TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Fakta Soal Joe


__ADS_3

Dua minggu berlalu, kondisi Rizal sudah berangsur pulih, karena Rizal giat melakukan terapi untuk penyembuhannya. Dia sendiri bosan tidak beraktivitas seperti biasanya. Selain itu, dia juga ingin segera melepaskan kerinduan bersentuhan dengan sang istri, karena Grace terus saja merengek agar dia cepat sembuh.


Saat ini, Rizal sudah mulai beraktivitas di kantornya, meski dia tidak menghabiskan waktu sepanjang hari di kantornya itu. Selepas makan siang, dia memilih beristirahat menemani Grace yang sudah memasuki usia kehamilan sepuluh Minggu. Baby bump pun sudah mulai nampak di perut Grace.


Tok tok tok


" Pak, ada Pak Bondan." Vito memberitahu kedatangan sahabat Rizal ke kantor itu. Di saat yang bersamaan Bondan pun muncul di ruang kerja Rizal.


" Hai, Zal! Gimana kabarmu? Sudah mulai pulih?" Sapa Bondan seraya melakukan fist bump pada Rizal. Ini kunjungan kedua kali Bondan setelah Rizal sadar dari komanya.


" Alhamdulillah, belum seratus persen tapi sudah bisa beraktivitas," sahut Rizal bangkit dari kursinya lalu melangkah ke arah sofa, mempersilahkan Bondan untuk duduk.


" Syukurlah kau sudah bisa beraktivitas kembali." Bondan duduk di sofa yang ada di ruangan Rizal itu.


" Kau ingin minum apa, Dan?" Tanya Rizal kemudian.


" Tidak usah, Zal. Nanti aku ambil sendiri saja," tolak Bondan.


" Apa kau tidak sedang sibuk sehingga bisa mampir kemari, Dan?" Tanya Rizal terkekeh.


" Kebetulan aku lewat dekat sini jadi aku mampir." Bondan menjelaskan kenapa bisa sampai di kantor Rizal. " Apa kamu benar-benar sudah sehat, Zal?" Bondan memperhatikan sahabatnya itu.


" Apa aku masih terlihat sakit, Dan? Ya memang kadang masih suka lemas, tapi selebihnya aku sudah membaik," jawab Rizal.


" Memangnya kenapa? Kenapa kau bertanya seperti itu, Dan?" Instingnya sebagai seorang penyidik membuat Rizal dapat merasakan ada yang disembunyikan Bondan darinya.


" Ada yang ingin aku sampaikan padamu, Zal. Menyangkut soal Joe." Bondan memang belum bercerita soal Joe saat kedatanganya pertama kali ketika Rizal, baru siuman, karena dia merasa waktunya masih belum tepat.


" Joe? Apakah dia sudah tertangkap?" Rizal memang belum diberitahu soal Joe oleh Bondan. Begitu juga oleh Grace, Isabella, Agatha dan Rivaldi. Mereka sengaja merahasiakan hal ini dari Rizal. Yang Rizal tahu dari anak buahnya, Joe berhasil kabur setelah menu suknya.


" Saat kau masih di rumah sakit, Rivaldi berhasil menemukan keberadaan Joe. Dia dan anak buahnya berniat menjebak dia untuk membuat perhitungan dengan Joe, sebelum menyerahkan kepada pihak berwajib. Saat itu, Grace tahu dan minta ikut bertemu dengan Joe. karena dua ingin memberi balasan atas semua kejahatan Joe yang sudah dilakukan kepadanya, pada Bella dan kepadamu. Aku juga ikut ke sana menjaga Grace karena aku tahu istrimu sedang hamil." Bondan mulai membuka peristiwa penjebakan Joe.

__ADS_1


Rizal mendengarkan dengan serius cerita Bondan tentang penangkapan Joe.


" Awalnya semua berjalan lancar saat kami, aku dan Rivaldi memberikan pelajaran pada Joe. Namun, di luar dugaan, Grace membawa senjata tajam dan meni kam Joe di perut tepat seperti Joe meni kammu, Zal." Ungkap Bondan mengakui apa yang sebenarnya dia tutupi dari Grace dan yang lainnya.


Rizal tersetak bahkan dia membulatkan mata dan membuka mulutnya secara bersamaan saat mendengar infomasi yang disampaikan Bondan terkait aksi yang dilakukan oleh istrinya.


" Grace meni kam Joe?" Seakan tidak percaya pada pendengarannya, Rizal sampai bertanya, berharap apa yang dia dengar itu salah.


" Iya, istrimu seperti kerasukan saat melakukan hal itu. Grace sangat marah pada Joe atas tindakan yang Joe lakukan kepadamu, Zal. Karena itu, dia melakukan hal yang sama terhadap Joe." Bondan membenarkan.


" Lalu, bagaimana dengan kondisi Joe?" Tentu saja Rizal khawatir jika Joe sampai mengalami nasib buruk, karena itu akan berimbas pada istrinya.


Bondan menghempas nafas kasar sebelum dia melanjutkan ceritanya. Cerita yang akan dia sampaikan selanjutnya sangat berat. Dia melirik ke arah pintu untuk memastikan tidak ada yang mendengarkan ucapannya.


