TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Hasil Rekaman


__ADS_3

Grace baru saja keluar dari kolam renang saat ponselnya berbunyi. Dia kemudian mengambil handuk lalu mengeringkan wajah dan rambutnya.


Ddrrtt ddrrtt


Grace segera mengambil ponselnya yang dia taruh di kursi dekat kolam. Setelah itu dia mengangkat panggilan telepon yang berbunyi untuk yang kedua kalinya setelah panggilan pertama tadi tak terjawab olehnya.


" Halo, Mam ..." sapa Grace pada penelepon itu. Ternyata Agatha lah yang menghubunginya. Karena setelah Rizal dan Vito keluar dari ruangannya, Agatha langsung menghubungi anaknya itu untuk memastikan apakah benar dugaannya jika anaknya itu terlibat dalam penyerangan terhadap Gavin dan istrinya.


" Grace, apa yang sudah kau lakukan?!" tanya Agatha saat panggilannya terangkat.


" Memangnya apa yang aku lakukan, Mam?" Tangan kanan Grace mengambil gelas orange jus dari atas meja.


" Kau jangan menutupi hal ini dari Mama, Grace! Apa yang sudah kau lakukan pada Gavin?" tanya Agatha kepada putrinya itu. Karena saat Rizal mengatakan penyerang itu menggunakan senjata katana, pikirannya sudah mengarah ke anaknya yang belakangan ini berlatih beladiri mengikuti Joe. Dia pun tahu jika selama dirinya menikah dengan Gavin, anaknya itu selalu menentang dan membenci Gavin. Bagi putrinya itu Gavin adalah pria yang memanfaatkan kekayaannya.


' Oh, itu ..." Grace nampak santai menjawab pertanyaan Mamanya.


" Oh, itu? Kau bisa santai menjawab seperti itu?!" Agatha nampak kesal karena putrinya nampak menganggap remeh kecemasannya. Karena Grace tidak tahu jika orang menggagalkan rencananya itu baru saja mendatangi tempat Mamanya.


" Memangnya aku harus komentar apa, Mam?" Grace masih tak perdulikan rasa khawatir Agatha.


" Siapa yang mempunyai ide menyerang Gavin? Pakai senjata seperti itu?! Ini pasti pengaruh buruk dari Joe yang sudah menbuat kamu jadi tidak terkendali seperti ini!" Agatha mencurigai Joe lah yang sudah mempengaruhi anaknya.


" Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Joe, Mam!" Grace dengan cepat menyangkal tuduhan yang dilancarkan oleh Agatha.


" Apa yang aku lakukan pada pria gembel itu atas ideku, karena aku ingin membalaskan sakit hati Mama kepadanya! Aku tidak terima dia tinggalkan Mama setelah menikmati harta kekayaan Papa," geram Grace mengatakan apa yang menjadi alasannya melakukan penyerangan terhadap Gavin.

__ADS_1


" Apapun alasanmu, tidak seharusnya kau melakukan itu, Grace! Itu berbahaya! Itu tindakan kriminal! Kau bisa dijebloskan ke penjara kalau kau sampai tertangkap!" Agatha semakin dibuat senewen dengan tingkah putrinya. Dia kesal karena Grace tidak memperdulikan kecemasannya.


" Mam tidak usah khawatir, aku tidak mungkin tertangkap, Mam!" Lagi-lagi Grace menyepelekan kegundahan hati Mamanya.


" Bagaimana Mama tidak merasa khawatir?! Baru saja orang yang disewa Gavin untuk menyelidiki soal penyerangan itu datang kemari dan menyampaikan hal itu kepada Mama dan Mama rasa Gavin tidak akan main-main dalam bertindak jika dia menemukan siapa orang yang telah menyerangnya." Agatha mencoba membuka pikiran Grace.


" Si Gembel itu menyewa orang?? Dari mana dia bisa membayar orang untuk menangani kasus ini?! Apa dia menemukan mangsa baru?" Grace meremehkan Gavin. " Dan bagaimana orang suruhnya itu langsung mememui Mama?" Grace baru menyadari bagaimana Mamanya bisa tahu soal penyerangan terhadap Gavin, dan dia belum sempat menanyakan hal itu. Namun Mamanya sudah lebih dulu memberitahu.


" Mereka mendatangi Mama karena Gavin cerita jika Mama menolak bercerai, tentu saja Mama jadi tersangka utama dalam kasus penyerangannya itu! Kau tidak tahu siapa dia sekarang? Daddy nya pemilik hotel bintang lima di beberapa kota besar di Indonesia."


