TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Semua Orang Merahasiakan


__ADS_3

Isabella begitu bahagia mengetahui Papihnya kini sudah terbangun dari tidur panjangnya. Sejak mengetahui Papihnya siuman, dia tidak juga beranjak meninggalkan kamar Grace karena dia ingin melepas kerinduan pada Papihnya itu. Isabella bercerita banyak pada Rizal, walaupun Rizal hanya merespon dengan anggukan kepala pelan, kedipan mata dan senyum tipis di bibirnya.


" Pih, apa saat tidur panjang Papih bertemu dengan Mamih?"


Rizal menatap Isabella. Dia merasakan memang cukup lama ditemani oleh mantan istrinya saat tertidur. Bahkan dia bercumbu bersama Sonia di alam bawah sadarnya itu.


" Bi Tinah sama Grace pernah mendengar Papih mengigau menyebut nama Mamih waktu Papih sudah sadar."


Kening Rizal berkerut saat mendengar perkataan Isabella soal dirinya yang menyebut nama Sonia, dan itu didengar oleh Grace. Seketika itu juga timbul kekhawatiran di hatinya, jika Grace akan salah paham pada ucapannya itu.


" Aku dan Grace takut kalau Mamih membawa Papih pergi. Karena itu Grace membawa Papih dirawat di sini, di rumah Grace. Grace tidak ingin membawa Papih pulang ke rumah kita, karena di sana banyak kenangan Papih sama Mamih. Sudah lebih dari dua Minggu kita tinggal di rumah Grace ini, lho, Pih! Aku, Bi Tinah dan Bi Saonah juga tinggal di sini menemani Papih."


Rizal mengedar pandangan ke ruangan dia berada saat ini. Sejak tadi dia memang berpikir, di mana dia berada saat ini? Yang dia tahu dia tidak berada di dalam rumah sakit. Namun setelah Isabella bercerita, akhirnya dia mengenali jika kamar tempat dia berada sekarang adalah kamar dari Grace.


Rizal masih berusaha mengumpulkan kepingan ingatannya, hingga dia dapat mengetahui apa yang sudah berlaku pada dirinya, dan kenapa dia seakan lemas tak bertenaga seperti ini.


" Oh ya, Pih. Papih tahu tidak? Kalau sekarang ini ..." Isabella menjeda perkataannya. Sebenarnya dia ingin menceritakan soal Grace yang saat ini sedang hamil. Dia yakin Papihnya pasti akan merasa senang jika sampai mendengar kabar kehamilan Grace. Namun, dia berpikir mungkin lebih baik Grace saja yang memberitahu Rizal soal kehamilannya itu. Karena Grace lah yang lebih pantas mengabarkan kehamilannya pada Rizal.


" Assalamualaikum ..." Terdengar suara beberapa orang mengucap salam dari arah pintu kamar Grace.


" Waalaikumsalam ..." Isabella menyahuti. Dia melihat beberapa anak buah Rizal yang langsung datang ke rumah Grace saat mengetahui jika bos mereka saat ini sudah siuman.


" Pak, Alhamdulillah akhirnya Bapak sadar juga." Seolah takut didahului oleh rekan-rekannya, Indra yang pertama kali bersuara.


" Iya, Pak. Saya senang Pak Rizal sudah siuman." Jamal menimpali.


" Kemarin-kemarin kami semua khawatir karena Pak Rizal tidak juga terbangun sampai berminggu-minggu." Kini giliran Yuanita yang berbicara.


" Selamat datang kembali, Pak. Kami senang Bapak sudah pulih." Sam pun tak ketinggalan ikut memberikan ucapan selamat.


Rizal memperhatikan satu persatu orang yang berkumpul dan berbicara kepadanya memberikan ucapan selamat. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa dirinya selama itu tidak sadarkan diri? Rizal masih terus berpikir.


" Papih masih belum bisa banyak bicara, Kak. Kondisinya masih lemas, dan masih mengingat-ingat juga," Isabella menjelaskan kondisi Rizal saat ini yang masih belum sepenuhnya fit.


" Semangat, Pak bos! Kami menunggu Pak bos kembali ke kantor." Yuanita menaikkan kepalan tangannya, menyemagati Rizal agar cepat pulih.


" Bagaimana tadi Pak Rizal tersadar, Bella?" tanya Sam ingin tahu bagaimana Rizal akhirnya terbangun dari tidur panjangnya.


" Tadi Papih memanggil nama Grace, terus jari-jari dan kelopak matanya bergerak, Kak." Isabella menceritakan bagaimana Rizal akhirnya dapat kembali tersadar.

__ADS_1


" Wah, Pak bos kayaknya kangen sama Bu bos, nih! Sampai panggilnya nama Bu bos," celetuk Jamal menanggapi cerita Isabella soal Rizal yang menyebut nama Grace hingga tersadar.


" Iyalah, Pak. Kasihan Bu bos itu, mana lagi hamil lagi." Indra menimpali.


Kening Rizal menampakkan guratan saat Indra menyebut jika Grace sedang hamil. Seketika itu juga dia teringat akan bayi yang sedang berada dalam gendongan Grace saat dia berada di alam bawah sadarnya. Apakah bayi itu adalah pertanda jika Grace saat ini sedang mengandung anaknya. Grace sedang hamil? Tak dapat dibendung, rasa bahagia menyeruak di dalam hati Rizal saat ini.


