhadap saya. Dan saya tidak pernah menyangka jika dialah yang melakukannya." Gavin masih sulit percaya saat mendengar info dari David tentang pelaku penyerangan terhadapnya adalah anak dari Agatha.
" Saya sudah lama tidak bertemu dengannya, sekitar empat tahun lalu. Itu pun hanya sepintas dan saat itu dia masih berusia lima belas tahun." Gavin menjelaskan.
" Berarti usia Grace saat ini sembilan belas tahun?" Rizal mengusap rahangnya. Usia yang tidak beda jauh dari Isabella, putrinya yang baru menginjak usia delapan belas tahun. Dan rasanya sayang sekali di usia muda sudah melakukan kejahatan seperti itu, yang dapat mengancam wanita muda itu meringkuk di penjara.
" Benar, Pak Rizal. Saat bertemu dengan Grace, dia terlihat masih kecil. Saya tidak menyangka jika itu benar Grace." Gavin teringat sosok wanita yang menyerangnya memiliki tubuh tinggi semampai.
" Pantas Tuan Gavin tidak mengenali wanita itu." Rizal akhirnya mengerti alasan kenapa Gavin tidak mengenali Grace.
" Ya, wanita yang menyerang saya perawakannya tinggi dengan postur tubuh sangat ideal. Sulit dipercaya jika itu adalah Grace," ujar Gavin kemudian.
" Om David meminta saya untuk melanjutkan penyelidikkan ini hingga ke jalur hukum, Tuan Gavin." Rizal mengatakan apa yang diminta oleh orang tua Gavin itu.
Gavin menghela nafas panjang, dia mulai paham karakter Daddy nya. Walaupun pria paruh baya itu terkenal bijaksana, namun juga sangat tegas dalam berprinsip. Apalagi yang menyangkut tentang martabat keluarganya.
__ADS_1
" Jalankan saja apa yang sudah diperintahkan Dad David," tegas Gavin. Dia juga tidak bisa memaafkan saja orang yang bermaksud mencelakainya, istrinya, terlebih calon bayinya di perut Azzahra.
" Baik, Tuan."
" Apa Anda mempunyai informasi lain tentang Grace, Tuan? Di mana dia tinggal di Indonesia ini? Karena dari percakapan yang saya tanggap dalam rekaman itu, selama ini Grace tidak tinggal di Indonesia." tanya Rizal mencari informasi tentang sosok Grace dari Gavin.
" Saya tidak tahu, saya benar-benar tidak tahu banyak soal Grace. Yang saya tahu dia memang tidak menyukai saya," sahut Gavin.
Ddrrtt ddrrtt
Rizal merasakan ponselnya berbunyi dan dia mendapati nama Sam, orang yang sedang dia tugaskan mengikuti Agatha yang saat ini menghubunginya.
" Maaf, Tuan. Saya angkat teleponnya sebentar." Rizal meminta ijin kepada Gavin untuk mengangkat telepon terlebih dahulu. " Ini telepon dari orang yang saya tugaskan untuk mengikuti Nyonya Agatha." Rizal menjelaskan siapa yang menghubungi.
" Silahkan, Pak Rizal."
" Halo, bagaimana, Sam?" tanya Rizal saat mengangkat panggilan masuk dari Sam.
" Nyonya Agatha baru saja turun di basement sebuah apartemen mewah x. Dia tampak mencurigakan saat turun tadi, Pak. Terlihat seperti takut ada yang mengikuti. Dan saat ini dia masuk ke dalam salah satu unit apartemen. Diduga di apartemen itu putrinya tinggal, Pak. Karena saya mendengar dia menayakan keberadaan putrinya kepada orang yang membukakan pintu apartemen." Sam melaporkan dengan lengkap hasil penyelidikan kepada Rizal.
" Oke, Sam. Tolong kau share alamatnya sekarang juga! Dan pantau terus kondisi di sana." perintah Rizal kepada Sam.
" Baik, Pak."
Rizal langsung mematikan sambungan telepon dari Sam, seraya menunggu lokasi yang akan dikirimkan oleh Sam tentang tempat keberadaan Grace saat ini.
" Anak buah saya sepertinya sudah menemukan di mana posisi Grace berada saat ini, Tuan." Rizal langsung melaporkan apa yang disampaikan Sam tadi kepadanya.
" Syukurlah kalau begitu." Gavin bersyukur, semakin cepat Grace dan kekasihnya itu ditangkap, semakin tenang bagi Gavin dan keluarganya.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading❤️