" Maksud Mama dia anak orang kaya, begitu?" Grace memang tidak tahu siapa Gavin yang sebenarnya. Karena saat menikah dengan Agatha, Tidak pernah terendus sedikit pun olehnya jika Gavin anak seorang pengusaha kaya raya di Indonesia, karena Gavin tidak hampir tidak pernah menemui Papanya.


" Ya, dan mereka bisa menyeretmu ke penjara! Oh, Grace ... Mama tidak ingin itu terjadi kepadamu. Karena itu Mama ingin kamu secepatnya kembali ke Jerman. Mama tidak ingin lihat kamu di sini dan menjadi buronan mereka." Tentu saja Agatha tidak ingin anaknya tertangkap, karena itu dia meminta Grace segera keluar dari Indonesia.


" Aku tidak akan ke mana-mana, Mam! Aku akan tetap di sini! Dan kalau sampai aku harus ke luar dari Indonesia, aku tidak akan kembali ke Munich. Tapi aku akan ke Jepang bersama Joe!" tekad Grace menegaskan tidak ingin diatur oleh Mamanya.


" Aku cinta dia, Mam. Jadi Mama jangan larang aku untuk lakukan apa yang aku mau! Termasuk untuk ikut bersama Joe ke mana pun dia pergi!" Grace kembali menentang Mamanya.


" Sudah ya, Mam! Aku mau kembali berenang ..." Grace ingin mengakhiri pembicaraannya di telepon dengan Agatha.


" Grace, dengarkan Mama, pergilah dari Indonesia! Di sini sangat bahaya untukmu! Kau bisa dipenjara, Grace!" Agatha begitu mengkhawatirkan putrinya itu, karena dia tahu siapa David Richard. Mantan mertuanya itu tentu tidak akan memaafkan orang yang dengan senjata ingin mencelakai Gavin.


" Kalau aku sampai tertangkap, Mama bisa menjamin aku keluar dari sana, kan?! Sudah ya, Mam. Bye ..." Grace langsung mematikan panggilan teleponnya, tak perdulikan Agatha yang masih mengomel karena semua perkataannya sama sekali tidak ada yang didengar oleh Grace.


Sementara itu di dalam mobil Rizal yang masih terparkir di halaman Rumah Mode Agatha, Rizal dan Vito saling menatap.

__ADS_1


" Bagaimana, Pak?" tanya Vito setelah mereka mendengar rekaman hasil pembicaraan yang terjadi di ruang Agatha tadi. Saat Rizal membuat konsentrasi Agatha hanya berfokus pada Rizal, Vito berhasil menempelkan alat penyadap di bawah bahu sofa ruangan Agatha, sehingga akhirnya alat itu bisa menyadap percakapan yang terjadi di ruang Agatha, termasuk sebagian suara percakapan antara Rizal dan Agatha juga percakapan Agatha saat bicara di telepon dengan seorang yang bernama Grace.


" Intinya Nyonya Agatha menyembunyikan info tentang penyerangan itu." Rizal mengatakan analisanya.


" Nyonya Agatha memang tidak tahu dan tidak terlibat dengan penyerangan semalam. Tapi, dia menyembunyikan informasi tentang pelaku penyerangan itu, yang ternyata adalah Grace, anak dari Nyonya Agatha." Vito menjabarkan arti kata Rizal lebih rinci.


" Ya, benar. Dan Nyonya Agatha tidak kooperatif dalam masalah ini," ujar Rizal. " Setiap orang tua pasti akan membela apa yang diperbuat anaknya, meskipun dia tahu apa yang dilakukan anaknya itu salah," sambungnya.


" Iya, Pak. Jadi kita ke mana sekarang?" tanya Vito.


" Kita ke tempat Om David untuk melaporkan hal ini terlebih dahulu. Saya akan atur orang untuk mengawasi Nyonya Agatha. Saya yakin dia pasti akan bertemu dengan putrinya itu," perintah Rizal.


" Baik, Pak!" Vito kemudian melajukan mobil yang mereka tumpangi keluar dari halaman parkir Rumah Mode Agatha.


Sementara dari jendela atas bagunan itu, Agatha nampak memperhatikan mobil yang baru saja keluar dari tempat parkir usahanya dengan hati yang gelisah.


" Ya ampun, Grace. Mama takut mereka akan mengetahui jika kamulah yang melakukan hal itu." Agatha segera menjauh dari jendela. Dia tidak menyadari jika di ruangannya itu telah dipasang penyadap oleh Vito, sehingga semua perkataannya pada putrinya itu diketahui oleh Rizal juga Vito.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2