" Apa yang terjadi, Dan?" Bondan tak langsung menjawab, membuat Rizal semakin penasaran.


" Joe kehilangan banyak darah, dan dia tewas saat kami bawa dalam perjalanan menuju rumah sakit." Bondan mengungkap fakta yang terjadi pada Joe setelah peni kaman yang dilakukan oleh Grace. " Kami langsung menguburnya di pemakaman umum di daerah itu," lanjut Bondan.


" Innalillahi wa innailaihi rojiun ..." Rizal terlihat lemas mengetahui apa yang sudah dilakukan sang istri sampai menyebabkan nyawa Joe melayang.


" Kami? Siapa saja yang tahu soal ini?" Tanya Rizal. Tentu dia ingin tahu siapa saja yang mengetahui rahasia soal kondisi Joe.


" Aku, Rivaldi dan dua orang anak buah Rivaldi. Aku rasa anak buah Rivaldi itu tidak akan berkhianat pada bosnya. Jadi sepertinya hal ini tidak sampai terkuak dan posisi Grace aman dari jeratan hukum." Bondan tahu apa yang dia lakukan adalah salah. Menyembunyikan dan menghilangkan jejak sebuah tindakan kriminal. Namun, dia hanya berusaha melindungi Grace.


" Sekarang semua berpulang kepadamu, Zal. Kau adalah suaminya." Bondan merasa sekarang ini Rizal lah yang berhak memutuskan apa yang akan dilakukan pada kasus Joe.


Rizal menarik nafas dalam-dalam. Ternyata banyak hal tak terduga terjadi saat dia tidak sadarkan diri. Hal yang membahagiakan saat dia mendengar kehamilan Grace. Kini, dia mendapatkan berita yang sangat buruk karena ternyata sang istri telah melakukan tindakan kriminal membu nuh Joe.


" Thank's atas bantuanmu merahasiakan hal ini, Dan." ucap Rizal kemudian.


" Aku melindungi Grace karena saat itu kau masih asyik dengan tidurmu. Sekarang kau yang berhak melindungi Grace, " sahut Bondan kemudian.

__ADS_1


***


Sepeninggal Bondan, Rizal memutuskan untuk kembali ke rumah. Kenyataan soal tindakan Grace kepada Joe sempat membuat dirinya syok. Namun, bagaimanapun juga dia tidak ingin istrinya itu berurusan dengan pihak berwajib.


Rizal berjalan perlahan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamar Grace. Terlihat istrinya itu sedang duduk bersandar di sandaran headboard spring bed sambil menonton televisi.


" Grace ..." Rizal berjalan menghampiri sang istri lalu mendekap erat dan menciuminya. Dia merasakan cinta Grace kepadanya begitu besar, hingga membuat Grace melukai Joe karena ingin membalaskan apa yang dilakukan Joe kepada dirinya. Walaupun dia menyadari apa yang diperbuat istrinya itu salah.


" Kenapa, Pih?" Grace bingung karena Rizal tiba-tiba masuk ke kamar lalu memeluk bahkan menciuminya.


" Jangan buat hal bodoh lagi! Aku tidak ingin kamu terlibat masalah hukum, Grace!" Rizal tentu tidak ingin istrinya itu sampai harus dipenjara meskipun dia tahu apa yang dilakukan oleh istrinya itu salah.


Grace mendongakkan wajah menatap sang suami. Sepertinya dia tahu maksud perkataan dari Rizal soal masalah hukum. Dia curiga jika sang suami sudah mengetahui soal Joe.


" Maksud Papih?" Tanya Grace tidak ingin terburu-buru menebak secara langsung apa yang diucapkan Rizal.


" Kamu seharusnya tidak melakukan itu pada Joe, Grace. Itu sangat membahayakan kamu!" Rizal sebenarnya menyayangkan tindakan nekat Grace yang berani meni kam Joe. Meskipun dia tahu Grace tidak bermaksud membunuh Joe.


" Aku ingin dia merasakan apa yang Papih rasakan, Pih! Dia tidak bisa seenaknya saja kabur dan hidup bebas tanpa menerima balasan atas kejahatan-kejahatan yang sudah dia lakukan." Grace merasa balasan yang sudah. dia lakukan pada Joe memang pantas didapat oleh Joe.


" Tapi itu sangat berbahaya untukmu, Grace!" Rizal tetap tidak sependapat dengan Grace.


" Sudahlah, Pih! Lagipula kata Pak Bondan dia selamat, jadi tidak usah diambil pusing urusan Joe itu! Biar dia diproses hukum yang seadil-adilnya dan berharap dia tidak lagi mengganggu rumah tangga kita." Grace enggan membahas soal Joe lagi.


Rizal semakin mempererat pelukannya. Tidak dapat dibayangkan jika istrinya itu tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Joe. Dan Rizal pun tidak ingin beresiko membuat istrinya syok dan ketakutan saat tahu Joe sebenarnya sudah tidak bernyawa. Untuk kali ini, Rizal terpaksa harus melanggar hukum karena menutupi tindakan kriminal yang dilakukan oleh sang istri.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2