" Kak Indra kenapa kasih bocoran ke Papih kalau Grace hamil? Aku saja nunggu Grace sendiri yang kasih kejutan ke Papih, kok! Aku juga belum kasih tahu Grace kalau Papih sudah sadar karena ingin kasih kejutan." Isabella memprotes keras menganggap Indra terlalu cepat membagikan kabar bahagia itu pada Rizal.


" Eh, sorry, Bel." Indra langsung mengacungkan jarinya telunjuk dan tengah secara bersamaan.


" Iya, nih! Ember banget mulutnya! Orang sih mau kasih surprise malah buka rahasia duluan!" Jamal metoyor kepala Indra.


" Sudah-sudah, kita bubar saja, daripada jadi pengacau di sini!" Yuanita mengajak kedua rekannya Indra dan Jamal untuk keluar dari kamar Rizal. " Pak, cepat sembuh, ya, Pak. Kami pamit dulu." Yuanita berpamitan kepada Rizal juga Isabella sambil menarik tangan Indra dan Jamal.


" Semoga Pak Rizal cepat fit kembali dan dapat beraktivitas seperti sediakala." Sam menepuk lemah pundak Rizal.


" Terima kasih, Sam." sahut Rizal lemah.


" Saya kembali ke kantor dulu, Pak." Sam juga ikut berpamitan menyusul rekan-rekannya yang lain.


Rizal merespon dengan menganggukkan kepalanya,


" Iya, Kak. Terima kasih, ya, Kak." sahut Isabella, tak mengantar Sam keluar dari kamar Grace.


Sementara di luar rumah Grace, mobil yang dikendarai oleh Vito baru saja masuk ke dalam pekarangan rumah Grace. Dengan cepat Grace keluar dari mobil dan berlari ke arah rumah, karena dia sudah tidak sabar ingin tahu apa yang sedang terjadi.


" Sam? Ada apa?" Saat melihat Sam keluar dari rumahnya, Grace semakin bertanya-tanya.


" Sebaiknya Bu Grace langsung ke dalam saja, untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Pak Rizal." Jawaban dari Sam tidak membuat Grace dapat bernafas lega, karena Sam tidak memberikan jawaban yang diinginkan oleh Grace.


Grace melanjutkan langkahnya karena Sam tidak menjelaskan kondisi Rizal saat ini.


" Assalamualaikum ..." Grace berlari menaiki anak tangga dengan mengucap salam, karena dia tidak melihat siapa-siapa di ruangan tamu.


" Waalaikunsalam ..." Bi Saonah dan Surti keluar dari dapur saat mendengar ucapan salam Grace yang terdengar sangat kencang.


" Bi, Papih kenapa?" Tanya Grace dari arah tangga.


" Non langsung ke kamar saja, Non." sahut Surti.

__ADS_1


Grace mendengus kasar karena merasa jika semua orang seperti merahasiakan sesuatu darinya, membuat dirinya semakin dibuat penasaran. Grace lalu berlari kecil ke arah kamarnya. Grace melihat pintu kamarnya itu terbuka. Saat sampai di pintu, Grace melihat Isabella duduk di tepi brankar Rizal.


" Bell, Papih kenapa?" Tanya Grace kembali.


Rizal menolehkan wajahnya saat dia mendengar suara yang sudah lama dia rindukan. Suara wanita yang akhirnya membuatnya terbangun dari tidur panjangnya.


Rizal menatap penuh kerinduan pada wanita muda yang saat ini juga sedang menatap lekat ke arahnya.


" Papih?" Kembali terdengar suara dari bibir wanita itu. Dia kini melihat bola mata Grace dipenuhi cairan bening, namun tak lama cairan itu tak berbedung jatuh menetes di pipi mulus sang istri tercintanya.


*


*


*


Bersambung ...


Hai, readers REZ Zha. Ada karya baru lahir lagi nih. Masukin ke dalam favorit, like dan komen jgn lupa ya, biar membantu meningkatkan populeritas novel ini. Makasih🙏



Entah, salah apa Airin selama ini? Padahal dia selalu bersikap baik terhadap semua orang, patuh kepada orang tua dan selalu menghindari larangan, baik yang berkaitan dengan norma maupun agama. Namun, ternyata kenyataan pahit dalam rumah tangga harus dia terima.


Airin Humairah, harus menjadi janda saat memasuki usia dua puluh tujuh tahun karena merasa lelah diselingkuhi oleh sang suami. Dia rela menjadi single parent untuk anaknya yang berusia tiga tahun. Tanpa diduga Airin, sang suami sudah mulai selingkuh di belakangnya sejak awal pernikahan mereka.


Tiga bulan setelah perceraiannya dengan sang suami, Airin bertemu dengan seorang pria bernama Gagah Prasetyo, yang beberapa kali gagal menikah karena sifat perfeksionisnya. Lelaki yang menginginkan kesempurnaan pasangan itu tiba-tiba saja tertarik pada sosok Airin.


Sikap Airin yang terlihat acuh kepada Gagah meskipun banyak wanita mencoba mendekati pria itu, membuat Gagah penasaran, sehingga dia berkeinginan menaklukkan Airin yang masih trauma dengan pria karena pengkhianatan yang suami.


Lalu bagaimana usaha Gagah menaklukkan Airin, wanita biasa dan berstatus janda yang jauh dari tipe wanita idamannya?


❤️❤️❤️




Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2